Mitos dan Kontroversi : Sulit Makan dan Neophobia, ketakutan mencoba segala sesuatu yang baru ?

  • Mitos dan Kontroversi : Anak sulit makan sering dianggap karena tidak mau atau sulit mencoba jenis makanan baru yang berbeda. Kondisi ini sering disebut dengan neophobia, atau ketakutan untuk mencoba segala sesuatu yang baru.
  • Fakta: Anak sulit makan bukan karena tidak mau atau sulit mencoba jenis makanan baru yang berbeda. Tetapi karena pada anak sulit makan mengalami gangguan oral motor atau oral hipersensitif. Gangguan itu mengakibatkan gangguan mengunyah menelan sehingga mereka akan pilih pilih atau menolak makanan dengan tekstur tertentu terutama yang berserat seperti sayur, daging sapi atau nasi. Anak seperti ini hanya mau makanan yang tidak berserat dan yang crispy atau kriuk seperti telor, mi, nugget, biskuit, kerupuk dan sejenisnya. Anak sulit makan juga mengalami oral hipersensitif ditandai sulit makan makanan yang lengket, sulit makan makanan yang berasa tajam seperti terlalu manis atau terlalu pahit biasanaya lebih suka yang agak asam.

Gangguan Oral Motor

Sebagian besar penderita sulit makan mengalami gangguan oral motor. Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makanan ke mulut, kemudian mengunyah dan menelan, sehingga ketrampilan dan kemampuan sistem pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperan dalam proses makan. Pergerakan motorik yang berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah, dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah, dan banyak otot lainnya di sekitar mulut.

Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan dimulut, mengunyah dan menelan. Ketrampilan dan kemampuan koordinasi oral motor atau koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperanan dalam proses makan tersebut. Pergerakan morik tersebut berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan proses makan di mulut tersebut seringkali berupa gangguan mengunyah makanan.

Gangguan proses makan di mulut sering disertai gangguan nafsu makan yang makan yang tidak baik. Pengertian kesulitan makan adalah jika anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia secara fisiologis (alamiah dan wajar), yaitu mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan, mengunyah, menelan hingga sampai terserap dipencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa pemberian vitamin dan obat tertentu. Gejala kesulitan makan pada anak adalah (1) Memuntahkan atau menyembur-nyemburkan makanan yang sudah masuk di mulut anak, (2).Makan berlama-lama dan memainkan makanan, (3) Sama sekali tidak mau memasukkan makanan ke dalam mulut atau menutup mulut rapat, (4) Memuntahkan atau menumpahkan makanan, menepis suapan dari orangtua, (5). Tidak menyukai banyak variasi makanan atau suka pilih-pilih makan dan (6), Kebiasaan makan yang aneh dan ganjil.

Gangguan oral motor dan nafsu makan yang berkurang sering disebabkan karena gangguan fungsi saluran cerna. Data yang ada di Picky Eaters Clinic Jakarta, sebagian besar penderita atau sekitar 90 persen penderita sulit makan sering disertai gangguan alergi dan hipersensitiftas saluran cerna. Gangguan hipersensitif saluran cerna pada bayi berupa : GASTROOESEPHAGEAL REFLUKS atau GER, Sering muntah atau gumoh, kembung,“cegukan”, buang angin keras dan sering, Sering rewel atau gelisah terutama malam hari atau kadang mengalami kolik namun kedaan ini sering dianggap haus minta minum, BAB > 3 kali perhari, BAB tidak tiap hari. Feses warna hijau,hitam dan berbau. Sering “ngeden & beresiko Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis, tali pusat lama keringnya dan lepasnya lama. Air liur berlebihan. Lidah/mulut sering timbul putih, bibir kering. Gangguan hipersensitif saluran cerna pada anak berupa : MUAL terutama pagi hari, bila menangis atau batuk mudah muntah, BAB tidak tiap hari, sering sulit atau ngeden bila BAB, BAB lebih dari 2 kali, mudah NYERI PERUT (Seperti mau BAB tapi tidak jadi), tidur nungging, Feses : bau tajam, bulat (seperti kotoran kambing) warna hitam, hijau atau gelap, berlendir, pernah berdarah (sering danggap disentri atau amuba), mulut berbau, bihir kering, lidah kotor dan berpulau, mudah mual atau muntah, sering buang angin dan berbau tajam

