GERD, Hipersensitif Saluran Cerna Pada Dewasa dan Alergi

GER, Hipersensitif Saluran Cerna Pada Dewasa dan Alergi

Penyakit refluks gastroesofageal (Gastroesopagheal Reflux Disease (GERD) adalah suatu keadaan patologis sebagai akibat refluks kandungan lambung ke dalamesofagus, dengan berbagai gejala yang timbul akibat keterlibatan esofagus, faring, laring dan saluran nafas. Telah diketahui bahwa refluks kandungan lambung keesofagus dapat menimbulkan berbagai gejala di esofagus maupun ekstra-esofagus,dapat menyebabkan komplikasi yang berat sEperti striktur, Barrett’s esophagus bahkan adenokarsinoma di kardia dan esofagus. Banyak ahli yang menggunakan istilah esofagitis refluks yang merupakan keadaan terbanyak dari penyakit refluksgastroesofangeal. Banyak yeori dan faktor penyebab terjadi GERD. Beberapa penelitian terakhir menyebutkan ternyata GERD sangat berkaitan dengan hipersensitif atau alergi saluran cerna.

Gastroesophageal reflux adalah fenomena fisiologis yang normal dialami sesekali oleh kebanyakan orang, terutama setelah makan. Gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi ketika sejumlah cairan lambung yang masuk kembali ke kerongkongan melebihi batas normal, menyebabkan gejala dengan atau tanpa cedera mukosa esofagus yang terkait yaitu, esofagitis.

Manifestasi Klinis

Gastroesophageal reflux disease (GERD) dikaitkan dengan berbagai gejala diantaranya termasuk rasa panas dalam perut, regurgitasi, dan disfagia. Namun, diagnosis GERD berdasarkan adanya gejala khas hanya 70% pasien. Selain gejala-gejala ini khas, refluks yang abnormal bisa menyebabkan atypical (extraesophageal) gejala, seperti batuk, nyeri dada, dan mengi. American College of Gastroenterology (ACG) menerbitkan panduan untuk diagnosis dan pengobatan GERD. Menurut pedoman, untuk pasien dengan gejala dan riwayat konsisten dengan GERD tidak rumit, diagnosis GERD dapat diterima dan dimualai dengan terapi empiris. Pasien yang menunjukkan tanda-tanda komplikasi GERD atau penyakit lain atau yang tidak respon baik dengan terapi harus dipertimbangkan untuk tes diagnostik lebih lanjut. Riwayat mual, muntah, atau regurgitasi harus waspada dokter untuk mengevaluasi untuk pengosongan lambung tertunda. Pasien dengan GERD juga bisa mengalami komplikasi signifikan yang terkait dengan penyakit ini, seperti esofagitis, striktur, dan esofagus Barrett. Sekitar 50% pasien dengan refluks lambung mengembangkan esofagitis.

Hipersensitif Saluran Cerna

  • Tampaknya 1 di antaranya 3 manusia sehat mengalami hipersensitif saluran cerna. Hal ini akan lebih sering lagi pada anak usia di bawah 5 tahun mungkin sekitar 30-40% anak mengalami hipersensitifitas saluran cerna. Karena sebagian besar pada anak terjadi imaturitas atau ketidak matangan saluran cerna. Biasanya gangguan ini lebih mengganggu pada usia di bawah 5-7 tahun. Meski demikian hal ini juga masih banyak di derita manusia dewasa.
  • Gangguan hipersensitif saluran cerna sering di anggap normal dan sering diistilahkan berbagai hal oleh para dokter seperti Irritable Bowel Syndrome, Gastrooesephageal Refluks (GERD), Dispepsia, Stomach Discomfort, gejala maag, kekurangan enzim, penyerapan tidak bagus, alergi susu, alergi makanan.
  • Gangguan hipersensitif saluran cerna ini sering didiagnosis berlebihan seperti alergi susu sapi, amuba, disentri, penyakit Hisrchprung, usus buntu atau berbagai gangguan lainya
  • Hipersensitif saluran cerna ini biasanya hanya merupakan gangguan fungsional dan selama ini dianggap normal. Tetapi ternyata bila dicermati gangguan ini sering menyebabkan berbagai hal yang sangat mengganggu yang tidak disadari. Gangguan tersebut bisa beruba gangguan pertumbuhan berat badan, gangguan perilaku dan gangguan perkembangan lainnya.
  • Gangguan perilaku dan gangguan psikologis sering menyertai pada penderita hipersensitif dan alergi saluran cerna. Tapi sebagian besar dianggap normal sehingga seringkali dokter menganggap semua gangguan itu karena stress atau pikiran
  • Berbagai penyebab gangguan nyeri perut organik seperti usus buntu, ulkus peptikum, hernia atau invaginasi kadang memerlukan tindakan bedah. Tetapi gangguan ini lebih jarang terjadi di antara berbagai penyebab nyeri perut.
  • Sebagian besar penyebab nyeri perut adalah gangguan fungsi saluran cerna ini bukan gangguan organik. Sehingga bila dilakukan pemeriksaan USG, CT Scan, endoskopi atau pemeriksaan penunjang lainnya pada umumnya normal. Bila gangguan ini yang terjadi maka berbagai dokter seringkali mengatakan hal yang berbeda tentang penyebabnya. Sebagian dokter mengganggap normal, dokter lainnya menganggap karena terlambat makan, masuk angin, stres dan sebagainya. Bila gangguan tidak diketahui sebabnya atau semua pemeriksaan normal seringkali gangguan nyeri perut tersebut berkaitan dengan gangguan hipersensitif dan alergi saluran cerna.
  • Hipersensitif saluran cerna biasanya terjadi bersamaan dengan sensitif organ tubuh lainnya seperti kulit, hidung (alergi hidung, sinusitis), saluran napas (bronkitis, batuk lama,asma), gangguan emosi atau kecemasan atau gangguan psikologis lainnya. Berbagai gangguan tersebut ditangani dengan berbagai dokter spesialis yang berbeda dan dianggap sebagai penyebab berbeda dan obat yang berbeda. Tetapi saat hipersensitif saluran cerna dan alergi saluran cerna diperbaiki ternyata berbagai gangguan yang menyertai membaik bersamaan.
  • Penulis telah melakukan penelitian pendahuluan saat dilakukan eliminasi nprovokasi makanan ternyataq gangguan tanda dan gejala GER dan berbagai gejala yang menyertai mebaik secara bersamaan. Penelitian tersebut diidukung oleh berbagaio penelitian yang menunjukkann bahwa GER dan alergi sangat berkaitan

Kenali Tanda dan Gejala Hipersensitif dan Alergi Saluran Cerna

Berbagai tanda dan gfejala Hipersensitif dan Alergi Fungsi Saluran Pencernaan

  • GERD (Gastrooesephageal Refluks Disease), Maag, Dispepsia,
  • IBS (Irritable Bowel Syndrome)
  • Nyeri perut
  • Kembung, mual, sulit berak (konstipasi), sering buang angin (flatus), mulut berbau, kelaparan, haus,
  • saliva (ludah) berlebihan atau meningkat,
  • canker sores, sariawan, metallic taste in mouth (rasa logam dalam mulut, stinging tongue, nyeri gigi,
  • burping (glegekan/sendawa), retasting foods, ulcer symptoms, nyeri ulu hati, indigestion, mual, muntah, perut terasa penuh
  • gangguan mengunyah dan menelan, perut keroncongan
  • Nyeri Perut (spastic colitis, “emotional colitis,” kolik kandung empedu gall bladder colic, cramp)
  • diare (mudah buang air besar cair dan sering)
  • sering buang angin dan besar-besar dan panjang, timbul lendir atau darah dari rektum, anus gatal atau panas.

Tanda dan Gejala Alergi Makanan Pada Dewasa

Tanda dan gejala alergi makanan dan reaksi simpang makanan ternyata sangat luas dan bervariasi. Selama ini hipotesa yang berkembang dan teori yang banyak dianut bahwa alergi makanan hanya terjadi pada usia anak dan jarang terjadi pada orang dewasa harus lebih dicermati lagi. Ternyata alergi atau hipersensitif makanan selain terjadi pada anak juga terjadi pada penderita dengan bentukdan karakteristik yang sedikit berbeda. Hal ini terjadi karena adanya perjalanan alamiah alergi atau allergy march yang menunjukkan bahwa tanda dan gejala alergi berubah pada usia tertentu. Selain itu alergi biasanya diturunkan kepada anak dari salah satu orangtuanya. Halini ternyata bisa dikenali dengan fenotif atau wajah yang sama pada anak atau saudara kandung atau orangtua yang berwajah sama akan memupunyai karakter alergi yang sama. Sehingga bila kita menenali tanda dan gejala alergi pada bayi dan anak akan juga dialami oleh salah satu saudara kandung dan salah satu orangtua dengan wahah yang sama.

Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap makanan. Kriteria tersebut berlaku bila dokter tidak menemukan penyebab atau gangguan penyakit lain yang mengakibatkan gejala tersebut. Adapun manifestasi klinik alergi pada dewasa dapat dilihat pada daftar di bawah. Bila terdapat 3 gejala atau lebih pada beberapa organ, tanpa diketahui penyebab pasti keluhan tersebut maka kecurigaan mengalami reaksi alergi semakin besar.

BIASANYA PENDERITA DAN HIPERSENSITIF SALURAN CERNA JUGA MENGALAMI BEBERAPA GEJALA DAN PERMASALAHAN KESEHATAN SEPERTI BERIKUT

ORGAN DAN SISTEM TUBUH

GEJALA DAN TANDA

Sistem Pernapasan

Batuk, pilek, bersin, sesak(astma), napas pendek, wheezing, banyak lendir di saluran napas atas (mucus bronchial) , rattling dan vibration dada.

Sistem Pembuluh Darah dan jantung

Palpitasi (berdebar-debar), flushing (muka ke merahan), nyeri dada, pingsan, tekanan darah rendah, denyut jantung meningkat, skipped beats, hot flashes, pallor; tangan hangat, kedinginan, kesemutan, redness or blueness of hands; pseudo-heart attack pain (nyeri dada mirip sertangan jantung); nyeri dada depan, tangan kiri, bahu, leher, rahang hingga menjalar di pergelangan tangan. Vaskulitis (sering lebam kebiruan seperti bekas terbentur padahal bukan terbentur pada daerah lengan atas dan lengan bawah)

Kulit

Sering gatal, dermatitis, urticaria, bengkak di bibir, lebam biru (seperti bekas terbentur) bekas hitam seperti digigit nyamuk. Kulit kaki dan tangan kering tapi wajah berminyak. Sering berkeringat.

Telinga Hidung Tenggorokan

Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal, pilek, post nasal drip, epitaksis, tidur mendengkur, mendengus Tenggorok : tenggorokan nyeri/kering/gatal, palatum gatal, suara parau/serak, batuk pendek (berdehem), Telinga : telinga terasa penuh/ bergemuruh / berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan pendengaran hilang timbul, terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan. Pembesaran kelenjar di sekitar leher dan kepala belakang bawah

Sistem Saluran Kemih dan kelamin

Sering kencing, nyeri kencing; tidak bisa mengontrol kandung kemih, bedwetting; vaginal discharge; genitalia gatal/bengkak/kemerahan/nyeri; nyeri bila berhubungan kelamin

Sistem Susunan Saraf Pusat

Sering sakit kepala, migrain, short lost memory (lupa nama orang, barang sesaat), floating (melayang), kepala terasa penuh atau membesar. Perilaku : Therapy terapi: impulsif, sering Marah, buruknya perubahan suasana hati (gangguan mood), kompulsif mengantuk, mengantuk, pusing, bingung, pusing, ketidakseimbangan, jalannya sempoyongan, lambat, lambat, membosankan, kurang konsentrasi, depresi, menangis, tegang, marah, mudah tersinggung, cemas, panik, dirangsang, agresif, overaktif, ketakutan, gelisah, manik, hiperaktif dengan ketidakmampuan belajar, gelisah, kejang, kepala terasa penuh atau membesar, sensasi melayang, gangguan memori jangka pendek (short memory losy), salah membaca atau membaca tanpa pemahaman, variasi ektrim dalam tulisan tangan, halusinasi, delusi, paranoia, Bicara Gagap, claustrophobia, kelumpuhan, negara katatonik, disfungsi persepsi, gejala khas keterbelakangan mental impulsif. Sensitive dan mudah marah, impulsif (bila tertawa atau bicara berlebihan), overaktif, deperesi, terasa kesepian merasa seperti terpisah dari orang lain, kadang lupa nomor, huruf dan nama sesaat, lemas (flu like symtomp)

Sistem Hormonal

Kulit berminyak (atas leher), kulit kering (bawah leher), endometriosis, Premenstrual Syndrome (Nyeri dan gangguan lainnya saat haid, kemampuan sex menurun, Chronic Fatique Symptom (sering lemas), Gampang marah, Mood swing, sering terasa kesepian, rambut rontok. Keputihan, jerawat.

Jaringan otot dan tulang

Nyeri tulang, nyeri otot, nyeri sendi: Fatigue, kelemahan otot, nyeri, bengkak, kemerahan local pada sendi; stiffness, joint deformity; arthritis soreness, nyeri dada, otot bahu tegang, otot leher tegang, spastic umum, , limping gait, gerak terbatas

Gigi dan mulut

Nyeri gigi atau gusi tanpa adanya infeksi pada gigi (biasanya berlangsung dalam 3 atau 7 hari). Gusi sering berdarah. Sering sariawan. Diujung mulut, mulut dan bibir sering kering, sindrom oral dermatitis. Geraham belakang nyeri sering dianggap sebagai Tooth Impacted (tumbuh gigi geraham miring)

Mata

nyeri di dalam atau samping mata, mata berair,sekresi air mata berlebihan, warna tampak lebih terang, kemerahan dan edema palpebra, Kadang mata kabur, diplopia, kadang kehilangan kemampuan visus sementara, hordeolum (bintitan).

BERBAGAI GANGGUAN PADA DEWASA YANG MENYERTAI

  • Mengalami Gizi Ganda : bisa kurus, sulit naik berat badan atau kegemukan. Pada kesulitan kenaikkan erat badan sering disertai kesulitamn makan dan nafsu makan kurang. Sebaliknya pada kegemukan sering mengalami nafsu makan berlebihan
  • Kesulitan Makan dan gangguan Makan : Nafsu makan buruk atau gangguan mengunyah menelan
  • Kepala,telapak kaki atau tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam atau ac). Keringat berbau.
  • FATIQUE atau KELELAHAN : mudah lelah, sering minta gendong, Pada dewasa sering mengeluh “capek”
  • Daya tahan menurun sering sakit demam, batuk, pilek setiap bulan bahkan sebulan 2 kali. (normal sakit seharusnya 2-3 bulan sekali). Karena sering sakit berakibat Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR), atau sinusitis hindari operasi amandel yang tidak perlu atau mengalami Infeksi Telinga Waspadai dan hindari efek samping PEMAKAIAN OBAT ANTIBIOTIKA TERLALU SERING.
  • Mudah mengalami INFEKSI SALURAN KENCING. Kulit di sekitar kelamin sering kemerahan
  • Sering mengalami OVERDIAGNOSIS TBC (MINUM OBAT JANGKA PANJANG PADAHAL BELUM TENTU MENDERITA TBC / ”FLEK ”) KARENA GEJALA ALERGI MIRIP PENYAKIT TBC. BATUK LAMA BUKAN GEJALA TBC PADA ANAKBILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN DOKTER LAINNYA
  • OVERDIAGNOSIS GANGGUAN LAINNYA Seringkali gangguan hipersensitif saluran cerna ringan dianggap penyakit lainnya seperti usus buntu, batu, batu empedu padahal belum dilakukan pemeriksaan lengkap atau pemeriksaan yang dilakukan tidak didapatkan kelainan. Pada penderiyta nyeri perut berulang sebaiknya bila divonis usus buntu sebaiknya harus segera second opinion dokter lainnya. Karena tidak mudah menetapkan diagnosis usus buntu pada penderita hipersensitif saluran cerna karena ganggguannya mirip. Hal inilah yang menyebabkan bahwa di negara sudah maju dunia kedokteran seperti Amerikapun operasi usus buntu adalah 5 kesalahan paling sering dalam tindakan operasi.
  • INFEKSI JAMUR (HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah, mulut, selangkangan, di leher, perut atau dada, KEPUTIHAN

BERBAGAI PERILAKU DAN GANGGUAN FUNGSI SUSUNAN SARAF PUSAT YANG MENYERTAI

  • SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala, MIGRAIN, vertigo
  • GANGGUAN TIDUR : Sulit untuk memulai tidur malam atau tidur larut malam , Tidur bolak-balik. Berbicara,tertawa,berteriak atau berjalan saat tidur, Mendadak terbangun duduk saat tidur kemudian tidur lagi, Mimpi buruk, “beradu gigi” atau gigi gemeretak atau bruxism
  • AGRESIF MENINGKAT: mudah memukul atau menampar orang lain, berlaku kasar terhadap anak , istri atau suami.
  • GANGGUAN KONSENTRASI: mudah lupa (short mempry lost), sering lupa meletakkan kunci, lupa nama teman tetapi memori lama kuat.
  • EMOSI TINGGI : mudah marah, sering berteriak, mengamuk, keras kepala, negatifisme dan mudah menyangkal (deny) sangat tinggi.
  • DEPRESI DAN MUDAH CEMAS : mudah marah, sedih berlebihan, mudah tersinggung, sering kesepian, mudah menangis meski masalahnya ringan
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK :Jalan terburu-buru mudah tersandung kaki meja atau kaki kursi
  • GANGGUAN SENSORIS : perabaan telapak kaki dan tangan sensitif (mudah geli, mudah jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan binatang berbulu). Rasa perabaan sensoris kaki sangat sensitif (bila lantai kotor sedikit atau berpasir sering geli dan harus pakai sandal), sandal atau sepatu seringkali ausnya tidak rata atau tidak seimbang kiri kanan. Hal ini jangka panjang kadang berdampak pada gangguan tulang punggung (nyeri npunggung, skoliosis)
  • GANGGUAN ORAL MOTOR : bicara terburu-buru, cadel, gagap. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH tapi sangat ringan dianggap normal, pilih-pilih makanan tidak sukan makanan berserat seperti daging empal, sayur tertentu.
  • IMPULSIF : banyak bicara, tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain, bila bicara sangat cepat banyak dan sulit berhenti. Mudah menangis dan tertawa berubah bergantian dengan cepat.

