Tips Terkini dan Cara Pemberian Makan Pada Anak Dengan Sulit Makan

TIPS DAN CARA PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK DENGAN KESULITAN MAKAN

Cara pemberian makan yang baik dan benar sangat berpengaruh terhadap selera makan pada anak. Berikut ini terdapat beberapa cara dan petunjuk untuk mengatasi kesulitan makan pada anak.

  • Beri jumlah makanan secara bertahap sedikit demi sedikit tapi sering, jangan terlalu bernafsu untuk memberi sekaligus banyak pada anak dengan masalah pencernaan.
  • Bila menyuruh makan pada anak harus dengan suara lemah lembut dan dengan pendekatan yang baik tanpa memaksa. Jangan dengan perasaan emosi, marah atau dengan nada tinggi dan bersifat menekan.
  • Membuat makan jadi menyenangkan dengan menyajikan makanan dengan dalam berbagai bentuk atau bentuk wajah di piring
  • Memberi contoh – pada bayi atau balita Ibu. cCicipi sendiri makanan bayi dan buat suara ‘mmm’ sehingga bayi Ibu mengerti itu makanan yang enak dan ingin meniru.
  • Tawarkan porsi-porsi kecil dengan rasa dan tekstur berbeda pada waktu makan sehingga jika dia tidak suka yang satu dia bisa mencoba yang lain (meski tidak harus selalu makanan favoritnya). Porsi yang kecil juga lebih tidak menakutkan –tidak terlihat menakutkan baginya dan Ibu bisa menambahkan lagi jika dia menyenanginya!
  • Jika bayi Ibu memuntahkan kembali makanan, bersabarlah dan coba lagi lain hari.  – mMungkin perlu ditambah sedikitsedikit variasi menggunakan dengan makanan favoritnya. Ini adalah proses yang panjang, namun bayi Ibu akan berterima kasih suatu hari nanti!
  • Butuhkan tBila Ibu butuh trik dan tips tersendiri untuk batitabalita yang rewel susah makan, dan kami juga menyediakan panduannya! Baca lagi tentang menghadapi bayi yang lebih besarbalita yang susah ka pilih-pilih makanan.
  • Bila sudah tiba saat jam makan tapi anak sedang asyik bermain, jangan langsung dihentikan mendadak permainan si anak. Cobalah anak untuk diingatkan sebelumnya, misalnya berkata dengan lembut : sepuluh menit lagi permainannya harus berhenti ya… karena adik harus makan  siang !..
  • Buatlah suasana makan itu menyenangkan dengan pembicaraan yang menarik bagi anak. Kurangi pembicaraan mengenai makan itu sendiri. Suasana yang “mencintai dan mendukung” amat diperlukan. Terimalah bila anak tidak menghendaki suatu jenis makanan tertentu, tetapi jelaskan nutrisi yang terkandung dalam makanana tersebut tanpa terkesan ‘memaksa’.
  • Sajikan makanan-makanan sederhana, makanan yang mudah dikenali. Anak usia kanak-kanak awal ini biasanya ingin mengetahui apa yang dimakannya dan menolak makanan yang dicampur, sehingga mereka tidak mengenal bentuknya, misalnya gado-gado.
  • Jika mungkin sajikan makanan yang dapat dipegang, misalnya kentang goreng, tempe, sate bdan sebagainya.
  • Setiap kali hanya mengenalkan satu jenis makanan baru.
  • Sajikan dalam porsi kecil, terutama makanan yang baru dikenal atau yang tidak disenanginya.
  • Perhatikan penampilan dari bentuk, tekstur, warna dan rasa dari makanan. Kreatiflah dalam menyajikan makanan, misalnya membuat dadar telur yang berwajah, dsb.
  • Ikut sertakan anak untuk menentukan menu makanan yang hendak dimakan. Jika anak merasa menjadi bagian dari aktivitas, maka biasanya mereka menjadi lebih tertarik. Gunakan lembar berisi informasi tentang makanan beserta gambar, misalnya daging, telur, ayam, ikan sayur-sayuran. Bantu anak merencanakan makanannya dengan gambar piring yang akan diisi dengan makanan apa yang hendak dimakan hari ini
  • Berilah contoh makan yang baik bagi anak. Orangtua yang tidak bersemangat untuk makan atau rewel makan akan menjadi contoh yang buruk bagi anak, sebab anak biasa meniru tokoh yang berarti baginya.