Fenomena anak sulit makan dan hanya mau minum susu adalah problem klasik yang sejak lama belum terungkap secara benar. Keadaan seperti ini menimbulkan berbagai opini dan spekulasi, baik oleh klinisi dan orang tua yang tidak sepenuhnya benar. Meski pada umumnya usia setelah 3-5 tahun anak akan dapat mulai makan, bila dicari penyebabnya biasanya keluhan tersebut dapat membaik sebelum usia tersebut. Pada umumnya gangguan tersebut disebabkan karena gangguan oral motor yang sering terjadi pada penderita sensitif saluran cerna terutama dengan keluhan muntah dan mual. Keadaan anak yang hanya mau susu saja dan tidak mau makan khususnya nasi, daging sayur atau buah harus diamati secara teliti dan cermat.

Penelitian yang dlakukan di grow Up Clinic Jakarta menunjukkan bahwa anak yang menderita Gastrooesephageal Refluks atau mudah muntah dan mual saat bayi dan usia anak ternyata banyak mengalami gangguan oral motor. Gangguan fungsi saluran cerna tersebut sering dialami oleh penderita alergi dan hipersensitifitas makanan. Ternyata saat dilakukan penanganan alergi dan hipersensifitas makanan gangguan oral motor tersebut ikut berkurang.

Menurut penelitian di Picky Eaters Clinic Jakarta, gangguan saluran pencernaan khususnya gangguan muntah dan mual atau penderita Gastrooesepageal Refluks tampaknya merupakan faktor resiko terpenting dalam gangguan oral motor pada anak. Hal ini salah satunya dapat dijelaskan dengan teori “Gut Brain Axis”. Teori ini menunjukkan bahwa bila terdapat gangguan saluran cerna maka mempengaruhi fungsi susunan saraf pusat atau otak. Gangguan fungsi susunan saraf pusat tersebut berupa gangguan neuroanatomis dan neurofungsional. Salah satu manifestasi klinis yang terjadi adalah gangguan koordinasi motorik kasar mulut atau gangguan oral motor.

Meski jarang, gangguan ini juga bisa terjadi dalam bentuk yang tidak ringan pada penderita paska infeksi otak, gangguan kelainan bawaan, cerebral palsy dan gangguan persarafan lainnya. Namun justru gangguan oral motor sering terjadi pada penderita normal. Pada penderita normal biasanya terjadi pada penderita alergi saluran cerna dan hipersensitivitas saluran cerna lainnya.

Gangguan ini akan lebih sering pada bayi dengan kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah. Gangguan pencernaan tersebut kadang tampak ringan seperti tidak ada gangguan bahkan orangtua atau dokter seringkali menganggapnya sebagai sesuatu yang normal. Keluhan paling sering adalah tampak anak sering mudah mual atau muntah bila batuk, menangis atau berlari. Sering nyeri perut sesaat dan bersifat hilang timbul, bila tidur sering dalam posisi “nungging” atau perut diganjal bantal. Sulit buang air besar (bila buang air besar “ngeden”, tidak setiap hari buang air besar, atau sebaliknya buang air besar sering (>2 kali/perhari). Kotoran tinja berwarna hitam atau hijau dan baunya sangat menyengat, berbentuk keras, bulat (seperti kotoran kambing), pernah ada riwayat berak darah. Lidah tampak kotor, berwarna putih serta air liur bertambah banyak atau mulut berbau.

Gangguan saluran cerna ini seringkali disebabkan karena imaturitas atau ketidakmatangan saluran cerna pada anak tertentu. Sebagian besar gangguan ini sering terjadi pada penderita alergi makanan,atau hipersensitivitas makanan lainnya. Pada umumnya, ketidakmatangan saluran cena tersebut akan membaik setelah usia 5 tahun. Hal inilah yang menjelaskan mengapa setelah usia 5 tahun anak semakin membaik sebagian besar gejalanya meski tanpa dilakukan intervensi apapun. Sebaliknya, bila dilakukan intervensi seperti pemberian vitamin, enzim bahkan obat-obatan muntah apapun hanya dapat memperbaiki sesaat. Namun sebelum usia tersebut akan membaik bila dilakukan identifikasi penyebab khususnya makanan yang mengganggu saluran cerna tersebut dapat dikenali.Sebagian besar kasus penderita di Picky Eaters Clinic Jakarta gangguan membaik setelah dilakukan eliminasi provokasi makanan penyebab alergi atau hipersensitivitas.

