Wuihh, Berat Badanku Kurus Ternyata Gangguan Fungsi Saluran Cerna

Wuihh, Berat Badanku Kurus Ternyata Gangguan Fungsi Saluran Cerna

Seorang sudah beranjak dewasa sangat frustasi ketika mengalami kesulitan kenaikkan berat badan. Meski makan banyak ternyata badanya tetap saja kurus dan kecil. Sudah berbagai obat, vitamin, obat cacing, obat alternatif, akupuntur dilakukannya tetapi tetap saja beratnya sulit naik. Saat dilakukan pemeriksaan fungsi saluran cernanya ternyata mengalami gangguan yang mengakibatkan f=gangguan kenaikkan berat badan. Selama ini gangguan fungsi saluran cerna yang dialami sangat ringan sehingga seumur hidupnya dianggap normal.

  • Tampaknya sekitar 10-20% orang dewasa mengalami gangguan kenaikkan berat badan dan badanya cenderung kurus. Biasanya keadaan ini disertai gangguan kesulitan makan. Penderita dengan kondisi tersebut sering mengalami gangguan fungsi saluran cerna.
  • Tampaknya 1 di antaranya 3 manusia sehat mengalami hipersensitif saluran cerna. Hal ini akan lebih sering lagi pada anak usia di bawah 5 tahun mungkin sekitar 30-40% anak mengalami hipersensitifitas saluran cerna. Karena sebagian besar pada anak terjadi imaturitas atau ketidak matangan saluran cerna.
  • Gangguan hipersensitif saluran cerna sering di anggap normal dan sering diistilahkan berbagai hal oleh para dokter seperti Gastrooesephageal Refluks, Dispepsia, Stomach Discomfort, lambung kecil, katub lambung belum sempurna, kekurangan enzim, penyerapan tidak bagus, alergi susu sapi atau berbagai istilah lainnya. berbagai istilah tersebut kadangkala disebut berbeda oleh beberapa dokter pada pasien yang sama.
  • Gangguan hipersensitif saluran cerna ini sering didiagnosis berlebihan seperti alergi susu sapi, amuba, disentri, usus buntu atau berbagai gangguan lainya.
  • Gangguan sulit BAB sering dianggap kurang buah, kurang sayur atau kurang air putih padahal setiap hari sudah banyak makan sayuir dan buah atau air putih.
  • Hipersensitif saluran cerna ini biasanya hanya merupakan gangguan fungsional dan selama ini dianggap normal. Tetapi ternyata bila dicermati gangguan ini sering disertai secara bersamaan dengan berbagai gangguan organ tubuh lainnya yang sangat mengganggu. Gangguan tersebut sering disertai gangguan pertumbuhan berat badan, gangguan perilaku dan gangguan perkembangan lainnya.
  • Bila terdapat makan yang tidak cocok terjadi reaksi simpang makanan mengakibatkan sensitif saluran cerna. Bila hal ini terjadi maka gangguan sulit makan dan berat badan sulit naik
  • Gangguan kenaikkan berat badan tersebut sering dialami sejak bayi, Hanya saja pada bayi dalam tampilan foto bila BB kurus tidak terlalu kelihatan. tetapi baru kelihatan sejak usia 3-5 tahun. Bayi dengan gangguan kenaikkan berat badan dalam perjalanan pertambahan usia mengalami perkembangan yang berbeda. Sekelompok bayi akan membaik Berat badanya setelah usia 1-2 tahun, sebagian lainnya akan membaik setelah 5-7 tahun atau bahkan ada yang membaik sampai usia sekolah SMA atau mahasiswa. Ada beberapa yang BBnya berau membaik setelah punya menikah atau punya anak. Namun sebagian kecil lainnya akan menetap sulit gemuk hingga akhir hayatnya. Untuk mengetahui permaslahan ke depan gangguan kenaikkan berat badan tersebut dapat dilihat dari riwayat profil berat badan orangtua khususnya yang wajahnya sama sejak anak hingga dewasa. Biasanya anak dengan fenotip wajah sama akan mengalami profil berat badan yang sama. karena bila gangguan kenaikkan berat badan tersebut disebabkan karena gangguan fungsi saluran cerna biasanya gangguan tersebut diturunkan secara gebetik oleh orangtuanya.

