Karakteristik dan Profil Penderita Alergi Pada Anak

Karakteristik dan Profil Penderita Alergi Pada Anak

Ketika anak divonis alergi oleh dokter, ternyata tampilan klinisnya berbeda. Bila dalam satu keluarga terdapat 3-4 anak, maka tanda dan gejala yang dominan terjadi berbeda. Anak pertama mungkin lebih sering muntah dan bersin. Sedangkan anak ke dua mungkin lebih sering timbul gangguan kulit. Sedangkan anak ke tiga bila batuk sering lama dan timbul sesak sedangkan anak lainnya meski makannya banyak tetapi tetap kurus damn tidak bisa gemuk. Padahal perlakukannya sama terhadap ke empat anaknya. Hal ini menunjukkan bahwa alergi bukan hanya sekedar kuliot. banyak organ tubuh terganggu. Pada umum hampir semua organ tubuh terganggu dalam satu penderita alergi secara bersamaan tetapi terdapat dominan yang berbeda.

Setiap individu dengan fenotipe berbeda dan setiap periode usia mempunyai karakter alergi yang berbeda. Seringkali alergi menganggu berabagai organ tubuh sevcara bersamaan seperti kulit, saluran cerna, saluran napas, tetapi setiap anak berbeda dominasi yang sensitif. Anak yang satu lebih dominan sensitif saluran cerna anak lainnya lebih dominan sensitif kulit sedangkan anak lainnya lebih dominan sensitif saluran napas. Pada individu tertentu pada satu keluarga atau bayi kembar, sama sensitif kulitnynya tetapi anak satu kulitnya lebih sensitif tetapi anak lainnya manifestasinya lebih ringan. Begitu juga dengan gangguan sensitif lainnya , sama-sama mempunyai sensitif saluran cerna tetapi anak yang satu sulit BAB tetapi anak lainnya sering muntah. Demikian juga sensitif saluran napas, anak yang satu kalau flu lebih dominan gangguan hidung sedangkan anak lainnya gangguan batuk atau dahaknya lebih banyak sehingga harus diinhalasi atau diuap.

Batasan lebih jelas dibuat oleh American Academy of Allergy and immunology,The National Institute of Allergy and infections disease yaitu

  • Reaksi simpang makanan (Adverse food reactions) Istilah umum untuk reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan yang ditelan. Reaksi ini dapat merupakan reaksi sekunder terhadap alergi makanan (hipersensitifitas) atau intoleransi makanan.
  • Allergy makanan (Food Allergy) Alergi makanan adalah reaksi imunologik yang menyimpang. Sebagian besar reaksi ini melalui reaksi hipersensitifitas tipe 1.
  • Intoleransi Makanan (Food intolerance) Intoleransi makanan adalah reaksi makanan nonimunologik dan merupakan sebagian besar penyebab reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan. Reaksi ini dapat disebabkan oleh zat yang terkandung dalam makanan karena kontaminasi toksik (misalnya toksin yang disekresi oleh Salmonella, Campylobacter dan Shigella, histamine pada keracunan ikan), zat farmakologik yang terkandung dalam makanan misalnya tiramin pada keju, kafein pada kopi atau kelainan pada pejamu sendiri seperti defisiensi lactase, maltase atau respon idiosinkrasi pada pejamu

Karakteristrik alergi sesuai fenotip atau tipikal tertentu pada setiap individu berbeda

Tanda dan gejala alergi setiap individu seringkali berbeda organ tubuh yang sensitif. Pada hampir semua penderita alergi pada umumnya mengalami  menifestasi sensitif pada hampir semua organ tubuh khususnya saluran cerna, saluran napas, hidung dan kulit secara bersamaan. Tetapi setiap kelompak anak yang satu dan yang lainnya berbeda yang lebih dominan, pada anak tertentu lebih dominan sensitif saluran napas batuk atau hidung sensitif , anak lainnya lebih dominan kulit sedangkan anak lainnya lebih dominan saluran cerna yang sensitif.

Adapun beberapa manifestasi klinis alergi sesuai dengan fenotip tertentu adalah sebagai berikut

TIPE A (TIPE RINITIS):  Dominan sensitif saluran napas hidung

  • Mudah terkena flu, hidung buntu dan sering bersin.  Beresiko terjadi sinusitis terutama setelah usia 5 tahun.
  • Sebagaian besar kasus disertai sensitif kulit di lengan atas sering bruntusan kecil-kecil
  • Sebagian besar kasus disertai gangguan sensitif saluran cerna khusus nyeri perut dan sulit BAB.