Gangguan Penyerta

  • Keadaan ini sering disertai gangguan tidur malam. Gangguan tidur malam tersebut seperti malam sering rewel, kolik, tiba-tiba terbangun, mengigau atau menjerit, tidur bolak balik dari ujung ke ujung lain tempat tidur. Saat tidur malam timbul gerakan brushing atau beradu gigi sehingga menimbulkan bunyi gemeretak.
  • Biasanya disertai gangguan kulit : timbal bintik-bintik kemerahan seperti digigit nyamuk atau serangga, biang keringat, kulit berwarna putih (seperti panu) di wajah atau di bagian badan lainnya dan sebagainya. Kulit di bagian tangan dan kaki tampak kering dan kusam Tanda dan gejala tersebut di atas sering dianggap biasa oleh orang tua bahkan banyak dokter atau klinisi karena sering terjadi pada anak. Padahal bila di amati secara cermat tanda dan gejala tersebut merupakan manifestasi adanya gangguan pencernaan, yang mungkin berkaitan dengan kesulitan makan pada anak.

Pengalaman klinis di Picky Eaters Clinic Jakarta didapatkan sekitar 30% anak yang mengalami gangguan proses makan di mulut atau gangguan oral motor. Gangguan oral motor atau pergerakan motorik mulut ini akan mengakibatkan gangguan mengunyah dan menelan. Tampilan klinis yang terjadi adalah mengalami kesulitan dalam makan bahan makanan yang berserat atau bertekstur kasar seperti sayur atau daging sapi (empal).

Analisa kejadian ini berkembang bahwa apakah anak memang “tidak mau” makan sayur atau memang “tidak bisa” makan sayur. Pada umumnya, orang tua penderita kadang tidak khawatir karena berat badan anak tetap baik, anak lincah dan tetap pintar. Pada sebagian besar kasus, anak tidak mengalami gangguan kenaikan berat badan karena asupan makanan yang tidak bisa masuk diganti dengan susu. Anak tidak mengalami gangguan berat badan karena minum susunya sangat banyak. Namun pada sebagian kasus lainnya, berat badan anak tidak baik bila selain sulit makan susu juga tidak mau.

Tumbuh dan kembang anak yang optimal tergantung beberapa hal, di antaranya adalah pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantitas sesuai kebutuhan. Dalam masa tumbuh kembang, pemberian nutrisi atau asupan makanan pada anak tidak selalu dapat dilaksanakan dengan sempurna. Sering timbul masalah terutama dalam pemberian makanan, salah satunya karena oral motor. Orang tua harus mencermati, apakah memang anaknya mempunyai gangguan tersebut.

Gangguan Oral Motor

Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan di mulut, mengunyah dan menelan. Keterampilan dan kemampuan koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperan dalam proses makan tersebut. Pergerakan morik berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan proses makan di mulut atau disebut gangguan oral motor seringkali berupa gangguan mengunyah makanan. Hal inilah yang mengakibatkan anak hanya bisa minum susu dan tidak bisa makan jenis lainnya.

Ciri-ciri gangguan oral motor :