Tanda dan Gejala Gangguan Fungsi Saluran Cerna

  • MUAL atau kadang mudah mabuk kendaraan
  • Sering Buang Air Besar (BAB)  3 kali/hari atau lebih, sulit BAB sering ngeden kesakitan saat BAB (obstipasi). Kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, warna hitam, hijau dan bau tajam. sering buang angin, berak di celana. Sering KEMBUNG, sering buang angin dan bau tajam.
  • Sering bersendawa atau glegekan
  • NYERI PERUT
  • Nyeri gigi, nyeri gusi, gigi berwarna kuning kecoklatan, gigi rusak, gusi mudah bengkak/berdarah. Bibir kering dan mudah berdarah, sering SARIAWAN, lidah putih dan berpulau, mulut berbau, air liur berlebihan.

MANIFESTASI KLINIS YANG SERING MENYERTAI

  • SALURAN NAPAS DAN HIDUNG : Batuk / pilek lama (>2 minggu), ASMA, bersin, hidung buntu, terutama malam dan pagi hari. MIMISAN, suara serak, SINUSITIS, sering menarik napas dalam.
  • KULIT : Kulit timbul BISUL, kemerahan, bercak putih dan bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Warna putih pada kulit seperti ”panu”. Sering menggosok mata, hidung, telinga, sering menarik atau memegang alat kelamin karena gatal. Kotoran telinga berlebihan, sedikit berbau, sakit telinga bila ditekan (otitis eksterna).
  • SALURAN CERNA : Mudah MUNTAH bila menangis, berlari atau makan banyak. MUAL pagi hari. Sering Buang Air Besar (BAB)  3 kali/hari atau lebih, sulit BAB (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana. Sering KEMBUNG, sering buang angin dan bau tajam. Sering NYERI PERUT.
  • GIGI DAN MULUT : Nyeri gigi, gigi berwarna kuning kecoklatan, gigi rusak, gusi mudah bengkak/berdarah. Bibir kering dan mudah berdarah, sering SARIAWAN, lidah putih & berpulau, mulut berbau, air liur berlebihan.
  • PEMBULUH DARAH Vaskulitis (pembuluh darah kecil pecah) : sering LEBAM KEBIRUAN pada tulang kering kaki atau pipi atas seperti bekas terbentur. Berdebar-debar, mudah pingsan, tekanan darah rendah.
  • OTOT DAN TULANG : nyeri kaki atau kadang  tangan, sering minta dipijat terutama saat malam hari. Kadang nyeri dada
  • SALURAN KENCING : Sering minta kencing, BED WETTING (semalam  ngompol 2-3 kali)
  • MATA : Mata gatal, timbul bintil di kelopak mata (hordeolum). Kulit hitam di area bawah kelopak mata. memakai kaca mata (silindris) sejak usia 6-12 tahun.
  • HORMONAL : rambut berlebihan di kaki atau tangan, keputihan, gangguan pertumbuhan tinggi badan. PreMenstrual Syndrome : gangguan saat haid. Rambut rontok.
  • Kepala,telapak kaki/tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam/ac). Keringat  berbau.
  • FATIQUE :  mudah lelah, sering minta gendong

GANGGUAN PERILAKU YANG SERING MENYERTAI PENDERITA BERAT BADAN KURANGH

  • SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala, MIGRAIN, TICS (gerakan mata sering berkedip), , KEJANG NONSPESIFIK (kejang tanpa demam & EEG normal).
  • Hiperkinetik Tidak bisa diam, lebih suka pekerjaan diluar ruangan dibandingkan pekerjaan di belakang meja, Sedikit berkesan ”Tomboy” pada anak perempuan
  • GANGGUAN KONSENTRASI: cepat bosan sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi,main game, baca komik, belajar. Mengerjakan sesuatu  tidak bisa lama, tidak teliti, sering kehilangan barang, tidak mau antri, pelupa, suka “bengong”, TAPI CERDAS
  • EMOSI TINGGI, depresi dan mudah cemas, mudah marah, sering berteriak, keras kepala, negatifisme
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK :  Jalan terburu-buru, mudah tersandung kaki kursi atau kaki meja
  • GANGGUAN SENSORIS : sensitif terhadap suara (frekuensi tinggi) , cahaya (mudah silau), perabaan telapak kaki dan tangan sensitif  (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan bianatang berbulu)
  • GANGGUAN ORAL MOTOR :  bicara terburu-buru, gagap. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH, makan cenderung pilih-pilih tidak suka makan makanan berserat (daging sapi, sayur)
  • IMPULSIF : banyak bicara,tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain

KOMPLIKASI SERING MENYERTAI

  • Daya tahan menurun sering sakit demam, batuk, pilek setiap bulan bahkan sebulan 2 kali. (normal sakit seharusnya 2-3 bulan sekali)
  • Karena sering sakit berakibat Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR) ATAU SINUSITIS  hindari operasi amandel yang tidak perlu atau mengalami Infeksi Telinga
  • Waspadai dan hindari efek samping PEMAKAIAN OBAT TERLALU SERING.
  • Mudah mengalami INFEKSI SALURAN KENCING.  Kulit di sekitar kelamin sering kemerahan
  • SERING TERJADI OVERDIAGNOSIS TBC  (MINUM OBAT JANGKA PANJANG PADAHAL BELUM TENTU MENDERITA TBC / ”FLEK ”)  KARENA GEJALA ALERGI MIRIP PENYAKIT TBC. BATUK LAMA BUKAN GEJALA TBC PADA ANAKBILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN DOKTER LAINNYA
  • INFEKSI JAMUR (HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah, selangkangan, di leher, perut atau dada, KEPUTIHAN
 

Cara Membuktikan Adanya pengaruh alergi makanan

    • Bila tanda dan gejala  timbul lebih dari 3 dan di sertai salah satu gangguan saluran cerna maka sangat mungkin berbagai gangguan tersebut disebabkan karena alergi atau hipersenitifitas makanan.
    • Kemudian lakukanlah eliminasi provokasi makanan seperti yang tersebut di atas selama 3 minggu di bawah pengawasan dokter ahli. Bila berbagai gangguan tersebut membaik maka dapat dipastikan bahwa anda mengalami alergi makanan. Dan berbagai gangguan yang ada selama ini disebabkan karena alergi makanan. Tetapi dalam melakukan eliminasi makanan selama 3 mingu tersebut haris disiplin dan ketat. Gangguan alergi biasanya masih sering timbul dalam pelaksanaan  eliminasi makanan tersebut bila penderita tidak disiplin dan mengalami infeksi virus yang sering tidak terdeteksi seperti badan hangat, bersin, hidung buntu dan sebagainya.
    • Pencetus atau hal yang memperberat (bukan penyebab) adalah udara dingin, stres, aktifitas, udara panas. Bila terdapat pencetus tersebut manifestasi alergi tidak akan timbul bula penyebab alergi makanan dihindari
    • Penyebab lain yang memperberat  tersebut  adalah Saat terkena infeksi seperti demam, batuk, pilek atau muntah dan infeksi lainnya atau Saat terdapat gangguan hormonal : menstruasi, kehamilan dan paska persalinan
    • Bila setelah 3 minggu berbagai keluhan yang ada tersebut membaik maka pendapat yang selama ini menyebutkan bahwa “Aku Tidak Alergi Makanan Adalah Tidak Benar”