TIPE B (TIPE ASMATIK):  Dominan sensitif saluran napas batuk

  • Pada usia 0 – 6 tahun napas berbunyi grok-grok atau hipersekresi bronkus dan mudah bersin. Saluran napas khususnya bronkitis alergi dan asma dengan  gejala  sesak dan batuk berulang. Bila sakit infeksi saluran napas dahaknya berlebihan sehingga seringkali memerlukan inbhalasi.
  • Terdapat dua kelompok besar, Tipikal asmatik pra sekolah dan Tipikal Asmatik murni
  • Terdapat dua kelompok besar, Tipikal asmatik pra sekolah. Sebagian kelompok terjadi sesak, timbul wheezing atau mengi sebelum pra sekolah. Pada kasus ini bila batuk sering dahaknya berlebihan dan sering dilakukan inhalasi saat batuk. Setelah usia 5-7 tahun sebagian besar kasus sesak membaik, tetapi sebagian kecil kasus menteap tetapi sesak sangat ringan sekakil tetapi hidung lebih sensitif.
  • Tipikal Asmatik murni: pada kelompok ini sesak, timbul wheezing atau mengi justru timbul setelah usia 5 – 12 tahun. Setelah usia SMP sesak berkurang tetapi mulai terjadi sensitif hidung atau rinitis alergi
  • Disertai saluran cerna sensitif : sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB. Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya.

TIPE C (SALURAN CERNA):  Dominan sensitif saluran cerna

  • Saluran Cerna sensitif : Gastrooesepageal refluks, sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB.
  • Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya.
  • Daya tahan tubuh tidak baik, mudah sakit batuk dan pilek, dan disertai sulit makan dan gangguan mengunyah menelan.
  • Sebagioan besar kasus berat badan sangat gemuk dan sebagian terjadi kegemukan. sebagian kecil terjadi gangguankenaikkan berat badan pada usia sebelum 3-5 tahun.
  • Beberapa kasus disertai gangguan keterlambatan bicara yang sebagian besar  membaik setelah usia 2 tahun. Tetapi berganti sensitif hidung atau rinitis alergi tetapi terjadi lebih ringan dibandingkan tipe 2 (rinitis). Sebagian besar kasus mudah mengalami minisan atau hidung berdarah

TIPE D (SENSITIF KULIT): Dominan sensitif kulit

  •  Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya. Pada usia 0-9 bulan terjadi dermatitis atopi pada pipi dan daerah popok sering kemerahan. Pada usia 1-5 tahun kulit sensitif berpindah ke tangan dan kaki seperti digigit nyamuk dan kulit kering.
  • Saluran Cerna sedikit sensitif : sering konstipasi atau sulit buang air besar atau sebagian kecil lainnya sering BAB.
  • Daya tahan tubuh relatif baik jarang mengalami batuk dan pilek. Tetapi sebagian kecil kasus daya tahan tubuh tidak baik mudah batuk dan pilek teruitama kelompok anak kulit sensitif disertai gangguan muntah dan mual. Anak tidak bisa diam , sangat lincah dan emosi sangat tinggi

TIPE E (GAGAL TUMBUH): Dominan sensitif  saluran cerna

  •  Sensitif kulit sering gatal, tangan dan kaki seperti digigit nyamuk dan kulit kering.
  • Saluran Cerna sedikit sensitif : sering konstipasi atau sulit buang air besar atau sebagian kecil lainnya sering BAB.
  • Daya tahan tubuh relatif baik jarang mengalami batuk dan pilek. Tetapi sebagian kecil kasus daya tahan tubuh tidak baik mudah batuk dan pilek teruitama kelompok anak kulit sensitif disertai gangguan muntah dan mual. Anak tidak bisa diam , sangat lincah dan emosi sangat tinggi
  • Pada kelompok ini biasanya terjadi bukan pada penderita alergi murni tetapi pednerita hipersenbsitifitas saluran cerna yang tanda dan gejalannya mirip dengan penderita alergi. Kelompok penderita seperti ini biasanya bila dilakukan pemeriksaan IgE atau petanda alergi biasanya negatif. Kelompok ini sering terjadi pada penderita selkiak, intoleransi laktosa atau hipersensitifitas saluran cerna lainnya.

