Bila Bayiku Gagal Tumbuh Saat Minum ASI

Seorang ibu sering cemas saat melihat anaknya sangat mungil, kurus dan mengalami kesulitan kenaikkan berat badan saat hanya minum ASI. Kebingungan kadangkala bukan hanya terjadi pada ibu juga seringkali dialami sebagian dokter. Kapan sebaiknya anak ditambah susu formula atau memang tidak perlu tambahan susu formula. Seringkali orangtua atau sebagian dokter terburu-buru memvonis ASI kurang dengan merekomendasikan pemberian makanan tambahan sebelum usia 6 bulan dan menambahan susu formula. Padahal masalah utama gangguan berat badan pada bayi karena masalah kemampuan minum yang buruk.

Gagal tumbuh pada bayi berarti bahwa bayi tidak tumbuh dan berkembang seperti yang diharapkan. Jika bayi tumbuh perlahan tapi memiliki banyak energi, tampak  sehat, dan perkembangan sesuai usia , maka bayi yang mungkin mengalami gagal tumbuh Penambahan berat badan lambat bisa normal, terutama jika melihat salah satu orang tua yang wajahnya sama juga mempunyai perawakan kecil pada saat usia bayio atau anak-anak.  Istilah “gagal tumbuh” berarti bayi tidak tumbuh secara normal. Bayi dengan masalah ini berat kurang dan mungkin ukuran panjang bayi lebih kurang dengan jenis kelamin dan usia yang sama.

Kegagalan awal untuk berkembang biasanya karena masalah menyusui. Jika bayi kehilangan lebih dari 7% dari berat lahir mereka atau tidak mendapatkan kembali dengan 2 minggu, kemungkinan bahwa menyusui tidak berjalan dengan baik. Ibu dapat memiliki kesulitan membuat susu yang cukup jika mereka memiliki perdarahan yang berlebihan selama dan setelah kelahiran. Hal yang terpenting adalah jangan terburu-buru menganggap ASI kurang atau menambahkan susu formula sebelum masalah utamanya terdeteksi dan tertangani dengan baik. Karena bila terjadi kesalahan mencari penyebabnya maka akan mengorbankan manfaat ASI yang luar biasa bagi bayi anda.

Sangat penting untuk dicatat bahwa bayi tumbuh pada tingkat yang berbeda. Banyak bayi normal melalui periode singkat ketika mereka berhenti berat badan atau bahkan kehilangan sedikit berat badan. Namun, dokter kemungkinan akan khawatir hanya jika bayi tidak mendapatkan berat badan selama tiga bulan berturut-turut selama tahun pertama.

Seorang dokter dapat mendiagnosis gagal tumbuh dengan menggunakan grafik pertumbuhan standar untuk plot berat badan anak, panjang dan lingkar kepala, yang diukur pada setiap ujian baik bayi. Bayi yang jatuh di bawah kisaran berat badan tertentu untuk usia mereka atau yang gagal untuk mendapatkan berat badan pada tingkat yang diharapkan mungkin membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

Bayi yang gagal untuk berkembang juga akan menunjukkan tanda-tanda keterlambatan mental, emosional dan fisik. Deteksi dini dan pengobatan adalah penting untuk mencegah pertumbuhan permanen dan masalah perkembangan.

Grafik pertumbuhan bayi: Berapa banyak yang harus bayi saya tumbuh?

Usia Rata-rata pertumbuhan tinggi Rata-rata pertumbuhan berat badan
0-6 bulan 6-7 inci 7-12 pon
6-12 bulan 3-4 inci 5-7 pound
1-2 tahun 4-5 inci 5-7 pound
sumber;  the National Center for Health Statistics, 2000

Pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ tubuh. Dimana keduanya berjalan secara berkesinambungan dalam tubuh manusia. Faktor utama yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak adalah faktor genetik dan faktor lingkungan. Sehingga sangat penting untuk memantau tumbuh dan berkembangnya anak. Pemantauan pertumbuhan anak dapat digunakan dengan rumus dan cara tertentu. tetapi yang paling baik sebenarnya adalah dengan memantau melalui KMS atau frafik pertumbuhan anak yang ada dalam setiap buku kesehatan anak anda. Namun sayangnya grafik yang sangat penting tersebut tidak diisi bahkan sering diabaikan oleh orang tua bahkan oleh sebagian dokter. Pertumbuhan (growth) ialah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh dalam arti sebagian atau keseluruhan. Bersifat kuantitatif sehingga dapat diukur dengan mempergunakan satuan panjang dan berat.