  • Dengan mengetahui bahwa nafsu makan anak digerakkan oleh jumlah makanan yang dibutuhkan tubuh, orangtua seharusnya menjaga nafsu makan anak dan memastikan bahwa anak mendapatkan kebutuhan tubuhnya. Beberapa ahli  psikologi perkembangan anak tidak menyarankan anak dipaksa untuk makan apapun penyebabnya, karena semakin dipaksa anak akan semakin memberontak.
  • Menghidangkan menu yang bervariasi. Sama seperti orang dewasa, jika hampir setiap hari diberikan menu yang sama, maka anak akan bosan (meskipun menu yang diberikan merupakan menu favorit anak tersebut). Oleh karena itu, orangtua harus jeli dan pintar untuk memberikan menu yang bervariasi kepada anak. Misalnya: jika anak sudah sering diberi ikan cobalah mengganti ikan dengan ayam atau daging atau dapat pula diganti cara memasaknya.
  • Mempercantik tampilan makanan misalnya menghidangkan nasi goreng dengan diberi gambar wajah, mata yang terbuat dari tomat, bibir dari sosis, dan hidung dari ketimun. Penampilan nasi goreng yang seperti ini akan lebih menarik perhatian bagi anak daripada nasi goreng yang terhidang begitu saja di piring tanpa hiasan.
  • Saat anak sedang merasa sedih, cobalah untuk terlebih dahulu membuat perasaan anak lebih baik dengan menunjukkan kasih sayang dan mencoba mengerti penyebab mengapa anak merasa sedih. Contoh: anak sedih karena kematian anjing yang disayanginya, maka bisa dihibur dengan mengatakan bahwa “anjingnya sekarang sudah sembuh, tidak akan pernah sakit lagi di tempat yang baru”.
  • Biarkan anak makan sendiri. Jangan takut dengan kekotoran yang disebabkan anak makan sendiri, karena yang penting di sini adalah anak merasa mampu, dipercaya oleh orangtua, semakin mandiri dan kemampuan motoriknya juga akan terlatih dan berkembang baik.
  • Jangan memburu-buru anak agar makan dengan cepat. Anak yang makannya berlama-lama, tidak perlu diburu-buru. Jika semua sudah selesai makan, meja sudah dibersihkan dan anak masih bermain dengan makanannya, maka sebaiknya makanannya disingkirkan. Anak mungkin akan merasa marah, jika hal ini terjadi orangtua tidak perlu berdebat  ataupun memarahi anak, berikan perpanjangan waktu yang cukup, jika perpanjangan waktu sudah selesai maka makanan benar-benar ditarik dan tidak diberikan perpanjangan waktu lagi. Dengan demikian anak akan mengerti ada waktu untuk makan.
  • Tidak perlu setiap kali mengikuti keinginan anak dengan mengganti menu sesuai keinginannya, karena mungkin saja ketidaksukaannya disebabkan keinginan menentang dominasi orangtua. Sebaiknya tanamkan kesadaran pada anak bahwa makan adalah tugasnya, dengan tidak memuji jika makanan dihabiskan, dan juga tidak memarahi, mengancam, membujuk, menghukum, atau memberi label anak sebagai anak nakal jika makanannya tidak dihabiskan/tidak mau makan.
  • Jika anak tidak mau makan dan si anak berada dalam keadaan sehat, tidak apa-apa, singkirkan saja makanan dari meja makan, dan anak tidak perlu diberikan kudapan apapun di antara waktu makan utamanya.  Dengan demikian, ketika tiba waktu makan selanjutnya anak akan merasa lapar (bukan kelaparan) dan ia pasti akan makan apapun yang dihidangkan.
  • Tidak perlu memberikan porsi yang banyak kepada anak, sehingga sulit dihabiskan. Lebih baik memberikan porsi yang sedang, jika anak merasa kurang, ia boleh minta tambah.
  • Berikan makanan secara bertahap sesuai jenis dan kandungan gizi satu persatu,  mulai dari yang mengandung banyak zat besi dan protein (misalnya daging), sampai terakhir jenis yang kurang penting (misalnya puding sebagai penutup mulut). Jika anak merasa sudah kenyang sebelum sampai pada makanan tahap berikutnya, orangtua tidak perlu lagi memaksa anak untuk makan.