  • Keterlambatan makanan kasar tidak bisa makan nasi tim saat usia 9 bulan, belum bisa makan nasi saat usia 1 tahun sehingga makan harus selalu diblender pada usia di bawah 2 tahun.
  • Anak tidak bisa makan sayur, buah dan makanan tertentu. Hal ini terjadi bukan karena anak tidak suka tetapi anak tidak bisa mengunyah dan menelan makanan tersebut. Biasanya anak tidak bisa makan bahan makanan yang bertekstur kasar dan berserat seperti daging sapi (empal) atau sayur seperti kangkung.
  • Sehingga anak akan lebih suka makanan yang bertekstur lembut seperti mi, makaroni, telor, air jeruk. Kadang sayur yang bisa dimakan adalah sayur yang tidak berserat seperti wortel, kentang, bayam atau brokoli.
  • Anak lebih suka makanan yang “cryspy” atau kriuk, dengan karakteristik anak hanya suka kerupuk, biskuit atau bila makan ayam goreng hanya dimakan bagian yang kriuknya.
  • Anak juga tidak suka makanan yang beraroma amis seperti ikan laut, hati sapi atau makanan amis lainnya.
  • Anak juga tidak suka dengan rasa yang terlalu kuat seperti terlalu manis sebaliknya anak lebih suka yang asin.
  • Karakter lainnya anak juga tidak suka makanan yang lengket di mulut seperti dodol lunak, kue lapis tradisional atau makanan lengket lainnya.
  • Bila anak sedang muntah dan akan terlihat tumpahannya terdapat bentukan nasi yang masih utuh. Hal ini menunjukkan bahwa proses mengunyah nasi tersebut tidak sempurna.
  • Tetapi kemampuan untuk makan bahan makanan yang keras seperti kerupuk atau biskuit tidak terganggu, karena hanya memerlukan beberapa kali kunyahan.
  • Gangguan koordinasi motorik mulut ini juga mengakibatkan kejadian tergigit sendiri bagian bibir atau lidah secara tidak sengaja. Gangguan ini tampaknya bersifat heriditer atau menurun dari orang tua. Biasanya salah satu orang tuanya juga mengalami gangguan proses makan di mulut, seperti bila makan selalu cepat selesai, tidak dikunyah banyak langsung ditelan dan suka pilih-pilih makanan.
  • Kelainan lain yang berkaitan dengan koordinasi motorik mulut adalah keterlambatan bicara dan gangguan bicara (cadel, gagap, bicara terlalu cepat sehingga sulit dimengerti).
  • Gangguan oral motor biasanya disertai gangguan keseimbangan dan motorik kasar lainnya seperti tidak mengalami proses perkembangan normal duduk, merangkak dan berdiri. Sehingga terlambat bolak-balik (normal usia 4 bulan), terlambat duduk merangkak (normal 6-8 bulan) atau tidak merangkak tetapi langsung berjalan, keterlambatan kemampuan mengayuh sepeda (normal usia 2,5 tahun), jalan jinjit, duduk bersimpuh leter “W”. Bila berjalan selalu cepat, terburu-buru seperti berlari, sering jatuh atau menabrak, sehingga sering terlambat berjalan.
  • Biasanya anak seperti ini hanya menyukai aktivitas di dalam ruangan tidak menyukai aktivitas di luar lapangan seperti main bola, berlari atau melompat karena ada kendala dalam hal motorik kasar. Tetapi sebaliknya, kemampuan motorik halus anak seperti ini sangat baik seperti main komputer, menggambar, main game dan kegiatan motorik halus lainnya. Kegiatan tersebut adalah kegiatan yang lebih banyak dilakukan di dalam rumah, sehingga ini membuat anak hanya lebih suka aktivitas di dalam rumah.
  • Ciri lainnya biasanya disertai gejala anak tidak bisa diam, mulai dari overaktif hingga hiperaktif. Juga sering diikurti gangguan perilaku seperti gangguan emosi kadang emosinya sangat tinggi, keras kepala, mudah marah serta sulit berkonsentrasi, gampang bosan dan selalu terburu-buru.
  • Gangguan lain yang sering terjadi adalah daya tahan tubuh anak jelek sehingga anak sering mengalami infeksi virus ringan seperti radang tenggorokan, batuk, pilek, demam. Rumitnya begitu anak terkena sakit maka akan memperburuk nafsu makan dan kemampuan oral motornya karena saat sakit saluran cernanya lebih terganggu. Pada saat sakit anak lebih mudah muntah, sakit perut atau gangguan buang air besar.