.

.

Bila tanda dan gejala  Gastrooesepageal Refluks (GER)  dan disertai salah satu gangguan saluran cerna serta beberapa tanda, gejala atau komplikasi alergi dan hipersensitifitas makanan tersebut maka sangat mungkin Gastrooesepageal Refluks (GER) dapat dipicu atau diperberat karena alergi atau hipersensitifitas makanan.

Penyebab lain yang memperberat  Gastrooesepageal Refluks (GER) atau Sering Muntah Pada Anak adalah saat anak terkena infeksi seperti demam, batuk, pilek, diare atau muntah dan infeksi lainnya

 

Memastikan Diagnosis

  • Diagnosis Gastrooesepageal Refluks (GER) atau Sering Muntah Pada Anak yang disebabkan  alergi atau hipersensitif makanan dibuat bukan dengan tes alergi tetapi berdasarkan diagnosis klinis, yaitu anamnesa (mengetahui riwayat penyakit penderita) dan pemeriksaan yang cermat tentang riwayat keluarga, riwayat pemberian makanan, tanda dan gejala alergi makanan sejak bayi dan dengan eliminasi dan provokasi.
  • Untuk memastikan makanan penyebab alergi dan hipersensitifitas makanan harus menggunakan Provokasi makanan secara buta (Double Blind Placebo Control Food Chalenge = DBPCFC). DBPCFC adalah gold standard atau baku emas untuk mencari penyebab secara pasti alergi makanan. Cara DBPCFC tersebut sangat rumit dan membutuhkan waktu, tidak praktis dan biaya yang tidak sedikit.
  • Beberapa pusat layanan alergi anak melakukan modifikasi terhadap cara itu. Children Allergy clinic Jakarta melakukan modifikasi dengan cara yang lebih sederhana, murah dan cukup efektif. Modifikasi DBPCFC tersebut dengan melakukan “Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka Sederhana”. Bila setelah dilakukan eliminasi beberapa penyebab alergi makanan selama 3 minggu didapatkan perbaikan dalam gangguan muntah tersebut, maka dapat dipastikan penyebabnya adalah alergi makanan.
  • Pemeriksaan standar yang dipakai oleh para ahli alergi untuk mengetahui penyebab alergi adalah dengan tes kulit. Tes kulit ini bisa terdari tes gores, tes tusuk atau tes suntik. PEMERIKSAAN INI HANYA MEMASTIKAN ADANYA ALERGI ATAU TIDAK, BUKAN UNTUK MEMASTIKAN PENYEBAB ALERGI. Pemeriksaan ini mempunyai sensitifitas yang cukup baik, tetapi sayangnya spesifitasnya rendah. Sehingga seringkali terdapat false negatif, artinya hasil negatif belum tentu bukan penyebab alergi. Karena hal inilah maka sebaiknya tidak membolehkan makan makanan penyebab alergi hanya berdasarkan tes kulit ini.
  • Dalam waktu terakhir ini sering dipakai alat diagnosis yang masih sangat kontroversial atau ”unproven diagnosis”. Terdapat berbagai pemeriksaan dan tes untuk mengetahui penyebab alergi dengan akurasi yang sangat bervariasi. Secara ilmiah pemeriksaan ini masih tidak terbukti baik sebagai alat diagnosis. Pada umumnya pemeriksaan tersebut mempunyai spesifitas dan sensitifitas yang sangat rendah. Bahkan beberapa organisasi profesi alergi dunia tidak merekomendasikan penggunaan alat tersebut. Yang menjadi perhatian oraganisasi profesi tersebut bukan hanya karena masalah mahalnya harga alat diagnostik tersebut tetapi ternyata juga sering menyesatkan penderita alergi yang sering memperberat permasalahan alergi yang ada
  • Namun pemeriksaan ini masih banyak dipakai oleh praktisi kesehatan atau dokter. Di bidang kedokteran pemeriksaan tersebut belum terbukti secara klinis sebagai alat diagnosis karena sensitifitas dan spesifitasnya tidak terlalu baik. Beberapa pemeriksaan diagnosis yang kontroversial tersebut adalah Applied Kinesiology, VEGA Testing (Electrodermal Test, BIORESONANSI), Hair Analysis Testing in Allergy, Auriculo-cardiac reflex, Provocation-Neutralisation Tests, Nampudripad’s Allergy Elimination Technique (NAET), Beware of anecdotal and unsubstantiated allergy tests.

PENANGANAN

  • Bila GERD disertai berbagai gejala organ tubuh lainnya maka sangat mungkin penyebab nyeri perut  tersebut adalah hipersensitifitas saluran cerna atau alergi saluran cerna.
  • Penanganan GER dan berbagai gangguan saluran cerna yang disebabkan alergi dan hipersensitifitas makanan dan dampak yang menyertainya haruslah dilakukan secara benar, paripurna dan berkesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan gangguan tersebut tetapi yang paling ideal adalah menghindari penyebab yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut khuusunya makanan tertentu.
  • Penyebab utama adalah reaksi makanan tertentu tetapi dampaknya ringan. Namun saat yang ringan tersebut tidak dicermati akan diperberat oleh pemicu paling sering adalah infeksi virus atau flu yang sering tidak terdeteksi dan diabaikan oleh dokter sekalipun. Bila hal itu penyebabnya maka setelah 5 hari akan membaik. Tetapi akan timbul lagi bila terkena infeksi virus lagi bila di rumah ada yang sakit lagi
  • Bila berbagai gangguan bila disertai manifestasi alergi lainnya sangat mungkin alergi makanan berperanan sebagai penyebabnya.
  • Penanganan terbaik pada penderita hipersensitif atau alergi makanan dengan gangguan tersebut adalah adalah dengan menghindari makanan penyebabnya. Pemberian obat anti alergi dan obat untuk saluran cerna penghilang rasa sakit dalam jangka panjang adalah bukti kegagalan dalam mengidentifikasi makanan penyebab alergi.
  • Ikuti langkah-langkah dalam Tes Alergi Makanan : Challenge Tes – Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka
  • Penanganan Gastrooesepageal Refluks (GER) atau Sering Muntah Pada Anak karena alergi dan hipersensitifitas makanan pada anak haruslah dilakukan secara benar, paripurna dan berkesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan gangguan tersebut tetapi yang paling ideal adalah menghindari penyebab yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut.
  • Obat-obatan simtomatis, anti histamine (AH1 dan AH2), ketotifen, ketotofen, kortikosteroid, serta inhibitor sintesaseprostaglandin hanya dapat mengurangi gejala sementara, tetapi umumnya mempunyai efisiensi rendah. Obat-obatan pro kinetik : Metoklopramid, Domperidon. Cisapride, Sukralfat (Aluminium hidroksida + sukrosa oktasulfat), Penghambat Pompa Proton (PPI/Proton Pumb Inhibitor), Omeprazole (Prilosec),  Lansoprazole (Prevacid), Rabeprazole (Aciphex), Esomeprazole (Nexium), Pantoprazole (Protonix)  hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah jangka panjang bila penyebabnya tidak dikenali dan diatasi
  • Sedangkan penggunaan imunoterapi dan natrium kromogilat peroral masih menjadi kontroversi hingga sekarang.