Rumus untuk memperkirakan berat badan dan tinggi badan normal pada bayi

Berat Badan (Kilogram)
Lahir 3,25
3-12   bulan Usia (bulan) +   92
Tinggi Badan (Centimeter)
Lahir 50
1 tahun 75

Beberapa ukuran yang perlu diketahui sebagai patokan:

Berat badan (BB)

  • Rata-rata lahir normal                    3.000-3.500 gr
  • Umur 5 bulan                                     2x berat badan lahir
  • Umur 1 tahun                                    3x berat badan lahir

Kenaikan berat badan pada tahun pertama kehidupan:

  • 700-1000 gram/bulan pada triwulan I
  • 500-600 gram/bulan pada triwulan II
  • 350-450 gram/bulan pada triwulan III
  • 250-350 gram/bulan pada triwulan IV

Pada masa pra sekolah kenaikan BB rata-rata 2 kg/tahun.

Tinggi badan (TB)

  • Rata-rata lahir normal                    50 cm
  • Umur 1 tahun                                    1,5 x TB lahir
Sumber: Kliegman, Robert M., etc. 2007. Nelson Textbook of Pediatrics 18’th Edition. United States of America: Elsevier.

Identifikasi Gangguan Kenaikkan berat Badan Pada Bayi

KENALI GEJALA GANGGUAN KENAIKKAN BERAT BADAN PADA ANAK

  • Berat badan sebelum usia 3 bulan pertama setiap bulan hanya naik 300 – 600 gram.
  • Berat badan terlihat datar atau flat karena kenaikan berat badan buruk setelah usia 4-6 bulan. Setelah usia 4-6 bulan hanya naik 10o-250 gram perbulan
  • Pada anak usia pra sekolah kenaikkan berat badan kurang dari 2 kg pertahun

Biasanya disertai gangguan kesulitan makan

  • Saat usia 0-6 bulan kemampuan minum hanya 60-75 cc sekali minum, 6 – 1 tahun hanya 90 cc sekali minum. Bila  minum ASI mudah teralih perhatian ke sekitarnya, minum ASI hanya sebentar kurang dari 10 menit tapi sering
  • Produksi ASI sering sisa masih bisa diperah meski sudah diminumkan bayi.
  • Memuntahkan atau menyembur-nyemburkan makanan yang sudah masuk di mulut anak dan menepis suapan dari orangtua atau sama sekali tidak mau memasukkan makanan ke dalam mulut.

Mencari dan memastikan Penyebab

Penyebab paling umum adalah asupan nutrisi yang tidak memadai yang berarti bayi tidak mendapatkan cukup makan atau tidak mendapatkan cukup dari jenis makanan yang tepat untuk meningkatkan kenaikkan berat badan.  Penyebab gangguan kenaikkan berat badan tersebut hanya ada 2 faktor umum  diantaranya si bayi minum tidak banyak atau produksi ASI kurang. Penyebab paling sering adalah bayi mempunyai gangguan minum atau jumlah yang diminum sedikit.

Penyebab Pertama: Kemampuan Minum Bayi Kurang

Langkah awal yang harus dipastikan adalah apakah memang si bayi minumnya tidak banyak. Salah satu yang harus dilakukan adalah mendeteksi masalah sulit makan dan sulit minum pada bayi. Minum ASI hanya sebentar sekitar 5- 10 menit tapi sering. Dari pihak ibu dapat diamati bahwa produksi ASI masih banyak sering tersisa dan masih dapat dipompa setelah anak selesai minum. Bila dibandingkan kakak atau saudara kandungnya jumlah minum ASI sedikit dan sebentar. Saat usia 0-6 bulan bila pernah punya riwayat minum formula kemampuan minum hanya 60-75 cc sekali minum atau saat usia 6 – 1 tahun hanya 90 cc sekali minum.