  • Kadangkala ajak anak anda untuk terlibat dalam perencanaan menu makanan  sehari-hari, disertai pemahaman bahwa menu makanan bergizi sangat penting untuk kesehatan anak.
  • Reaksi orangtua akan menentukan arah dan proses pembelajaran anak terhadap berbagai hal sampai mereka menemukan kesadaran dan tanggungjawab secara internal. Jika reaksi orangtua menguatkan perilaku sulit makan, maka yang terjadi kemudian adalah anak menjadi sulit makan. sebaliknya jika reaksi orangtua menguatkan perilaku mudah makan, maka anak mudah makan. Satu hal yang sebaiknya diingat orangtua adalah tidak mudah untuk selalu merespon perilaku anak secara tepat.
  • Kebiasaan makan orangtua akan menjadi contoh bagi anak, karena itu biasakanlah menyantap makanan beragam. Pastikan hanya makanan sehat dan bergizi yang tersedia di rumah.
  • Hormati selera makan anak Anda Jika anak Anda tidak lapar, jangan memaksa makan atau camilan. Demikian pula, jangan menyuap atau memaksa anak untuk makan makanan tertentu atau membersihkan nya atau piringnya. Ini mungkin hanya memicu – atau memperkuat – perebutan kekuasaan atas makanan. Selain itu, anak Anda mungkin datang untuk mengasosiasikan waktu makan dengan kecemasan dan frustrasi. Sajikan porsi kecil untuk menghindari kewalahan anak Anda dan berikan dia kesempatan untuk mandiri meminta lebih.
  • Berilah contoh yang baik Jika Anda makan berbagai makanan sehat, anak Anda lebih mungkin untuk mengikutinya.
  • Jadilah kreatif Tambahkan brokoli cincang atau paprika hijau untuk saus spaghetti, atas sereal dengan irisan buah, atau campuran parutan zucchini dan wortel ke dalam casserole dan sup.
  • Minimalkan gangguan Matikan televisi dan gadget elektronik lainnya selama makan. Ini akan membantu anak Anda fokus pada makan. Perlu diketahui bahwa iklan televisi mungkin juga mendorong anak Anda untuk menginginkan makanan manis.
  • Jangan menawarkan makanan penutup sebagai hadiah Pemotongan makanan penutup mengirimkan pesan bahwa makanan penutup adalah makanan terbaik, yang mungkin hanya meningkatkan keinginan anak Anda untuk permen. Anda dapat memilih satu atau dua kali seminggu sebagai hidangan penutup malam, dan melewatkan makanan penutup sisa minggu – atau mendefinisikan makanan penutup seperti buah, yoghurt atau pilihan sehat lainnya.
  • Jangan label anak Anda sebagai Picky Eaters atau ‘pemilih makanan.’ Rasa adalah keterampilan yang dapat diperoleh (dan harus diajarkan), seperti membaca. Dengan kata lain, pilih-pilih makanan tidak (pembatasan masalah medis) bawaan, melainkan belajar. Mereka percaya bahwa anak-anak dapat belajar untuk makan, dan seperti, semua jenis makanan. Dan ini adalah apa yang mereka katakan anak-anak mereka! Cobalah mengatakan anak-anak Anda: “Anda akan seperti itu ketika Anda sedikit lebih dewasa.” Mengharapkan anak-anak untuk mengembangkan langit-langit yang lebih luas dan – akhirnya – mereka akan (terutama jika Anda model ini sendiri!). Orang tuia harus tahu ini waktu bertahun-tahun, jadi bersabarlah!
  • Mintalah anak untuk mencicipi semua yang telah siap, bahkan jika mereka tidak memakannya. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa anak-anak perlu untuk mencicipi makanan baru, rata-rata, di mana saja 7-12 kali sebelum mereka akan menerima untuk memakannya. Melihat hal itu tidak cukup – mereka harus mencicipinya! Rekan tekanan positif (terutama dari anak-anak lain yang suka makanan Anda memperkenalkan) juga bekerja keajaiban.