DAFTAR PUSTAKA    

  • Sampson HA, Anderson JA. Summary and recommendations: classification of gastrointestinal manifestations due to immunologic reactions to foods in infants and young children. J Pediatr Gastroenterol Nutr.2000; 30 :S87 –S94
  • Sampson HA, Sicherer SH, Birnbaum AH. AGA technical review on the evaluation of food allergy in gastrointestinal disorders. Gastroenterology.2001; 120 :1026 –1040.
  • Lake AM, Whitington PF, Hamilton SR. Dietary protein-induced colitis in breast-fed infants. J Pediatr.1982; 101 :906 –910.
  • Machida H, Smith A, Gall D, Trevenen C, Scott RB. Allergic colitis in infancy: clinical and pathologic aspects. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1994; 19 :22 –26
  • Orenstein SR, Cohn JF, Shalaby T, et al. Reliability and validity of an infant gastroesophageal questionnaire. Clin Pediatr.1993; 32 :472 –484
  • Orenstein SR, Shalaby TM, Cohn J. Reflux symptoms in 100 normal infants: diagnostic validity of the Infant Gastroesophageal Reflux Questionnaire. Clin Pediatr.1996; 35 :607 –614
  • Chouhou D, Rossignol C, Bernard F, et al. Le reflux gastrooesophagien dans le centres de bilan de sante de l’enfant de moins de 4 ans. Arch Fr Pediatr.1992; 49 :843 –845
  • Nelson SP, Chen EH, Syniar GM, et al. Prevalence of symptoms of gastroesophageal reflux in infancy. Arch Pediatr Adolesc Med.1997; 151 :569 –572
  • Vandenplas Y, Goyvaerts H, Helven R, et al. Gastroesophageal reflux, as measured by 24-hour pH-monitoring, in 509 healthy infants screened for risk of sudden infants death syndrome. Pediatrics.1991; 88 :834 –840
  • Shepherd R, Wren J, Evans S, et al. Gastroesophageal reflux in children. Clinical profile, course and outcome with active therapy in 126 cases. Clin Pediatr.1987; 26 :55 –60
  • Vandenplas Y, Ashkenazi A, Belli D, et al. A proposition for the diagnosis and treatment of gastro-esophageal reflux disease in children: a report from a working group on gastro-esophageal reflux disease. Eur J Pediatr.1993; 152 :704 –711[CrossRef
  • Vandenplas Y, Belli D, Benhamou PH, et al. Current concepts and issues in the management of regurgitation of infants: a reappraisal. Acta Paediatr.1996; 85 :531 –534
  • Vandenplas Y, Belli D, Benhamou P, et al. A critical reappraisal of current management practices for infant regurgitation: recommendation of a working party. Eur J Pediatr.1997; 156 :343 –357
  • ESPGAN Working group. Diagnostic criteria for food allergy with predominantly intestinal symptoms. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1992; 14 :108 –112
  • Thomson M. Disorders of the esophagus and stomach in infants. Baillières Clin Gastroenterol.1997; 11 :547 –557
  • Bock SA. Prospective appraisal of complaints of adverse reaction to foods in children during the first 3 years of life. Pediatrics.1987; 79 :683 –688[Abstract/Free Full Text]
  • Bishop JM, Hill DJ, Hosking CS. Natural history of cow milk allergy: clinical outcome. J Pediatr.1990; 116 :862 –867
  • Gerrard JW, McKenzie J, Golubott N, et al. Cow’s milk allergy: prevalence and manifestations in an unselected series of newborns. Acta Paediatr Scand.1973; 234 :1
  • Host A. Cow’s milk protein allergy and intolerance in infancy. Some clinical, epidemiological and immunological aspects. Pediatr Allergy Immunol.1994; 5(suppl 5) :1 –36
  • Kjellman NI. Atopic disease in seven-year-old children. Incidence in relation to family history. Acta Paediatr Scand.1977; 66 :465 –471
  • Schrander JJ, van den Bogart JP, Forget PP, et al. Cow’s milk protein intolerance in infants under 1 year of age: a prospective epidemiological study. Eur J Pediatr.1993; 152 :640 –644
  • Host A, Koletzko B, Dreborg S, et al. Dietary products used in infants for treatment and prevention of food allergy. Joint statement of the European Society for Paediatric Allergology and Clinical Immunology (ESPACI) Committee on Hypoallergenic Formulas and the European Society for Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (ESPGHAN) Committee on Nutrition. Arch Dis Child.1999; 81 :80 –84
  • Walker-Smith JA. Diagnostic criteria for gastrointestinal food allergy in childhood. Clin Exp Allergy.1995; 25(suppl 1) :S20 –S22
  • Schrander JJ, Oudsen S, Forget PP. Follow up study of cow’s milk protein intolerant infants. Eur J Pediatr.1992; 151 :783 –785
  • Cavataio F, Carroccio A, Iacono G. Milk-induced reflux in infants less than one year of age. J Pediatr Gastroenterol Nutr.2000; 30 :S36 –S44
  • Buisseret PD. Common manifestations of cow’s milk allergy in children. Lancet.1978; 8059 :304 –305
  • Forget P, Arends JW. Cow’s milk protein allergy and gastro-oesophageal reflux. Eur J Pediatr.1985; 144 :298 –300
  • McLain BI, Cameron DJ, Barnes GL. Is cow’s milk protein intolerance a cause of gastro-oesophageal reflux in infancy? J Paediatr Child Health.1994; 30 :316 –318
  • Kelly KJ, Lazenby AJ, Rowe PC, et al. Eosinophilic esophagitis attributed to gastroesophageal reflux: improvement with an amino acid-based formula. Gastroenterology.1995; 109 :1503 –1512
  • Milocco C, Torre G, Ventura A. Gastro-oesophageal reflux and cow’s milk protein allergy. Arch Dis Child.1997; 77 :183 –184
  • Staiano A, Troncone R, Simeone D, et al. Differentiation of cow’s milk intolerance and gastro-oesophageal reflux. Arch Dis Child.1995; 73 :439 –442
  • Cavataio F, Iacono G, Montalto G, et al. Clinical and pH-metric characteristics of gastro-esophageal reflux secondary to cow’s milk protein allergy. Arch Dis Child.1996; 75 :51 –56
  • Cavataio F, Iacono G, Montalto G, et al. Gastroesophageal reflux associated with cow’s milk allergy in infants: which diagnostic examinations are useful? Am J Gastroenterol.1996; 91 :1215 –1220[Web of Science][Medline]
  • Iacono G, Carroccio A, Cavataio F, et al. Gastroesophageal reflux and cow’s milk allergy in infants: a prospective study. J Allergy Clin Immunol.1996; 97 :822 –827[CrossRef
  • Hill DJ, Cameron DJS, Francis DEM, et al. Challenge confirmation of late-onset reactions to extensively hydrolyzed formulas in infants with multiple food protein intolerance. J Allergy Clin Immunol.1995; 96 :386 –394
  • de Boissieu D, Matarazzo P, Dupont C. Allergy to extensively hydrolyzed cow milk protein in infants: identification and treatment with an amino acid based formula. J Pediatr.1997; 131 :744 –747
  • Hill DJ, Heine RG, Cameron DJS, et al. Role of food protein intolerance in infants with persistent distress attributed to reflux esophagitis. J Pediatr.2000; 136 :641 –647
  • van Elburg RM, Uil JJ, de Monchy JG, et al. Intestinal permeability in pediatric gastroenterology. Scand J Gastroenterol Suppl.1992; 194 :19 –24[Medline]
  • Host A, Husby S, Gjesing B, et al. Prospective estimation of IgG, IgG subclass and IgE antibodies to dietary proteins in infants with cow milk allergy. Levels of antibodies to whole milk protein, BLG and ovalbumin in relation to repeated milk challenge and clinical course of cow milk allergy. Allergy.1992; 47 :218 –229
  • Keller KM, Burgin-Wolff A, Lippold R, et al. The diagnostic significance of IgG cow’s milk protein antibodies re-evaluated. Eur J Pediatr.1996; 155 :331 –337[CrossRef
  • Iacono G, Cavataio F, Montalto G. Persistent cow’s milk protein intolerance in infants: the changing faces of the same disease. Clin Exp Allergy.1998; 28 :817 –823[CrossRef
  • Vandenplas Y. Reflux esophagitis in infants and children. A report from the Working Group of the European Society of Pediatric Gastroenterology and Nutrition on Gastro-oesophageal Reflux Disease. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1994; 18 :413 –422
  • Black DD, Haggitt RC, Orenstein SR. Esophagitis in infants. Morphometric histological diagnosis and correlation with measures of gastroesophageal reflux. Gastroenterology.1990; 98 :1408 –1414
  • Winter HS, Madara JL, Stafford RJ. Intraepithelial eosinophils: a new diagnostic criteria for reflux esophagitis. Gastroenterology.1982; 83 :818 –823[Web of Science
  • Liacouras CA, Wenner WJ, Brown K, et al. Primary eosinophilic esophagitis in children: successful treatment with oral corticosteroids. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1998; 26 :380 –385
  • Orenstein SR, Shalaby TM, Di Lorenzo C, et al. The spectrum of pediatric eosinophilic esophagitis beyond infancy: a clinical series of 30 children. Am J Gastroenterol.2000; 95 :1422 –1430
  • Mishra A, Hogan SP, Brandt EB, et al. An etiological role for aeroallergens and eosinophils in experimental esophagitis. J Clin Invest.2001; 107 :83 –90
  • Ruchelli E, Wenner W, Voytek T, et al. Severity of esophageal eosinophilia predicts response to conventional gastroesophageal reflux therapy. Pediatr Dev Pathol.1999; 2 :15 –18
  • Justinich CJ, Ricci A Jr, Kalafus DA. Activated eosinophils in esophagitis in children: a transmission electron microscopic study. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1997; 25 :194 –198
  • Garcia-Zepeda EA, Rothenberg ME, Ownbey RT, et al. Human eotaxin is a specific chemoattractant for eosinophil cells and provides a new mechanism to explain tissue eosinophilia. Nat Med.1996; 2 :449 –456
  • Thomson M. Esophagitis. In: Pediatric Gastrointestinal Disease. 3rd ed. Hamilton, Ontario, Canada: BC Decker; 2000:297–316