Biasanya disertai gangguan kenaikkan berat badan saat usia 0-4 bulan kenaikkan Berat badan setiap bulan hanya naik < 800 gram. Kenaikan berat badan lebih jelek setelah usia 4-6 bulan. Pada gambar grafik kenaikan BB tidak pernah pada posisi di garis paling atas (KMS) Grafik kenaikkan BB agak datar setelah usia 6 bulan. Gangguan lain adalah Memuntahkan atau menyembur-nyemburkan makanan yang sudah masuk di mulut anak dan menepis suapan dari orangtua atau sama sekali tidak mau memasukkan makanan ke dalam mulut. Makan berlama-lama  dan memainkan makanan. Kesulitan menelan hanya mau makan makanan cair, lumat dan tidak berserat. Kesulitan mengunyah tetapi langsung menelan makanan. 

Seorang bayi bisa mendapatkan susu kurang dari yang ia butuhkan jika mengisap lemah, jika ada lidah-dasi, atau jika bayi telah kesulitan bernapas.  Bila karena faktor kemampuan bayi minum yang tidak banyak maka hal ini disebabkan karena permasalahan gagal tumbuh pada bayi. Penyebab gagal tumbuh pada bayi  dibagi menjadi penyebab endogen dan eksogen. Penyelidikan awal harus mempertimbangkan penyebab fisik, asupan kalori dan penilaian psikososial.

  • Faktor Endogenous (organik): adalah karena masalah fisik atau mental dengan anak sendiri. Hal ini dapat berkaitan dengan masalah dengan sistem pencernaan seperti gas dan refluks asam adalah kondisi menyakitkan yang dapat membuat anak tidak mau mengambil nutrisi yang cukup. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan pertumbuhan lambat adalah infeksi kronis seperti infeksi saluran kencing, masalah jantung tidak terdiagnosis, masalah neurologis, cystic fibrosis, dan gangguan metabolisme. Kekurangan vitamin B12 merupakan penyebab yang jarang dari gagal tumbuh, tetapi mungkin terjadi jika ibu makan diet vegan yang ketat atau telah memiliki operasi bypass usus. Cystic fibrosis, diare, penyakit hati, penyakit celiac dan membuat lebih sulit bagi tubuh untuk menyerap nutrisi. Penyebab lainnya adalah kelainan bentuk fisik seperti langit-langit mulut sumbing dan dasi lidah. Alergi susu sapi atau alergi makanan lainnya dapat menyebabkan gagal tumbuh endogen. Juga metabolisme dapat dinaikkan oleh parasit, asma, infeksi saluran kemih (ISK) dan infeksi demam lainnya, atau penyakit jantung sehingga menjadi sulit untuk mendapatkan kalori yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori yang lebih tinggi.
  • Faktor Exogenous (nonorganic): hal ini disebabkan oleh tindakan pengasuh. Contohnya termasuk ketidakmampuan fisik untuk memproduksi ASI yang cukup, menggunakan isyarat bayi hanya untuk mengatur menyusui sehingga tidak menawarkan cukup banyak minum (sindrom bayi mengantuk), ketidakmampuan untuk mendapatkan formula jika diperlukan, sengaja membatasi asupan kalori total (sering untuk apa pandangan pengasuh sebagai anak lebih estetis), dan tidak menawarkan cukup sesuai usia makanan padat untuk bayi dan balita di atas usia 6 bulan.
  • Campuran: Namun, untuk memikirkan hal sebagai dikotomis dapat menyesatkan, karena kedua faktor endogen dan eksogen dapat hidup berdampingan. Misalnya seorang anak yang tidak mendapatkan gizi yang cukup dapat bertindak konten sehingga perawat tidak menawarkan frekuensi pemberian makan yang cukup atau volume, dan anak dengan refluks asam berat yang tampak kesakitan saat makan dapat membuat pengasuh ragu-ragu untuk menawarkan pemberian makan yang cukup .