  • Perkenalkan anak Anda untuk makanan baru sebelum Anda melayani mereka. Kedengarannya konyol, tetapi sering bekerja keajaiban. Misalnya, menunjukkan anak Anda bit mentah (lebih baik lagi, pergi ke pasar lokal dan membiarkan mereka memilih salah satu untuk dibawa pulang). Biarkan mereka menyentuh, dan mencium baunya. Memotong terbuka, dan biarkan mereka melihat warna intens. Kemudian mencoba berbagai cara untuk memperkenalkan bit untuk keluarga Anda. Es loli bit adalah favorit keluarga, seperti bit salad! Ketika seorang anak mengatakan “Aku tidak suka bahwa makanan”, mereka sering berarti “Saya tidak tahu itu.” Latihan di atas membantu meningkatkan keakraban, dan dengan demikian penerimaan.
  • Berbicara sedikit tentang kesehatan, dan lebih tentang selera yang baik. Orang tua tidak membujuk dengan informasi gizi (seperti penjelasan bahwa makanan yang memiliki banyak zat besi atau kalsium). Orangtua mengatakan: “Rasa ini, itu benar-benar yummy”, daripada “Makan ini: itu baik untuk Anda.” Mereka percaya (dan memberitahu anak-anak mereka), yang baik-untuk-Anda makanan enak. Kebiasaan makan yang sehat adalah produk sampingan bahagia. Brokoli? Yum!
  • Ketat dengan jadwal (dan makanan ringan batas untuk satu atau paling banyak dua per hari). Anak-anak memiliki jadwal tiga kali sehari, dan satu makanan ringan: sarapan, makan siang, goûter (camilan sore hari) dan makan malam. Ngemil dilarang di sekolah (tidak ada mesin penjual, dan tidak ada makanan cepat baik!), Dan orang tua tidak akan bermimpi menempatkan anak-anak mereka dalam kegiatan selama jam makan malam (sembilan dari sepuluh keluarga Perancis makan makan malam duduk bersama-sama setiap malam ). Anak-anak lapar pada waktu makan, dan cenderung untuk makan lebih baik, melayani makanan padat energi, dan mereka tidak akan merasa lapar sampai waktu makan berikutnya
  • Jadilah teladan dan menetapkan contoh yang baik diri Anda dengan menikmati berbagai makanan yang berbeda. Tawarkan anak Anda rasa dari apa yang Anda makan. Tekun dan  terus mencoba, anak mungkin perlu terkena makanan baru hingga 10 kali sebelum mereka akan memakannya. Mulailah dengan beberapa suap yang ditawarkan secara teratur.
  • Cobalah menyajikan makan “prasmanan gaya” dengan porsi gigitan-ukuran, dan biarkan anak Anda untuk memilih apa dan berapa banyak terjadi di piring mereka. Ingat, jangan membanjiri mereka dengan pilihan, dua pilihan banyak.
  • Batita suka sekali mengoles, atau lebih tepatnya, bedak. Tunjukkan pada mereka bagaimana menggunakan pisau meja untuk menyebarkan keju, selai kacang, dan konsentrat buah ke kerupuk, roti, atau kue beras.
  • Topping Makanan. Balita yang menjadi topping. Puting bergizi, akrab favorit di atas makanan baru dan kurang diinginkan adalah cara untuk memperluas menu rewel balita. Topping favorit: yoghurt, keju krim, keju meleleh, guacamole, saus tomat, saus apel, dan selai kacang.
  • Minumlah anakku. Jika anak Anda suka minum daripada makan, jangan putus asa. Membuat smoothie – bersama-sama. Susu dan buah – bersama dengan suplemen seperti jus, bubuk telur, biji gandum, yoghurt, madu, dan selai kacang – dapat menjadi dasar dari makanan yang sangat sehat. Jadi bagaimana jika mereka dikonsumsi melalui sedotan? Satu catatan peringatan: Hindari minuman dengan telur mentah atau Anda akan risiko keracunan salmonella.
  • Memotong. Berapa banyak anak akan makan sering tergantung pada bagaimana Anda memotongnya. Potong sandwich, pancake, wafel, dan pizza dalam berbagai bentuk menggunakan pemotong kue.
  • Penampilan itu penting. Untuk sesuatu yang baru dan berbeda, mengapa tidak menggunakan piring mainan anak Anda sendiri untuk wadah makanannya? Anak-anak kita menikmati tak terduga dan fantastis ketika datang untuk melayani hidangan – apa pun dari gelas ukur plastik untuk kerucut es krim. Anda juga dapat mencoba pendekatan skala-down. Entah melayani porsi ukuran pint atau, ketika mereka tersedia, membeli bahan makanan munchkin-size, seperti bagel mini, pie mini drummettes ayam (bagian daging dari sayap), dan Muffin kecil.
