Nyeri Perut, Hipersensitif Saluran Cerna Pada Dewasa dan Dampak Yang Menyertai

Nyeri Perut, Hipersensitif-Alergi  Saluran Cerna Pada Dewasa dan Dampak Yang Menyertai

Nyeri perut muncul dengan berbagai cara dan mempunyai banyak penyebab yang berbeda. Kita harus menentukan letaknya, radiasi, keparahan, karakter, frekuensi, durasi, faktor pemicu dan yang mengurangi gejala dan gejala lain yang berhubungan. Nyeri perut dapat dikenali penyebabnya berdasarkan lokasi dan karakteristik nyeri yang timbul. Tetapi seringkali meskipun dilaklukan berbagai pemeriksaan canggih seperti USG, MRI, CT Scan atau Endoskopi tidak ditemukan kelainnan yang berat atau hanya didapatkan kelainan ringan atau cenderung normal. Bila hal ini terjadi maka sangat mungkin gangguan nyeri perut tersebut disebabkan karena hipersensitif atau alergi saluran cerna. Haryus diuwaspadai gangguan nyeri perut pada penderita hipersensitif saluran cerna sering terjadi overdiagnosis atau overtreatment berlebihan seperti usus buntu padahal tidak terbukti benar terjadi usus buntu.

Perut adalah organ yang berongga, jadi didalamnya terdapat bermacam-macam organ yang terletak pada posisinya masing-masing, pada perut sebelah kanan dibagian atas terdapat organ Hati, Kandung Empedu, Ginjal, Usus kecil dan Usus Besar, sedangkan pada sbelah kanan di bagian bawah terdapat Usus Besar, Usus Buntu / Appendix, Saluran kencing, dan khusus pada wanita terdapat Saluran Indung Telur.

Nyeri perut yang hebat dan mendadak kadang merupakan gejala yang sering membawa pasien datang ke unit gawat darurat dan merupakan keluhan utama yang paling sering ditemukan pada pasien dengan kasus pembedahan pada gangguan perut, Dalam kondisi tertentu dan jarang nyeri perut  yang menyebabkan  dapat menyebabkan komplikasi yang serius bahkan hingga kematian jika diagnosis dan terapi yang tepat terlambat diberikan.

Nyeri perut dapat berupa nyeri visceral maupun nyeri somatik, dan dapat berasal dari berbagai proses pada berbagai organ di rongga perut atau diluar rongga perut, misalnya dirongga dada. Para klinisi sebaiknya telah memahami patofisiologi dan tanda-tanda khas penyebab akut abdomen. Lokasi, karakteristik, derajat nyeri dan ada atau tidaknya gejala-gejala sistemik dapat membantu dalam membedakan penyebab-penyebab akut abdomen yang membutuhkan pembedahan segera dengan kondisi medis biasa.

Sifat, derajat, dan lamanya nyeri akan sangat membantu dalam mencari penyebab utama akut abdomen. Nyeri superfisial, tajam dan menetap biasanya terjadi pada iritasi peritoneal akibat perporasi ulkus atau ruptur appendiks, ovarian abses atau kehamilan ektopik. Nyeri kolik terjadi akibat adanya kontraksi intermiten otot polos, seperti kolik ureter, dengan ciri khas adanya interval bebas nyeri. Tetapi istilah kolik bilier sebenarnya tidak sesuai dengan pengertian nyeri kolik karena kandung empedu dan ductus biliaris tidak memiliki gerakan peristalsis seperti pada usus atau ureter. Nyeri kolik biasanya dapat reda dengan analgetik biasa. Sedangkan nyeri strangulata akibat nyeri iskemia pada strangulasi usus atau trombosis vena mesenterik biasanya hanya sedikit mereda meskipun dengan analgetik narkotik. Faktor-faktor yang memicu atau meredakan nyeri penting untuk diketahui. Pada nyeri abdomen akibat peritonitis, terutama jika mengenai organ-organ pada abdomen bagian atas, nyeri dapat dipicu akibat gerakan atau nafas yang dalam

Penyebab Nyeri Perut

  • Saluran Cerna: Nyeri abdomen nonspesifik, Appendicitis, Obstruksi usus halus dan kolon, Perforasi pada peptic ulser, Hernia inkarserata, Perforasi usus atau Diverticulitis
  • Hati, Limpa dan empedu: Akut kolesistisis, Akut kholangitis, Abses hepar, Hepatitis akut, Limpa yang trauma atau rusak
  • Pancreas: Akut pancreatitis
  • Saluran Kemih: Kolik ginjal, kut pyelonefritis
  • Ginekologi: Akut salpingitis, Kehamilan ektopik yang ruptur
  • Pembuluh darah: Acute ischemic colitis, Mesenteric thrombosis
  • Peritoneum: Abses intra abdominal, Peritonitis tuberkulosis
  • Retroperitoneum: Perdarahan retroperitoneum