Penyebab dan Pemicu

  • Genetik Hipersensitif saluran cerna biasa terjadi karena secara genetik atau bakat alamiah. Biasanya faktor keturunan sangat berperananan. Faktor fenotipe atau kesamaan wajah misalnya orangtua, anak atau saudara yang mempunyai wajah sama biasanya akan mengalami gangguan hieprsensitif saluran cerna yang sama. Gangguan saluran cerna yang dialami oleh orangtua yang wajahnya sama atau suadara kandung yang wajahnya sama seperti mudah muntah bila menangis, berlari atau makan banyak atau bila naik kendaran bermotor, pesawat atau kapal. Sering mengalami mual terutama pagi hari bila hendak gosok gigi atau sedang disuap makanan.Sering Buang Air Besar (BAB) 3 kali/hari atau lebih, sulit BAB (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana. Sering sendawa atau “glegekan”, sering kembung, sering buang angin dan buang angin bau tajam. Sering nyeri perut. Pada penderita dewasa sering megalami gejala penyakit “Maag”, dyspepsia atau Iritable Bowel Syndrome
  • Gangguan Fungsional Gangguan fungsi saluran cerna ini biasanya hanyalah gangguan fungsional bukan gangguan organik atau organ saluran cernanya normal dan baik-baik saja. Sehingga bila dilakukan pemeriksaan USG, CT Scan, endoskopi atau pemeriksaan penunjang lainnya pada umumnya normal
  • Gangguan Organik Penyebab gangguan saluran cerna lainnya yang jarang adalah gangguan organik seperti stenosis pilorik, sumbatan usus, intususepsi, invaginasi, penyakit Hirshprung, infeksi pencernaan atau gangguan organik lainnya. Biasanya gangguan organik yang terjadi lebih berat seperti berak darah berlebihan dalam 1-3 hari semakin sering, muntah berlebihan lebih 5-7 kali kadang disetai muntah warna hijau, kembung berlebihan hingga perut sangat keras dan besar.
  • Alergi dan Hipersensitifitas Makanan Gangguan hipersensitif saluran cerna sering terjadi pada penderita alergi makanan, hipersensitif makanan, penyakit celiak dan gangguan reaksi simpang makanan lainnya. Gangguan hipersensitif saluran cerna tersebut akan hilang timbul sering disebabkan karena pengaruh beberapa makanan yang menggganggu atau reaksi simpang makanan. Alergi makanan harus dicurigai sebagai penyebab gangguan manifestasi alergi selama ini bila terdapat gangguan saluran cerna. Tetapi sayangnya gangguan saluran cerna tersebut sangat ringan dan dianggap biasa sehingga lepas dari pengamatan penderita ataupun bahkan seorang dokter ahli. Bila hal ini terjadi maka seringkali terjadi kesalahan dalam mengidentifikasi penyebab alergi. Sehingga sering overdiagnosis, bahwa penyebab alergi adalah debu dan udara dingin, padahal alergi makanan sangat mungkin berperanan penting.
  • Dianggap Bagian Terpisah Penderita sensitif saluran cerna biasanya tidak hanya mengalami satu gejala saja, misalnya disertai gelala alergi lainnya seperti asma, hidung, dermatitis (alergi kulit). Penderita sensitif saluran cerna biasanya terganggu beberapa organ tubuhnya khususnya saluran cernanya secara bersamaan meski dalam bentuk ringan. Tetapi sayang dalam praktek sehari-hari untuk menilai gangguan alergi sebagian dokter seringkali hanya memandang satu keluhan saja dalam penanganan sebuah penyakit. Misalnya dokter kulit hanya melihat gangguan dermatitis padahal saluran cernanya bermasalah juga karena alergi. Sedangkan dokter ahli pernapasan atau paru hanya memandang sesak atau hipersekresi bronkus atau napas berbunyi grok-grok sebagai masalah utama, padahal penderita asma atau sensitif saluran napas juga sering mengalami gangguan saluran cerna seperti Gastrooesephageal Refluks, mual, muntah atau seringatau sebaliknya sulit BAB. Demikian juga ahli THT hanya melihat gangguan cairan telinga bayi yang dipicu alergi, tetapi tidak melihat keluhan sensitif saluran cerna. Sebaliknya dokter ahli saluran cerna hanya melihat keluhan saluran cerna tersendiri padahal keluhan saluran napas, rinitis dan dermatitis (alergi kulit) yang menyertai adalah termasuk kesatuan dalam gangguan penyakit itu.
  • Infeksi virus atau infeksi lain Selama ini setiap gangguan alergi atau sensitif saluran cerna pada bayi sering divonis sebagai alergi susu sdapi atau alergi makanan. Padahal seringkali justru infeksi virus memicu atau memperberat gangguan yang sudah ada sebelumnya. Infeksi virus atau infeksi lain yang terjadi di luar saluran cerna tetapi dapat mengganggu saluran cerna. Gejala infeksi virus kadang ringan seperti badan hangat, sakit kepala, badan pegal atau kecapekan, batuk dan pilek. Karena ringannya keluhan selama ini infeksi virus tersebut dianggap sebagai masuk angin, terlalu capek, mau flu tidak jadi atau panas dalam. Justru saat ke dokter penyebab tersering dan lebih berat adalah infeksi virus bukan alergi. Sebaliknya justru alergi timbul lebih ringan dan penderita tidak ke dokter. Sehingga sering asma kambuh lagi saat flu, sinusitis kambuh lagi saat flu, nyeri perut atau gejala maag timbul saat flu atau sesak timbul lagi saat batuk yang keras dan demam. Tetapi sayangnya penderita bahkan dokter sekalipun kadang sulit membedakan antara virus dan alergi. Seringkali gejala alergi disebut infeksi sebaliknya infeksi virus dianggap sebagai alergi.