Gangguan Fungsi Saluran Cerna Sebagai Faktor Resiko Penyebab gagal Tumbuh Pada Bayi

Gangguan kenikan berat badan pada bayi menyusui seringkali disebabkan karena kemampuan minum ASI yang sedikit. Gangguan ini seringkali terjadi pada bayi dengan gangguan fungsi saluran cerna atau imaturitas saluran cerna atau ketidak matangan saluran cerna belum sempurna. Gangguan ini sering terjadi pada penderita alergi makanan, gangguan hipersensitif saluran cerna lainnya seperti seliak. Ternyata saat gangguan fungsi saluran cerna tersebut membaik diikuti perbaikan bermakna kemampuan minum bayi dan kenaikkan berat badan pada bayi. Pada keadaan seperti ini biasanya bayi tampak sehat, lincah dan bahkan sangat pintar.

Manifestasi Klinis Gangguan fungsi  saluran cerna yang harus dikenali pada bayi gagal tumbuh adalah:

  • Sering muntah/kembung, sering “cegukan”, sering buang angin, sering “ngeden /mulet”, REWEL / GELISAH/COLIC terutama malam hari),
  • BAB sering atau BAB tidak tiap hari sering sulit atau “ngeden”.
  • Warna feses Hijau atau kadang hitam dan bau sangat tajam.
  • Pada bayi dengan gangguan seperti ini biasanya tampilan perutnya tampak perut rata atau cekung atau sebaliknya perutnya tampak cembung lebih besar
  • Mulut sensitif. Lidah sering timbul putih kadang sulit dibedakan dengan jamur (candidiasis) atau memang kadang juga disertai infeksi jamur. Bibir tampak kering atau kadang pada beberapa bayi bibir bagian tengah berwarna lebih gelap atau biru. Produksi air liur meningkat, sehingga sering “ngeces (“drooling”) biasanya disertai bayi sering menjulurkan lidah keluar atau menyembur-nyemburkan ludah dari mulut.

Manifestasi klinis lain yang menyertai pada bayi dengan hipersensitif saluran cerna

  • Kulit sensitif. Sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau.
  • Hidung Sensitif. Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi (Sehingga beresiko kepala “peyang”) karena hidung buntu, atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara. Karena hidung buntu dan bernapas dengan mulut waktu minum ASI sering tersedak
  • Keringat Berlebihan. Sering berkeringat berlebihan, meski menggunakan AC keringat tetap banyak terutama di dahi
  • Saluran kencing. Kencing warna merah atau oranye (orange) denagna sedikit bentukan kristal yang menempel di papok atau diapers . Hal ini sering dianggap infeksi saluran kencing, saat diperiksa urine seringkali normal bukan disebabkan karena darah.
  • Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat.
  • Gangguan Hormonal. Mempengaruhi gangguan hormonal berupa keputihan/keluar darah dari vagina, timbul jerawat warna putih. timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok, timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih

PERILAKU YANG SERING MENYERTAI PADA BAYI DENGAN HIPERSENSITIF SALURAN CERNA

  • GANGGUAN NEURO ANATOMIS : Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku. Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus). Kejang tanpa disertai ganggguan EEG (EEG normal)
  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN Usia < 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan. Usia < 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, tidak bisa diselimuti (“dibedong”). Kepala sering digerakkan secara kaku ke belakang, sehingga posisi badan bayi “mlengkung” ke luar. Bila digendomg tidak senang dalam posisi tidur, tetapi lebih suka posisi berdiri. Usia > 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala. Sering kebentur kepala atau jatuh dari tempat tidur.
  • GANGGUAN TIDUR (biasanya MALAM-PAGI) gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila tidur posisi “nungging” atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tba-tiba duduk dan tidur lagi,
  • AGRESIF MENINGKAT, pada usia lebih 6 bulan sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menarik puting susu ibu dengan gusi atau gigi, menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit puting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut. Tampak gampang seperti gemes atau menggeram
  • GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan terhadap sesuatu aktifitas bermain, memainkan mainan, bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa lama memperhatikan. Bila minum susu sering terhenti dan teralih perhatiannya dengan sesuatu yang menarik tetapi hanya sebentar