  • Sebelumnya lebih baik. Sangat penting untuk mengekspos anak Anda untuk buah dan sayuran sehat di usia muda. Preferensi makanan anak-anak berkembang pada tahun-tahun awal mereka tetap cukup stabil dan direfleksikan oleh pilihan makanan yang mereka buat di masa kecil nanti.
  • Bersabar dan terus berusaha. Orangtua yang berkecil hati dengan anak-anak yang picky eaters sering berhenti berusaha untuk memberi mereka makanan baru, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan di masa depan. Penelitian telah menunjukkan bahwa dalam banyak kasus, orang tua dapat membantu anak-anak mereka belajar untuk menyukai makanan baru melalui beberapa eksposur (antara 5 dan 10) untuk makanan dan kesempatan untuk belajar tentang makanan dan makan yang baru. Hanya menawarkan makanan baru sering, meminta anak Anda untuk mencoba menggigit dengan cara yang positif dan mendukung. Meskipun tidak selalu terjadi, penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak akhirnya akan belajar untuk menyukai makanan baru.
  • Jadilah teladan. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa preferensi makanan 2 dan 3 tahun anak-anak secara signifikan terkait dengan makanan yang ibu mereka suka, tidak suka, dan tidak pernah mencicipi. Jadi, lebih banyak kegembiraan dan kenikmatan Anda mengekspresikan tentang buah-buahan dan sayuran, semakin besar kemungkinan anak Anda akan ingin makan mereka juga!
  • Jangan membatasi makanan tertentu. Penelitian juga menunjukkan bahwa tidak membiarkan anak-anak untuk makan makanan tertentu hanya menimbulkan keinginan mereka untuk makanan itu. Jadi membantu anak-anak belajar bahwa makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran adalah “semua makanan waktu” yang mereka bisa makan kapan saja, dan bahwa makanan seperti permen dan makanan penutup adalah “makanan terkadang” bahwa mereka bisa makan sekali-sekali.
  • Membuat makanan sehat yang tersedia. Selama Anda menjaga makanan ringan yang sehat seperti buah-buahan dan sayuran di sekitar, anak Anda dapat belajar untuk menyukai dan memilih mereka!
  • Siapkan makanan dengan cara yang sehat. Modifikasi kecil dalam cara Anda menyiapkan makanan dan makanan ringan dapat membuat perbedaan besar dalam meningkatkan diet anak Anda: Panggang bukannya goreng, memilih makanan dengan gandum atau gandum utuh, bukan biji-bijian olahan, beri air anak atau rendah lemak atau susu skim bukan jus atau soda, dll
  • Membuatnya menyenangkan! Kegiatan Snack dan makan-waktu harus diperkenalkan dan diperkuat dengan cara yang kreatif, penuh warna dan menyenangkan. Ada saran di bawah untuk beberapa cara menyenangkan dan mudah Anda dapat membuat buah-buahan dan sayuran merupakan favorit sepanjang waktu dengan anak Anda. Ketika Anda melakukan kegiatan ini, biarkan anak Anda untuk mengeksplorasi berbagai sifat buah dan sayuran dengan menyentuh, mencicipi, mencium dan mendengar. Jangan lupa untuk berbicara tentang bagaimana mereka baik untuk tubuh, juga!

Baca juga: 125 Tips For Picky Eaters Children From Picky Eaters Clinic Jakarta Indonesia

www.pickyeatersclinic.com

supported by

PICKY EATERS AND GROW UP CLINIC (Klinik Khusus Kesulitan Makan dan Gangguan Berat Badan) GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 085100466103 – 085101466102. GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, phone (021) 29614252 – 08131592-2013 08131592-2012 email : judarwanto@gmail.com drnarulitadewi@gmail.com http://pickyeatersclinic.com . Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician Editor: Audi Yudhasmara email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone 089683015220 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Curriculum Vitae Dr Widodo judarwanto, Pediatrician

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider
Copyright © 2015, Picky Eaters and Grow Up Clinic, Information Education Network. All rights reservedxz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s