Penanganan:

  • Bila penderita mengalami gangguankenaikkan berat badan dan disertai satu atau beberapa gangguan hipersensitif saluran cerna dan disertai beberapa gejala laian yang menyertai maka sangat mungkin gangguan saluran cerna tersebut berkaitan sebagai faktor penyebab atau pemicu. Misalnya saat bayi kolik seringkali terjadi keluhan kulit sensitif atau gangguan buang air besar atau muntah lebih sering, bersin dan pilek.
  • Bila disertai infeksi virus ringan yang kadang bila tidak dicermati seperti normal, maka keluhan terebut akan membaik setelah 5 hari. Namun bila  daya tahan tubuh tidak bagus dan di sekitarnya ada yang mudah sakit maka gangguan tersebut akan hilang timbul berkepanjangan
  • Lakukan diet elminasi provokasi makanan selama 3 minggu untuk mendiagnosis dan memperbaiki saluran cerna. Lihat dan baca Intervensi Diet (Eliminasi Provokasi Makanan) Sebagai Terapi dan Diagnosis Berbagai Gangguan Fungsional Tubuh Manusia. Bila bayi minum ASI sebaiknya harus diperhatikan dan dilakukan intervensi makanan ibu yang dikonsumsi
  • Bila setelah dalam 3 minggu berbagai gangguan tersebut membaik maka dapat dipastikan bahwa gangguan sensitif saluran cerna tersebut berkaitan dengan berbagai gangguan yang ada.
  • Obat-obatan untuk berbagai gangguan tersebut hanya bersifat sementara. Setelah itu gangguan tersebut akan hilang timbul berulang terus. Bahkan seringkali berbagai obat kadang tidak berpengaruh

Kumpulan Artikel dr Widodo Judarwanto, pediatrician Lainnya

100 Favorites Articles for Professional

.

 

www.pickyeatersclinic.com

supported by

PICKY EATERS AND GROW UP CLINIC (Klinik Khusus Kesulitan Makan dan Gangguan Berat Badan) GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 085100466103 – 085101466102. GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, phone (021) 29614252 – 08131592-2013 08131592-2012 email : judarwanto@gmail.com drnarulitadewi@gmail.com http://pickyeatersclinic.com . Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician Editor: Audi Yudhasmara email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone 089683015220 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Curriculum Vitae Dr Widodo judarwanto, Pediatrician

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider
Copyright © 2015, Picky Eaters and Grow Up Clinic, Information Education Network. All rights reservedxz

5 responses to “Wuihh, Berat Badanku Kurus Ternyata Gangguan Fungsi Saluran Cerna

  1. hampir semua sama dengan yg dialami anak saya bagaimana dok cara mengatasinya biar anak saya sehat dan bb nya cepat naik tolong dok bagi sarannya……

  2. anak sy 11th alergi telur, gatal ditelapak kaki,badan pendek n kecil, apakah ada vitamin atau obat ut anti alergi n tumbuh badannya?m

  3. Dok persis semua yang q alami pantesan sulit menambah BB sudah minum Herbalife Pun gak berubah juga , dok bagaimana solusinya terima kasih😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s