PERJALANAN ALAMIAH ALERGI BEBERAPA KELOMPOK FENOTIP TERTENTU

Tanda dan gejala alergi setiap usia seringkali berbeda organ tubuh yang sensitif. Pada hampir semua penderita alergi pada umumnya mengalami  menifestasi sensitif pada hampir semua organ tubuh khususnya saluran cerna, saluran napas, hidung dan kulit secara bersamaan. Tetapi setiap kelompak usia yang sensitif , pada anak tertentu lebih dominan sensitif saluran napas batuk atau hidung sensitif , anak lainnya lebih dominan kulit sedangkan anak lainnya lebih dominan saluran cerna yang sensitif.

Adapun beberapa manifestasi klinis alergi sesuai dengan fenotip tertentu adalah sebagai berikut

TIPE A (TIPE RINITIS):  Dominan sensitif saluran napas hidung

    • Usia 0-5 tahun : Hidung sensitif biasanya sering bersin, kotoran hidung berlebihan , mudah mimisan atau hidung berdarah. Juga disertai saluran cerna sensitif : sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB. Sensitif kulit: sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya.
    • Usia 6 – 12 tahun : Sensitif kulit dan saluran cerna berkurang tetapi berganti lebih dominan sensitif hidung atau rinitis alergi. Mudah terkena flu, hidung buntu dan sering bersin. Beresiko terjadi sinusitis. Terjadi sensitif kulit di lengan atas sering bruntusan kecil-kecil.
    • Usia 13 tahun hingga dewasa:  Hidung sensitif sedikit berkurang tetapi sebagian kelompok kasus menetap hingga dewasa. Saluran cerna dan kulit gangguan berkurang. Tetapi sebagian besar kasus mengalami jerawat ringan saat usia setelah 12 tahun dan sensitif kulit di lengan atas bagian luar sering bruntusan kecil-kecil.

TIPE B (TIPE ASMATIK):  Dominan sensitif saluran napas batuk

  • Usia 0-5 tahun : Saluran Cerna sensitif : sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB. Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya. Pada usia 0 – 6 tahun napas berbunyi grok-grok atau hipersekresi bronkus.
  • Usia 6 – 12 tahun : Saluran napas khususnya bronkitis alergi dan asma dengan  gejala  sesak dan batuk berulang. Sudah mulai terjadi sensitif hidung atau rinitis alergi
  • Usia 13 tahun hingga dewasa: Asma berkurang tetapi berganti hidung lebih sensitif sering bersin, sinustis. Saluran cerna dan kulit gangguan berkurang

TIPE C (SALURAN CERNA):  Dominan sensitif saluran cerna

  • Usia 0-5 tahun : Saluran Cerna sensitif : sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB. Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya. Daya tahan tubuh tidak baik, mudah sakit batuk dan pilek, dan disertai sulit makan dan gangguan mengunyah menelan. Beberapa kasus disertai gangguan keterlambatan bicara yang sebagian besar  membaik setelah usia 2 tahun.
  • Usia 6 – 12 tahun : Saluran cerna masih sensitif tetapi sudah jauh membaik, gangguan muntah jauh membaik  tetapi kadangkala masih timbul gangguan nyeri perut dan mual khususnya pada pagi hari. Keluhan mual akan membaik saat usia 7-8 tahun.  Daya tahan tubuh membaik dan gangguan kesulitan makan dan gangguan mengunyah menelan sudah semakin membaik. Pada usia ini mulai sering disertai gangguan sakit kepala dan gangguan konsentrasi sekolah. Tetapi berganti sensitif hidung atau rinitis alergi tetapi terjadi lebih ringan dibandingkan tipe 2 (rinitis)
  • Usia 13 tahun hingga dewasa: Gangguan pencernaan sebagian besar kasus menetap hingga dewasa, Sebagian besar kasus mengalami jerawat ringan saat usia setelah 12 tahun. Jerawat ringan akan menetap pada usia dewasa dan sering terjadi peri oral dermatitis jerawat atau sensitif kulit khususnya sekitar mulut terutama di bawah bibir bawah atau dagu. Sebagia kasus hidung sensitif mudah bersin tetapi lebih ringan dibandingkan tipe 2 (rinitis)