  • Hogan SP, Mishra A, Brandt EB, et al. A pathological function for eotaxin and eosinophils in eosinophilic gastrointestinal inflammation. Nat Immunol.2001; 2 :353 –360
  • Sutphen JL, Dillard VL. Effect of feeding volume on gastroesophageal reflux in infants. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1988; 7 :185 –188
  • Sutphen JL, Dillard VL. Dietary caloric density and osmolarity influence gastroesophageal reflux in infants. Gastroenterology.1989; 97 :601 –604
  • Calbet JA. Role of caloric content on gastric emptying in humans. J Physiol.1997; 498 :553 –559
  • Billeaud C, Guillet J, Sandler B. Gastric emptying in infants with or without gastroesophageal reflux according to the type of milk. Eur J Clin Nutr.1990; 44 :577 –583[
  • Tolia V, Lin S, Kuhns LR. Gastric emptying using three different formulas in infants with gastroesophageal reflux. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1992; 15 :297 –301
  • Coben RM, Weintraub A, Di Marino AJ Jr, et al. Gastroesophageal reflux during gastrostomy feeding. Gastroenterology.1994; 106 :13 –18
  • Cucchiara S, Salvia G, Borrelli O, et al. Gastric electrical dysrhythmias and delayed gastric emptying in gastroesophageal reflux disease. Am J Gastroenterol.1997; 92 :1103 –1108
  • Salvia G, De Vizia B, Manguso F, et al. Effect of intragastric volume and osmolality on mechanisms of gastroesophageal reflux in children with gastroesophageal reflux disease. Am J Gastroenterol.2001; 96 :1725 –1732
  • Fries JH, Zizmor J. Roentgen studies of children with alimentary disturbances due to food allergy. Am J Dis Child.1937; 54 :1239 –1251[Abstract/Free Full Text]
  • Reimann HJ, Lewin J. Gastric mucosal reactions in patients with food allergy. Am J Gastroenterol.1988; 83 :1212 –1219
  • Ravelli AM, Tobanelli P, Volpi S, et al. Vomiting and gastric motility in infants with cow’s milk allergy. J Pediatr Gastroenterol Nutr.2001; 32 :59 –64
  • Borrelli O, Schappi MG, Knafelz D, et al. Mast Cell-Nerve Interaction Is Critical for Food Allergic Intestinal Dysmotility. Presented at the 34th Annual Meeting of ESPGHAN; May 9–12, 2001; Geneva, Switzerland (abstr 04)
  • Vandenplas Y, Lifshitz JZ, Orenstein S, et al. Nutritional management of regurgitation in infants. J Am Coll Nutr.1998; 17 :308 –316
  • Iacono G, Cavataio F, Montalto G, et al. Intolerance of cow’s milk and chronic constipation in children. N Engl J Med.1998; 339 :1100 –1104[Abstract/Free Full Text]
  • Bloom DA. Allergic colitis: a mimic of Hirschsprung disease. Pediatr Radiol.1999; 29 :37 –41
  • Chin KC, Tarlow MJ, Allfree AJ. Allergy to cow’s milk presenting as chronic constipation. BMJ.1983; 287 :1593
  • Daher S, Sole D, de Morais MB. Cow’s milk and chronic constipation in children. N Engl J Med.1999; 340 :891
  • Iacono G, Carroccio A, Cavataio F, et al. Chronic constipation as a symptom of cow milk allergy. J Pediatr.1995; 126 :34 –39[CrossRef][Web of Science][Medline]
  • Shah N, Lindley K, Milla P. Cow’s milk and chronic constipation in children. N Engl J Med.1999; 340 :891 –892
  • Vandenplas Y, Belli D, Cadranel S, et al. Dietary treatment for regurgitation: recommendations from a working party. Acta Paediatr.1998; 87 :462 –468[CrossRef
  • Vandenplas Y, Hegar B. Diagnosis and treatment of gastro-esophageal reflux disease in infants and children. J Gastroenterol Hepatol.2000; 15 :593 –603
  • American Academy of Pediatrics, Committee on Nutrition. Hypoallergenic infants formulas. Pediatrics.2000; 106 :346 –349
  • Halpern SR, Sellers WA, Johnson RB, et al. Development of childhood allergy in infants fed breast, soy or cow’s milk. Allergy Clin Immunol.1973; 51 :139 –151
  • Johnstone DE, Roghmann KJ. Recommendation for soy infant formula: a review of the literature and a survey of pediatric allergists. Pediatr Asthma Allergy Immunol.1993; 7 :77 –88
  • Chandra RK. Five-year follow-up of high-risk infants with family history of allergy who were exclusively breast-fed or fed partial whey hydrolysate, soy, and conventional cow’s milk formulas. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1997; 24 :380 –388
  • Kjellman NI, Johansson SG. Soy versus cow’s milk in infants with a biparental history of atopic disease: development of atopic disease and immunoglobulins from birth to 4 years of age. Clin Allergy.1979; 9 :347 –358
  • Bock SA, Atkins FM. Patterns of food hypersensitivity during sixteen years of double-blind, placebo-controlled food challenges. J Pediatr.1990; 117 :561 –567
  • Zeiger RS, Sampson HA, Bock SA. Soy allergy in infants and children with IgE-associated cow’s milk allergy. J Pediatr.1999; 134 :614 –622[CrossRef][Web of Science
  • Sampson HA. The role of food allergy and mediator release in atopic dermatitis. J Allergy Clin Immunol.1988; 81 :635 –645
  • Businco L, Bruno G, Giampietro PG, et al. Allergenicity and nutritional adequacy of soy protein formulas. J Pediatr.1992; 121 :S21 –S28
  • American Academy of Pediatrics, Committee on Nutrition. Soy protein-based formulas: recommendations for use in infant feeding. Pediatrics.1989; 83 :1068 –1069
  • Gern JE, Yang E, Errard HM, et al. Allergic reactions to milk-contaminated “nondairy” products. N Engl J Med.1991; 324 :976 –979
  • Lifschitz CH, Hawkins HK, Guerra C, et al. Anaphylactic shock due to cow’s milk protein hypersensitivity in a breast-fed infant. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1988; 7 :141 –144
  • Businco L, Cantani A, Longhi AL, et al. Anaphylactic reactions to cow’s milk whey hydrolysate (Alpha-Re, Nestle) in infants with cow’s milk allergy. Ann Allergy.1989; 62 :333
  • Ellis MH, Short JA, Heiner DC. Anaphylaxis after ingestion of a recently introduced hydrolyzed whey protein formula. J Pediatr.1991; 118 :74 –77
  • Schwartz RH, Amonette MS. Cow milk protein hydrolysate infant formula not always “hypoallergenic.” J Pediatr.1991; 119 :839
  • Saylor JD, Bahna SL. Anaphylaxis to casein hydrolysate formula. J Pediatr.1991; 118 :71 –74
  • Harrison CJ, Puntic WL, Durbin GM, et al. Case report: atypical allergic colitis in preterm infants. Acta Paediatr Scand.1991; 80 :1113 –1116
  • Kelso JM, Sampson HA. Food protein-induced enterocolitis to casein hydrolysate formulas. J Allergy Clin Immunol.1993; 92 :909 –910
  • Vanderhoof JA, Murray ND, Kaufman SS, et al. Intolerance to protein hydrolysate infant formulas: an underrecognized cause of gastrointestinal symptoms in infants. J Pediatr.1997; 131 :741 –744
  • Makinen-Kiljunen S, Palosuo T. A sensitive enzyme-linked immunosorbent assay for determination of bovine ß-lactoglobulin in infant feeding formulas and in human milk. Allergy.1992; 47 :347 –352[
  • Carroccio A, Cavataio F, Montalto D, et al. Intolerance to hydrolysed cow’s milk proteins in infants: clinical characteristics and dietary treatment. Clin Exp Allergy.2000; 30 :1598 –1603
  • allergy/intolerance and atopic dermatitis. Pediatr Allergy Immunol.2001; 12 :78 –82[
  • Vandenplas Y, Hauser B, Blecker U, et al. The nutritional value of a whey hydrolysate formula compared with a whey-predominant formula in healthy infants. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1993; 17 :92 –96
  • Isolauri E, Sutas Y, Salo MK, et al. Elimination diet in cow’s milk allergy: risk for impaired growth in young children. J Pediatr.1998; 132 :1004 –1009
  • Jakobsson J, Lindberg T. A prospective study of cow’s milk protein intolerance in Swedish infants. Acta Paediatr.1979; 68 :853 –859
  • de Boissieu D, Matarazzo P, Rocchiccioli F, et al. Multiple food allergy: a possible diagnosis in breastfed infants. Acta Paediatr.1997; 86 :1042 –1046
  • Isolauri E, Tabvanainen A, Peltola T, et al. Breast-feeding of allergic infants. J Pediatr.1999; 134 :27 –32
  • Hill DJ, Heine RG, Cameron DJS, et al. The natural history of intolerance to soy and extensively hydrolyzed formulas in infants with multiple food protein intolerance. J Pediatr.1999; 135 :118 –121
  • Walker-Smith JA, Murch SH. Gastrointestinal food allergy. In: Diseases of the Small Intestine in Childhood. 4th ed. Oxford, United Kingdom: Isis Medical Media; 1999:205–234
  • Osatakul S, Sriplung H, Puetpaiboon A, et al. Prevalence and natural course of gastroesophageal reflux symptoms: a 1-year cohort study in Thai infants. J Pediatr Gastroenterol Nutr.2002; 34 :63 –67
  • Heacock HJ, Jeffery HE, Baker JL, et al. Influence of breast versus formula milk on physiological gastroesophageal reflux in healthy, newborn infants. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1992; 14 :41 –46
  • Gilbert RE, Augood C, MacLennan S, et al. Cisapride treatment for gastro-oesophageal reflux in children: a systematic review of randomized controlled trials. J Pediatr Child Health.2000; 36 :524 –529[CrossRef]Weldon AP, Robinson MJ. Trial of Gaviscon in the treatment of gastro-oesophageal reflux in infancy. Aust Paediatr J.1972; 8 :279 –281
  • Buts JP, Barudi C, Otte JB. Double-blind controlled study on the efficacy of sodium alginate (Gaviscon) in reducing gastroesophageal reflux assessed by 24-h continuous pH monitoring in infants and children. Eur J Pediatr.1987; 146 :156 –158[
  • Greally P, Hampton FJ, MacFayden UM, et al. Gaviscon and Carobel compared with cisapride in gastro-oesophageal reflux. Arch Dis Child.1992; 67 :618 –621