Penanganan

  • Bila gangguan oral motor disertai dengan gangguan saluran cerna maka penanganan terbaik adalah memperbaiki gangguan saluran cerna yang ada. Jalan terbaik memperbaiki saluran cerna tersebut bukanlah dengan pemberian vitamin atau enzim pencernaan atau probiotik. Tetapi dengan mencari penyebabnya mengapa gangguan makan tersebut terjadi.
  • Di Picky Eaters Clinic Jakarta dilakukan intervensi dengan melaksanakan identifikasi penyebab makanan yang mengganggu sekaligus untuk memperbaiki saluran cerna. Metode yang dilakukan bukan dengan tes alergi atau pemeriksaan laboratorium tetapi dengan melakukan Chalenge Test atau eliminasi provokasi makanan. Karena tes alergi dan pemeriksaan laboratorium tidak bisa memastikan penyebab alergi dan hipersensitivitas makanan. Metode eliminasi provokasi tersebut adalah penderita harus mengkonsumsi makanan tertentu yang termasuk kategori aman untuk saluran cerna dan menghindari makanan yang beresiko menganggu pencernaan.
  • Setelah dilakukan dalam waktu 3 minggu target yang harus dievaluasi adalah membaiknya gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, nyeri perut atau gangguan buang air besar. Saat saluran cerna tersebut membaik ternyata gangguan nafsu makan anak membaik, gangguan mengunyah anak berkurang bhkan gangguan lain yang menyertai seperti gangguan tidur, gangguan emosi, gangguan konsentrasi atau gangguan morotik kasar juga ikut membaik. Intervensi lain yang dilakukan adalah dengan melakukan terapi motor oral.
  • Dengan melakukan berbagai metode intervensi, anak juga dilatih untuk memperbaiki gangguan oral motor dengan latihan sederhana di rumah. Rekomendasi lain yang harus diperhatikan, karena anak mengalami gangguan mengunyah menelan maka anak kesulitan dalam mengkonsumsi makanan berserat, berbau amis dan terlalu manis. Sehingga sebaiknya makanan yang berbau amis seperti ikan laut, atau hati sapi harus diupayakan supaya bau amisnya berkurang. Selain itu sebaiknya makan yang dengan rasa manis harus dikurangi dengan diganti yang asin, tetapi jangan berlebihan dalam pemberian garam.
  • Dalam penanganan gangguan ini memang terjadi banyak beda pendapat baik orangtua atau di kalangan klinisi sekalipun, karena sampai saat ini faktor penyebab gangguan itu belum terungkap secara jelas.
  • Seringkali dilakukan advis untuk menghentikan susu karena dianggap bahwa tidak mau makan hanya karena terlalu banyak minum susu. Tetapi, saat minum susu dihentikan anak tetap tidak mau makan, bahkan terjadi berat badan anak merosot drastis. Hal ini terjadi karena kesulitan makan tersebut bukan karena kebanyakan susu tetapi karena gangguan mual dan gangguan oral motor pada anak
  • Berbagai tip dan cara pemberian makanan bagi anak ternyata kurang bermanfaat bila penyebab utama gangguan saluran cerna pada anak sulit makan tidak diperbaiki. Ternyata saat dilakukan intervensi penanganan gangguan fungsi saluran cerna terdapat perbaikan diikuti membaiknya nafsu makan anak.

supported by

PICKY EATERS CLINIC GROW UP CLINIC Klinik Khusus Kesulitan Makan Pada Anak dan Klinik Khusus Gangguan Pertumbuhan Berat Badan Anak Yudhasmara Foundation http://www.pickyeaterschild.wordpress.com/ email : judarwanto@gmail.com. GRoW UP CLINIC I JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210 Phone : 5703646 – 44466102 CHILDREN GROW UP CLINIC II, MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 Phone 44466103

GROW UP CLINIC JAKARTA” For Children, Teen and Adult Focus and Interest on: Allergy Clinic Online, Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan), Children Foot Clinic, Physiotherapy and Rehabilitation Clinic, Oral Motor Disorders and Speech Clinic, Children Sleep Clinic, Pain Management Clinic Jakarta, Autism Clinic, Children Behaviour Clinic, Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic, NICU – Premature Follow up Clinic, Lactation and Breastfeeding Clinic, Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen

Picky Eaters and Grow Up Clinic, Information Education Network.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s