TIPE D (SENSITIF KULIT): Dominan sensitif saluran napas hidung

  • Usia 0-5 tahun : Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya. Pada usia 0-9 bulan terjadi dermatitis atopi pada pipi dan daerah popok sering kemerahan. Pada usia 1-5 tahun kulit sensitif berpindah ke tangan dan kaki seperti digigit nyamuk dan kulit kering. Saluran Cerna sedikit sensitif : sering konstipasi atau sulit buang air besar atau sebagian kecil lainnya sering BAB.  Daya tahan tubuh relatif baik jarang mengalami batuk dan pilek. Tetapi sebagian kecil kasus daya tahan tubuh tidak baik mudah batuk dan pilek teruitama kelompok anak kulit sensitif disertai gangguanmuntah dan mual. Anak tidak bisa diam , sangat lincah dan emosi sangat tinggi
  • Usia 6 – 12 tahun : Pada usia ini sebagian kasus gangguan kulit berpindah ke paha bagian belakang, lipatan tangan dan lipatan kaki. Tetapi berganti sensitif hidung atau rinitis alergi tetapi terjadi lebih ringan dibandingkan tipe 2 (rinitis)
  • Usia 13 tahun hingga dewasa: Pada usia ini sebagian kasus gangguan kulit berpindah ke paha bagian belakang, lipatan tangan dan lipatan kaki. Timbul jerawat berlebihan pada muka di sekitar mulut. Tetapi sebagian besar kasus kulitnya membaik tetapi sebagian kecil kasus menetap hingga dewasa.

TIPE E (TIPE GAGAL TUMBUH):  Dominan sensitif saluran napas hidung

    • Usia 0-5 tahun Berat badan kurus dan sulit naik dan scenderung sulit makan.  Juga disertai saluran cerna sensitif : sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB. Sensitif kulit: sering gatal, merah dan agak kering
    • Usia 6 – 12 tahun : Sensitif kulit dan saluran cerna berkurang tetapi berganti lebih dominan sensitif hidung atau rinitis alergi. Mudah terkena flu, hidung buntu dan sering bersin. Berat badan relatif sedikit membaik, nafsu makan sudah relatifg jarang terganggu. Pada sebgian anak bertambah gemuk. Sebagian anak tetap sulit gemuk tetapi sudah semakin membaik.
    • Usia 13 tahun hingga dewasa:  Pada anak tertentu akan membaik atau gemuik saat usia-usia tertentu. Hidung sensitif sedikit berkurang tetapi sebagian kelompok kasus menetap hingga dewasa. Saluran cerna dan kulit gangguan berkurang. Tetapi sebagian besar kasus mengalami jerawat ringan saat usia setelah 12 tahun dan sensitif kulit di lengan atas bagian luar sering bruntusan kecil-kecil.

ARTIKEL TEREKOMENDASI: Kumpulan Artikel Permasalahan Alergi Anak dan Imunologi, Dr Widodo Judarwanto, pediatrician

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI:Kumpulan Artikel Alergi Pada Bayi, Dr Widodo Judarwanto Pediatrician

.

ARTIKEL FAVORIT:100 Artikel Alergi dan Imunologi Paling Favorit

Current Allergy Immunology by Widodo Judarwanto

Gejala Alergi pada bayi dan anak justru paling sering dipicu oleh adanya infeksi khususnya infeksi virus. Tetapi sebaliknya saat itu sering dianggap karena alergi susu atau alergi makanan. Gejala infeksi virus pada bayi khususnya sulit dikenali karena mirip gejala alergi. Reaksi terhadap alergi susu atau alergi makanan biasanya relatif ringan, namun begitu dipicu infeksi manifestasinya lebih berat. Pemicu alergi tidak akan berarti bila penyebab alergi dihindari. Widodo Judarwanto 2012
The doctor of the future will give no medicine, but will instruct his patient in the care of the human frame, in diet and in the cause and prevention of disease.

Supported by

 www.allergyclinic.me

ALLERGY ONLINE CLINIC FOR CHILDREN, TEEN AND ADULT Yudhasmara Foundation www.allergyclinic.me   http://www.growupclinic.com GROW UP CLINIC I JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat, Jakarta Indonesia 10210 Phone : (021)  5703646 – 44466102 GROW UP CLINIC II  MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 44466103 www.growupclinic.com   Creating-hashtag-on-twitter@growupclinic http://www.facebook.com/GrowUpClinic

 

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***
Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967   Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician 

We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
Clinical – Editor in Chief :
Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician email : judarwanto@gmail.com Creating-hashtag-on-twitter: @WidoJudarwanto  www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O8567805533 PIN BB 25AF7035

Curriculum Vitae Widodo Judarwanto

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2013, Allergy Online Clinic Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s