  • LeLuyer B, Mougenot JF, Mashako L, et al. Multicenter study of sodium alginate in the treatment of regurgitation in infants. Ann Pediatr.1992; 39 :635 –640
  • Oderda G, Dell’Olio D, Forni M, et al. Treatment of childhood peptic esophagitis with famotidine or alginate-antacid. Ital J Gastroenterol.1990; 22 :346 –349
  • Miller S. Comparison of the efficacy and safety of a new aluminium-free paediatric alginate preparation and placebo in infants with recurrent gastro-oesophageal reflux. Curr Med Res Opin.1999; 15 :160 –168
  • Poynard T, Vernisse B, Agostini H. Randomized, multicentre comparison of sodium alginate and cisapride in the symptomatic treatment of uncomplicated gastroesophageal reflux. Aliment Pharmacol Ther.1998; 12 :159 –165
  • Dalzell AM, Searle JW, Patrick MK. Treatment of refractory ulcerative oesophagitis with omeprazole. Arch Dis Child.1992; 67 :641 –642
  • Cucchiara S, Minella R, Iervolino C, et al. Omeprazole and high dose ranitidine in the treatment of refractory reflux oesophagitis. Arch Dis Child.1993; 69 :655 –659
  • Martin PB, Imong SM, Krischer J, et al. The use of omeprazole for resistant oesophagitis in children. Eur J Pediatr Surg.1996; 6 :195 –197
  • Kato S, Ebina K, Fujii K, et al. Effect of omeprazole in the treatment of refractory acid-related diseases in childhood: endoscopic healing and twenty-four hour intragastric acidity. J Pediatr.1996; 128 :415 –421[CrossRef][Web of Science][Medline]
  • De Giacomo C, Bawa P, Franceschi M, et al. Omeprazole for severe reflux esophagitis in children. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1997; 24 :528 –532
  • Cucchiara S, Minella R, Campanozzi A, et al. Effects of omeprazole on mechanisms of gastroesophageal reflux in childhood. Dig Dis Sci.1997; 42 :293 –299
  • Walters JK, Zimmermann AE, Souney PF, et al. The use of omeprazole in the pediatric population. Ann Pharmacother.1998; 32 :478 –481
  • Alliet P, Raes M, Bruneel E, et al. Omeprazole in infants with cimetidine-resistant peptic esophagitis. J Pediatr.1998; 132 :352 –354[CrossRef][Web of Science][Medline]
  • Israel DM, Hassall E. Omerprazole and other proton pump inhibitors: pharmacology, efficacy, and safety, with special reference to use in children. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1998; 27 :568 –579[CrossRef][Web of Science][Medline]
  • Strauss RS, Calenda KA, Dayal Y, et al. Histological esophagitis: clinical and histological response to omeprazole in children. Dig Dis Sci.1999; 44 :134 –139
  • Hassal E, Israel D, Shepherd R, et al. Omeprazole for treatment of chronic erosive esophagitis in children: a multicenter study of efficacy, safety, tolerability and dose requirements. International Pediatric Omeprazole Study Group. J Pediatr.2000; 137 :800 –807
  • Kuipers EJ, Meuwissen SGM. The efficacy and safety of long-term omeprazole treatment for gastroesophageal reflux disease. Gastroenterology.2000; 118 :795 –798
  • Klinkenberg-Knol EC, Nelis F, Dent J, et al. Long-term omeprazole treatment in resistant gastroesophageal reflux disease: efficacy, safety, and influence on gastric mucosa. Gastroenterology.2000; 118 :661 –669
  • McGuigan JE. Treatment of gastroesophageal reflux disease: to step or not to step. Am J Gastroenterol.2001; 96 :1679 –1681
  • Tytgat GN. Medical therapy of gastroesophageal reflux disease in secondary and tertiary care settings. Yale J Biol Med.1999; 72 :181 –194
  • Annibale B, Franceschi M, Fusillo M, et al. Omeprazole in patients with mild or moderate reflux esophagitis induces lower relapse rates than ranitidine during maintenance treatment. Hepatogastroenterology.1998; 45 :742 –751[Medline]
  • Hu FZ, Preston RA, Post JC, et al. Mapping of a gene for severe pediatric gastroesophageal reflux to chromosome 13q14. JAMA.2000; 284 :325 –334[Abstract/Free Full Text]
  • Deloukas P, Schuler GD, Gyapay G, et al. A physical map of 30,000 human genes. Science.1998; 282 :744 –746
  • MacDonald SM, Pazebas WA, Jabs EW. Chromosomal localization of tumor protein, translationally-controlled 1 (TPT 1) encoding the human histamine releasing factor (HRF) to 13q12–q14. Cytogenet Cell Genet.1999; 84 :128 –129[
  • Bhattacharyya S, Leaves NI, Witshire S, et al. A high-density genetic map of the chromosome 13q14 atopy locus. Genomics.2000; 70 :286 –291[CrossRef][Web of Science][Medline]
  • Beyer K, Nickel R, Freidhoff L, et al. Association and linkage of atopic dermatitis with chromosome 13q12–14 and 5q31–33 markers. J Invest Dermatol.2000; 115 :906 –908[
  • The Collaborative Study of Genetics of Asthma. A genome-wide search for asthma susceptibility loci in ethnically diverse populations. Nat Genet.1997; 15 :389 –392[C
  • Lukacs NW, Tekkanat KK, Berlin A, et al. Respiratory syncytial virus predispose to augmented allergic airway responses via il-13-mediated mechanisms. J Immunol.2001; 167 :1060 –1065[
  • McBride JT. Pulmonary function changes in children after respiratory syncytial virus infection in infancy. J Pediatr.1999; 135(2, pt 2) :28 –32
  • Kalliomaki M, Salminen S, Arvilommi H, et al. Probiotics in primary prevention of atopic disease: a randomised placebo-controlled trial. Lancet.2001; 357 :1076 –1079[
  • Murch S. Toll of allergy reduced by probiotics. Lancet.2001; 357 :1057 –1059[
  • Thorens J, Froehlich F, Schwizer W, et al. Bacterial overgrowth during treatment with omeprazole compared with cimetidine: a prospective, randomised double blind study. Gut.1996; 39 :54 –59
  • Salminen S, von Wright A, Morelli L, et al. Demonstration of safety of probiotics: a review. Int J Food Microbiol.1998; 44 :93 –106
  • Odze RD, Bines J, Leichtner AM, Goldman H, Antonioli DA. Allergic proctocolitis in infants: a prospective clinicopathologic biopsy study. Hum Pathol.1993; 24 :668 –674
  • Wilson NW, Self TW, Hamburger RN. Severe cow’s milk induced colitis in an exclusively breast-fed neonate. Case report and clinical review of cow’s milk allergy. Clin Pediatr (Phila).1990; 29 :77 –80
  • Pumberger W, Pomberger G, Geissler W. Proctocolitis in breast fed infants: a contribution to differential diagnosis of haematochezia in early childhood. Postgrad Med J.2001; 77 :252 –254
  • Anveden HL, Finkel Y, Sandstedt B, Karpe B. Proctocolitis in exclusively breast-fed infants. Eur J Pediatr.1996; 155 :464 –467
  • Pittschieler K. Cow’s milk protein-induced colitis in the breast-fed infant. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1990; 10 :548 –549
  • Vanderhoof JA, Murray ND, Kaufman SS, et al. Intolerance to protein hydrolysate infant formulas: an underrecognized cause of gastrointestinal symptoms in infants. J Pediatr.1997; 131 :741 –744
  • Winter HS, Antonioli DA, Fukagawa N, Marcial M, Goldman H. Allergy-related proctocolitis in infants: diagnostic usefulness of rectal biopsy. Mod Pathol.1990; 3 :5 –10
  • Goldman H, Proujansky R. Allergic proctitis and gastroenteritis in children. Clinical and mucosal biopsy features in 53 cases. Am J Surg Pathol.1986; 10 :75 –86
  • Wyllie R. Cow’s milk protein allergy and hypoallergenic formulas. Clin Pediatr (Phila).1996; 35 :497 –500
  • Kuitunen P, Visakorpi J, Savilahti E, Pelkonen P. Malabsorption syndrome with cow’s milk intolerance: clinical findings and course in 54 cases. Arch Dis Child.1975; 50 :351 –356
  • Iyngkaran N, Yadav M, Boey C, Lam K. Severity and extent of upper small bowel mucosal damage in cow’s milk protein-sensitive enteropathy. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1988; 8 :667 –674
  • Walker-Smith JA. Cow milk-sensitive enteropathy: predisposing factors and treatment. J Pediatr.1992; 121 :S111 –S115
  • Iyngkaran N, Robinson MJ, Prathap K, Sumithran E, Yadav M. Cows’ milk protein-sensitive enteropathy. Combined clinical and histological criteria for diagnosis. Arch Dis Child.1978; 53 :20 –26
  • Yssing M, Jensen H, Jarnum S. Dietary treatment of protein-losing enteropathy. Acta Paediatr Scand.1967; 56 :173 –181
  • Hauer AC, Breese EJ, Walker-Smith JA, MacDonald TT. The frequency of cells secreting interferon-gamma and interleukin-4,–5, and -10 in the blood and duodenal mucosa of children with cow’s milk hypersensitivity. Pediatr Res.1997; 42 :629 –638
  • Kokkonen J, Haapalahti M, Laurila K, Karttunen TJ, Maki M. Cow’s milk protein-sensitive enteropathy at school age. J Pediatr.2001; 139 :797 –803
  • Powell GK. Milk- and soy-induced enterocolitis of infancy. J Pediatr.1978; 93 :553 –560
  • Powell G. Food protein-induced enterocolitis of infancy: differential diagnosis and management. Compr Ther.1986; 12 :28 –37
  • Sicherer SH, Eigenmann PA, Sampson HA. Clinical features of food protein-induced enterocolitis syndrome. J Pediatr.1998; 133 :214 –219
  • Vandenplas Y, Edelman R, Sacre L. Chicken-induced anaphylactoid reaction and colitis. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1994; 19 :240 –241
  • Nowak-Wegrzyn A, Sampson HA, Wood RA, Sicherer SH. Food protein-induced enterocolitis syndrome caused by solid food proteins. Pediatrics.2003; 111 :829 –835
  • Murray K, Christie D. Dietary protein intolerance in infants with transient methemoglobinemia and diarrhea. J Pediatr.1993; 122 :90 –92
  • Powell GK. Enterocolitis in low-birth-weight infants associated with milk and soy protein intolerance. J Pediatr.1976; 88 :840 –844