Penyebab Ke dua: Masalah Pemberian dan produksi ASI

  • Bila tidak terdapat kondisi yang pertama tersebut di atas maka gangguan kenaikkan berat badan tersebut boleh dicurigai sebagai permasalahan pemberian AIi yang salah atau karena produksi ASI yang kurang.
  • Penyebab produksi ASI kurang seringkali disebabkan karena riwayat operasi payudara sebelumnya atau kegagalan dari payudara untuk berkembang dengan baik selama masa remaja juga dapat menyebabkan masalah dengan produksi susu.
  • Penjadwalan minum susu yang berlebihan atau membatasi menyusui telah mengakibatkan gagal tumbuh dalam beberapa bayi muda.
  • AAP merekomendasikan bahwa bayi diberi makan segera setelah mereka menunjukkan tanda-tanda kelaparan seperti berusaha makan tangan mereka atau menjadi lebih aktif, dan tentunya mereka harus diberi makan jika mereka menangis.  Tanda kenaikan berat badan rendah  atau jika bayi kehilangan lebih dari 7% dari berat lahir atau belum kembali berat badan lahir dengan pemeriksaan minggu 2 ,
  • Bayi dengan gagal tumbuh akan membutuhkan makanan ekstra saat ibu bekerja mengusahakan suplai ASI. Banked ASI adalah suplemen terbaik jika susu ibu sendiri tidak cukup banyak, tetapi jika tidak tersedia, dokter Anda akan merekomendasikan susu formula.  Beberapa bayi dengan kelainan metabolisme bawaan seperti PKU dapat menggunakan ASI bersama dengan formula khusus dibuat hanya untuk kondisi gangguan tertentu

Penanganan

  • Bayi yang tidak berkembang seperti yang diharapkan saat pemberian ASI harus dievaluasi oleh tim spesialis intervensi dini, dokter rehabilitasi medis, dokter anak minat tertentu sesuai dengan gangguan pada bayi, dokter bayi anda, dan tim laktasi harus bekerja sama sebagai tim untuk memaksimalkan pertumbuhan bayi
  • Bila penyebabnya dicurigai karena faktor kemampuan minum ASI yang buruk maka harus diidentifikasi penyebabnya. Bila manifestasi gangguan saluran cerna terdapat pada bayi maka sebaiknya dilakukan konsultasi dengan dokter anak minta alergi anak atau gastroenterologi anak. Bila terdapat gangguan organik lainnya harus dikonsultasikan pada dokter anak dengan peminatan yang sesuai.
  • Bila gangguan kenaikkan berat badan hanya semata karena faktor yang kedua atau karena jumlah ASi kurang maka dapat dikonsultasikan pada dokter anak atau konselor laktasi
  • Tidak ada salahnya untuk menawarkan menyusui bayi lebih hanya untuk memastikan dia tidak lapar. Ini akan membantunya tumbuh terbaik. Untuk bayi untuk tumbuh dengan baik sementara menyusui, penting untuk mendapatkan bantuan baik dengan teknik kait.
  • Jika bayi Anda tidak membutuhkan makanan tambahan, yang terbaik adalah untuk merangsang suplai dan membantu bayi belajar untuk menyusui lebih baik.
  • Jangan terburu-buru mencari penyebab lain yang sangat banyak bila sudah ditemui gangguan fungsi saluran cerna. Sayangnya gangguan fungsi saluran cerna tersebut seringkali selama ini dianggap normal. Karena pemeriksaan berbagai macam penyebab gangguan gagal tumbuh sangat banyak dan menyita biaya sangat besar. Bila gangguan fungsi saluran cerna pada bayi membaik biasanya akan diikuti kemampuan minum membaik dan kenaikkan berat badan yang membaik. Bila tidak membaik bisa saja dilakukan pemeriksaan untuk mencari penyebab lainnya dengan melakukan konsultasi ke dokter spesialis anak tertentu sesuai kecurigaan yang ditemui.
  • Hal yang terpenting adalah jangan terburu-buru menganggap ASI kurang atau menambahkan susu formula dan memberi makanan tambahan sebelum usia 6 bulan sebelum masalah utamanya terdeteksi dan tertangani dengan baik. Karena bila terjadi kesalahan mencari penyebabnya maka akajn mengorbankan manfaat ASI yang luar biasa bagi bayi anda.