  • Gryboski J. Gastrointestinal milk allergy in infancy. Pediatrics.1967; 40 :354 –362
  • Lake AM. Food protein-induced colitis and gastroenteropathy in infants and children. In: Metcalfe DD, Sampson HA, Simon RA, eds. Food Allergy: Adverse Reactions to Foods and Food Additives. Boston, MA: Blackwell Scientific Publications; 1997:277–286
  • Halpin TC, Byrne WJ, Ament ME. Colitis, persistent diarrhea, and soy protein intolerance. J Pediatr.1977; 91 :404 –407
  • Jenkins H, Pincott J, Soothill J, Milla P, Harries J. Food allergy: the major cause of infantile colitis. Arch Dis Child.1984; 59 :326 –329
  • Benlounes N, Candalh C, Matarazzo P, Dupont C, Heyman M. The time-course of milk antigen-induced TNF-alpha secretion differs according to the clinical symptoms in children with cow’s milk allergy. J Allergy Clin Immunol.1999; 104 :863 –869
  • Osterlund P, Jarvinen KM, Laine S, Suomalainen H. Defective tumor necrosis factor-alpha production in infants with cow’s milk allergy. Pediatr Allergy Immunol.1999; 10 :186 –190
  • Chung HL, Hwang JB, Park JJ, Kim SG. Expression of transforming growth factor beta1, transforming growth factor type I and II receptors, and TNF-alpha in the mucosa of the small intestine in infants with food protein-induced enterocolitis syndrome. J Allergy Clin Immunol.2002; 109 :150 –154
  • Busse P, Sampson HA, Sicherer SH. Non-resolution of infantile food protein-induced enterocolitis syndrome (FPIES). J Allergy Clin Immunol.2000; 105 :S129 (abstr)
  • Forget PP, Arenda JW. Cow’s milk protein allergy and gastroesophageal reflux. Eur J Pediatr.1985; 144 :298 –300
  • Staiano A, Troncone R, Simeone D, et al. Differentiation of cows’ milk intolerance and gastro-oesophageal reflux. Arch Dis Child.1995; 73 :439 –442
  • Cavataio F, Iacono G, Montalto G, et al. Gastroesophageal reflux associated with cow’s milk allergy in infants: which diagnostic examinations are useful? Am J Gastroenterol.1996; 91 :1215 –1220
  • Cavataio F, Iacono G, Montalto G, Soresi M, Tumminello M, Carroccio A. Clinical and pH-metric characteristics of gastro-oesophageal reflux secondary to cows’ milk protein allergy. Arch Dis Child.1996; 75 :51 –56
  • Iacono G, Carroccio A, Cavataio F, et al. Gastroesophageal reflux and cow’s milk allergy in infants: a prospective study. J Allergy Clin Immunol.1996; 97 :822 –827
  • Ravelli AM, Tobanelli P, Volpi S, Ugazio AG. Vomiting and gastric motility in infants with cow’s milk allergy. J Pediatr Gastroenterol Nutr.2001; 32 :59 –64
  • Milocco C, Torre G, Ventura A. Gastro-oesophageal reflux and cows’ milk protein allergy. Arch Dis Child.1997; 77 :183 –184
  • Hill DJ, Hosking CS. Infantile colic and food hypersensitivity. J Pediatr Gastroenterol Nutr.2000; 30(suppl) :S67 –S76
  • Lucassen PL, Assendelft WJ, Gubbels JW, van Eijk JT, van Geldrop WJ, Neven AK. Effectiveness of treatments for infantile colic: systematic review. Br Med J.1998; 316 :1563 –1569
  • Castro-Rodriguez JA, Stern DA, Halonen M, et al. Relation between infantile colic and asthma/atopy: a prospective study in an unselected population. Pediatrics.2001; 108 :878 –882
  • Sampson HA, McCaskill CC. Food hypersensitivity and atopic dermatitis: evaluation of 113 patients. J Pediatr.1985; 107 :669 –675
  • Burks AW, James JM, Hiegel A, et al. Atopic dermatitis and food hypersensitivity reactions. J Pediatr.1998; 132 :132 –136
  • D’Netto MA, Herson VC, Hussain N, et al. Allergic gastroenteropathy in preterm infants. J Pediatr.2000; 137 :480 –486
  • Talley NJ, Shorter RG, Phillips SF, Zinsmeister AR. Eosinophilic gastroenteritis: a clinicopathological study of patients with disease of the mucosa, muscle layer, and subserosal tissues. Gut.1990; 31 :54 –58
  • Caldwell JH, Mekhjian HS, Hurtubise PE, Beman FM. Eosinophilic gastroenteritis with obstruction. Immunological studies of seven patients. Gastroenterology.1978; 74 :825 –828
  • Dobbins JW, Sheahan DG, Behar J. Eosinophilic gastroenteritis with esophageal involvement. Gastroenterology.1977; 72 :1312 –1316
  • Orenstein SR, Shalaby TM, Di Lorenzo C, Putnam PE, Sigurdsson L, Kocoshis SA. The spectrum of pediatric eosinophilic esophagitis beyond infancy: a clinical series of 30 children. Am J Gastroenterol.2000; 95 :1422 –1430
  • Vitellas KM, Bennett WF, Bova JG, Johnston JC, Caldwell JH, Mayle JE. Idiopathic eosinophilic esophagitis. Radiology.1993; 186 :789 –793
  • Martino F, Bruno G, Aprigliano D, et al. Effectiveness of a home-made meat based formula (the Rezza-Cardi diet) as a diagnostic tool in children with food-induced atopic dermatitis. Pediatr Allergy Immunol.1998; 9 :192 –196
  • Van Rosendaal GM, Anderson MA, Diamant NE. Eosinophilic esophagitis: case report and clinical perspective. Am J Gastroenterol.1997; 92 :1054 –1056
  • Rothenberg ME, Mishra A, Collins MH, Putnam PE. Pathogenesis and clinical features of eosinophilic esophagitis. J Allergy Clin Immunol.2001; 108 :891 –894
  • Attwood SE, Smyrk TC, Demeester TR, Jones JB. Esophageal eosinophilia with dysphagia. A distinct clinicopathologic syndrome. Dig Dis Sci.1993; 38 :109 –116
  • Ruchelli E, Wenner W, Voytek T, Brown K, Liacouras C. Severity of esophageal eosinophilia predicts response to conventional gastroesophageal reflux therapy. Pediatr Dev Pathol.1999; 2 :15 –18
  • Lee RG. Marked eosinophilia in esophageal mucosal biopsies. Am J Surg Pathol.1985; 9 :475 –479
  • Walsh SV, Antonioli DA, Goldman H, et al. Allergic esophagitis in children: a clinicopathological entity. Am J Surg Pathol.1999; 23 :390 –396
  • Liacouras CA, Wenner WJ, Brown K, Ruchelli E. Primary eosinophilic esophagitis in children: successful treatment with oral corticosteroids. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1998; 26 :380 –385
  • Kelly KJ, Lazenby AJ, Rowe PC, Yardley JH, Perman JA, Sampson HA. Eosinophilic esophagitis attributed to gastroesophageal reflux: improvement with an amino-acid based formula. Gastroenterology.1995; 109 :1503 –1512
  • Spergel JM, Beausoleil JL, Mascarenhas M, Liacouras CA. The use of skin prick tests and patch tests to identify causative foods in eosinophilic esophagitis. J Allergy Clin Immunol.2002; 109 :363 –368
  • Faubion WAJ, Perrault J, Burgart LJ, Zein NN, Clawson M, Freese DK. Treatment of eosinophilic esophagitis with inhaled corticosteroids. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1998; 27 :90 –93
  • Shirai T, Hashimoto D, Suzuki K, et al. Successful treatment of eosinophilic gastroenteritis with suplatast tosilate. J Allergy Clin Immunol.2001; 107 :924 –925
  • Neustrom MR, Friesen C. Treatment of eosinophilic gastroenteritis with montelukast. J Allergy Clin Immunol.1999; 104 :506
  • Sicherer SH, Noone SA, Koerner CB, Christie L, Burks AW, Sampson HA. Hypoallergenicity and efficacy of an amino acid-based formula in children with cow’s milk and multiple food hypersensitivities. J Pediatr.2001; 138 :688 –693
  • Ortolani C, Ispano M, Pastorello E, Bigi A, Ansaloni R. The oral allergy syndrome. Ann Allergy.1988; 61 :47 –52
  • Ortolani C, Pastorello EA, Farioli L, et al. IgE-mediated allergy from vegetable allergens. Ann Allergy.1993; 71 :470 –476
  • Farrell RJ, Kelly CP. Celiac sprue. N Engl J Med.2002; 346 :180 –188
  • Ferguson A. Mechanisms in adverse reactions to food. The gastrointestinal tract. Allergy.1995; 50 :32 –38
  • Vanderhoof JA, Perry D, Hanner TL, Young RJ. Allergic constipation: association with infantile milk allergy. Clin Pediatr (Phila).2001; 40 :399 –402
  • Iacono G, Carroccio A, Cavataio F, Montalto G, Cantarero MD, Notarbartolo A. Chronic constipation as a symptom of cow milk allergy. J Pediatr.1995; 126 :34 –39
  • Iacono G, Cavataio F, Montalto G, et al. Intolerance of cow’s milk and chronic constipation in children. N Engl J Med.1998; 339 :1100 –1104
  • Daher S, Tahan S, Sole D, et al. Cow’s milk protein intolerance and chronic constipation in children. Pediatr Allergy Immunol.2001; 12 :339 –342
  • Terr AI, Salvaggio JE. Controversial concepts in allergy and clinical immunology. In: Bierman CW, Pearlman DS, Shapiro GG, Busse WW, eds. Allergy, Asthma, and Immunology From Infancy to Adulthood. Philadelphia, PA: WB Saunders; 1996:749–760
  • Zeiger RS, Sampson HA, Bock SA, et al. Soy allergy in infants and children with IgE-associated cow’s milk allergy. J Pediatr.1999; 134 :614 –622
  • Bellioni-Businco B, Paganelli R, Lucenti P, Giampietro PG, Perborn H, Businco L. Allergenicity of goat’s milk in children with cow’s milk allergy. J Allergy Clin Immunol.1999; 103 :1191 –1194
  • Kelso JM, Sampson HA. Food protein-induced enterocolitis to casein hydrolysate formulas. J Allergy Clin Immunol.1993; 92 :909 –910
  • Frisner H, Rosendal A, Barkholt V. Identification of immunogenic maize proteins in a casein hydrolysate formula. Pediatr Allergy Immunol.2000; 11 :106 –110
  • Isolauri E, Sutas Y, Makinen KS, Oja SS, Isosomppi R, Turjanmaa K. Efficacy and safety of hydrolyzed cow milk and amino acid-derived formulas in infants with cow milk allergy. J Pediatr.1995; 127 :550 –557
  • Ventura A, Ciana G, Vinci A, Davanzo R, Giannotta A, Perini R. [Hypertrophic stenosis of the pylorus. Correlations with allergy to milk proteins and atopy] Pediatr Med Chir. 1987 Nov-Dec;9(6):679-83. Italia.

    BACA ARTIKEL ALERGI DEWASA LAINNYA

    .

    .

     

    ARTIKEL TEREKOMENDASI: Kumpulan Artikel Permasalahan Alergi Anak dan Imunologi, Dr Widodo Judarwanto, pediatrician

    .

    ARTIKEL TEREKOMENDASI:Kumpulan Artikel Alergi Pada Bayi, Dr Widodo Judarwanto Pediatrician

    .

    ARTIKEL FAVORIT:100 Artikel Alergi dan Imunologi Paling Favorit

    Current Allergy Immunology by Widodo Judarwanto

    Gejala Alergi pada bayi dan anak justru paling sering dipicu oleh adanya infeksi khususnya infeksi virus. Tetapi sebaliknya saat itu sering dianggap karena alergi susu atau alergi makanan. Gejala infeksi virus pada bayi khususnya sulit dikenali karena mirip gejala alergi. Reaksi terhadap alergi susu atau alergi makanan biasanya relatif ringan, namun begitu dipicu infeksi manifestasinya lebih berat. Pemicu alergi tidak akan berarti bila penyebab alergi dihindari. Widodo Judarwanto 2012
    The doctor of the future will give no medicine, but will instruct his patient in the care of the human frame, in diet and in the cause and prevention of disease.
Supported by

 www.allergycliniconline.com

ALLERGY ONLINE CLINIC FOR CHILDREN, TEEN AND ADULT Yudhasmara Foundation www.allergyclinic.me   GROW UP CLINIC I JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat, Jakarta Indonesia 10210 Phone : (021)  5703646 – 44466102 GROW UP CLINIC II  MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 44466103 – 97730777 http://growupclinic.com  http://www.facebook.com/GrowUpClinic Creating-hashtag-on-twitter@growupclinic Working together support to health of all by clinical practice, research and educations. Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: ***Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***
Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967    Clinical – Editor in Chief : Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician email : judarwanto@gmail.com Creating-hashtag-on-twitter: @WidoJudarwanto  www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O8567805533 PIN BB 25AF7035

Curriculum Vitae Widodo Judarwanto

We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
,
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2013, Allergy Clinic Online Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s