References:

  • American Academy of Pediatrics Work Group on Breastfeeding Breastfeeding and the Use of Human Milk. Pediatrics 1997 Dec 100(6):1035-9.
  • Glass, RP, Wolf, LS: Incoordination of Sucking, Swallowing and Breathing as an Etiology for Breastfeeding Difficulty; Journal of Human Lactation 10(3):185-189.
  • Mukkada VA, Haas A, Maune NC, Capocelli KE, Henry M, Gilman N, Petersburg S, Moore W, Lovell MA, Fleischer DM, Furuta GT, Atkins D. Feeding dysfunction in children with eosinophilic gastrointestinal diseases. Pediatrics. 2010 Sep;126(3):e672-7. Epub 2010 Aug 9.
  • Haas AM. Feeding disorders in food allergic children. Curr Allergy Asthma Rep. 2010 Jul;10(4):258-64.
  • Stolze I, Peters KP, Herbst RA. Histamine intolerance mimics anorexianervosa. Hautarzt. 2010 Sep;61(9):776-8. German.
  • Lukefahr JL. Underlying illness associated with failure to thrive in breastfed infants. Clin Pediatr (Phila). 1990 Aug;29(8):468-70.
  • Morton JA. Ineffective suckling: a possible consequence of obstructive positioning. J Hum Lact. 1992 Jun;8(2):83-5.
  • Neifert MR. Prevention of breastfeeding tragedies. Pediatr Clin North Am. 2001 Apr;48(2):273-97.
  • Powers NG. Slow weight gain and low milk supply in the breastfeeding dyad. Clin Perinatol. 1999 Jun;26(2):399-430.
  • Snyder JB. Bubble palate and failure to thrive: a case report. J Hum Lact. 1997 Jun;13(2):139-43.
  • Wiessinger D, Miller M. Breastfeeding difficulties as a result of tight lingual and labial frena: a case report. J Hum Lact. 1995 Dec;11(4):313-6.
  • Willis CE, Livingstone V. Infant insufficient milk syndrome associated with maternal postpartum hemorrhage. J Hum Lact. 1995 Jun;11(2):123-6.

KESALAHAN UTAMA PARA ORANG TUA SAAT MENGKONSULTASIKAN ANAKNYA KE DOKTER ADALAH SELALU MENGATAKAN : “DOK, SAYA MINTA VITAMIN AGAR ANAK SAYA NAFSU MAKANNYA BAGUS” SEHARUSNYA SAAT KE DOKTER MENGATAKAN ” DOK, MENGAPA ANAK SAYA SULIT MAKAN ? DAN BAGAIMANA CARA PENANGANAN TERBAIK ?”

BERGANTI-GANTI VITAMIN ATAU PEMAKAIAN VITAMIN JANGKA PANJANG ADALAH BUKTI KEGAGALAN DALAM MENCARI PENYEBAB SULIT MAKAN PADA ANAK. KARENA BEGITU VITAMIN DIHENTIKAN MAKA ANAK SULIT MAKAN LAGI, BAHKAN KADANG DIBERI VITAMIN APAPUN ATAU BERGANTI-GANTI VITAMIN TETAP SAJA MAKAN SULIT.

PENANGANAN TERBAIK ADALAH HARUS DICARI PENYEBABNYA DAN TANGANI SEGERA DENGAN BIJAK. GANGGUAN FUNGSI SALURAN CERNA PENYEBAB TERSERING. BILA TERDAPAT GANGGUAN SALURAN CERNA SEBAGAI PENYEBAB TERSERING HARUS DICARI DAN DIIDENTIFIKASI MAKANAN PENYEBAB YANG MENGGANGGU SALURAN CERNA.

Pediatric Articles Dr Widodo Judarwanto (pediatrician)

100 Favorites Articles for Professional

.

.

www.pickyeatersclinic.com

supported by

PICKY EATERS AND GROW UP CLINIC (Klinik Khusus Kesulitan Makan dan Gangguan Berat Badan)  GRoW UP CLINIC JAKARTAYudhasmara Foundation  GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, phone (021) 44466103 – 97730777 email : judarwanto@gmail.com narulita_md@yahoo.com http://pickyeatersclinic.com

WORKING TOGETHER SUPPORT TO THE HEALTH OF ALL BY CLINICAL, RESEARCH AND EDUCATIONS. Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***
Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967  Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician email : judarwanto@gmail.com Twitter: @WidoJudarwanto http://www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O8567805533 PIN BB 25AF7035

Curriculum Vitae Dr Widodo judarwanto, Pediatrician

We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2013, Picky Eaters and Grow Up Clinic, Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s