Lokasi Nyeri Perut Dan kemungkinan Penyebab

  • Kanan bagian atas, kemungkinan yang mengalami gangguan adalah organ-organ yang terletak pada bagian kanan atas adalah Gangguan Hati, Radang pada kandung empedu akibat adanya batu, serta kadang-kadang bisa terjadi radang usus kecil.  Nyeri kantung empedu sifat nyeri hebat, tetap/konstan, nyeri kuadran kanan atas/ epigastrik dan sering memburuk setelah makan makanan yang berlemak (fatty foods). Tetapi kalau tempat nyeri berada agak ditengah dan rasa nyerinya sampai menembus kebelakang, kemungkinan gangguan Ginjal harus dicurigai. Kolik renal atau gangguan nyeri disebabkan gangguan ginjal: nyeri kolik pada sudut tertentu bagian ginjal, yang nyeri bila ditekan, menjalar ke panggul. Khasnya  pasien tidak dapat menemukan posisi yang dapat mengurangi nyeri. Namun pada kolik ginjal dapat juga terjadi di bagian sebelah kiri.  Iskemik usus atau usus yang rusak, nyeri bersifat tumpul, hebat, tetap/konstan, nyeri abdomen kuadran kanan atas yang meningkat saat makan.
  • Kiri bagian atas, Kolik renal atau gangguan nyeri disebabkan gangguan ginjal: nyeri kolik pada sudut tertentu bagian ginjal, yang nyeri bila ditekan, menjalar ke panggul. Khasnya  pasien tidak dapat menemukan posisi yang dapat mengurangi nyeri. Namun pada kolik ginjal dapat juga terjadi di bagian sebelah kiri. Nyeri ulkus peptic nyeri bersifat tumpul, nyeri terbakar (burning) di epigastrium. Khasnya episode malam, membangunkan pasien dari tidur. Diperparah oleh makan dan kadang kadanga dikurangi dengan minum susu atau antasida.
  • Kanan bawah, penyebab yang paling sering adalah radang dari usus buntu atau  Appendicitis, kemudian penyebab lain yang cukup sering adalah infeksi saluran kencing, atau pada wanita patut dicurigai adanya radang saluran indung telur, infeksi usus halus atau usus besar. Untuk membedakan antara usus buntu dengan infeksi saluran kencing yaitu :  Pada usus buntu gejala yang menyertai adalah demam, bisa juga disertai rasa mual sampai muntah dan kadang bisa juga disertai diare, biasanya nyeri yang timbul kuat sekali sampai si penderita selalu membungkukkan badannya karena menahan nyeri di bagian perut kanan bawah.  Sedangkan pada infeksi saluran kencing biasanya adalah sering kencing, rasa nyeri bila kencing, juga rasa perih pada waktu kencing, juga bisa disertai demam tinggi dan rasa mual muntah juga. Nyeri kolon tampilannya kadang kadang nyeri dapat berkurang sementara oleh defekasi atau flatus
  • Nyeri Perut Bagian Tengah Atas Bila anda mendadak merasakan nyeri didaerah ulu hati disertai rasa mual dan rasa kembung, kemungkinan besar anda menderita Gastritis, dispepsia atau gangguan lain lam,bung.  Gastritis adalah sakit pada bagian lambung, jadi kurang lebih artinya sama saja. Arti Gastritis sebenarnya adalah terjadinya proses radang pada lambung.  Penyebab lain adalah nyeri pancreas, lokasi di sekitar epigastrium atau perut bagian tengah, menjalar ke punggung, membaik saat duduk dan posisi condong kedepan.  Obstruksi usus halus biasanaya nyeri kolik sentral yang berhubungan dengan muntah, distensi dan konstipasi
  • Perut Bawah tengah Nyeri kandung kemih biasanya nyeri difus yang hebat di regio suprapubik. Nyeri prostat tampilannya nyeri tumpul yang dirasakan di lower abdomen, rectum, perineum atau paha anterior. Nyeri uretra sangat bervariasi mulai dari ketidaknyamanan hingga nyeri tajam yang hebat yang dirasakan pada ujung akhir uretra (ujung penis pada pria) dan semakin nyeri saat miksi. Bisa sangat parah sehingga pasien akan berusaha menahan kencingnya yang dapat menimbulkan masalah baru

Karakteristik Nyeri

Sifat, keparahan dan periodisitas sakit memberikan petunjuk berguna untuk penyebab yang mendasari . nyeri utama adalah yang paling umum. 

  • Nyeri alih Nyeri alih terjadi jika suatu segmen persarafan melayani lebih dari suatu daerah. Misalnya, diafragma yang berasal dari regio leher C3 – C5 pindah ke bawah pada masa embrional sehingga rangsangan pada diafragma oleh perdarahan atau peradangan akan dirasakan di bahu. Demikian juga pada kolesistitis akut, nyeri dirasakan di daerah ujung belikat. Abses dibawah diafragma ata rangsangan karena radang atau trauma pada permukaan atau limpa atau hati juga dapat mengakibatkan nyeri di bahu. Kolik ureter atau kolik pyelum ginjal, biasanya dirasakan sampai ke alat kelamin luar seperti labium mayus atau pada testis pada pria.
  • Nyeri kontinyu Nyeri akibat rangsangan pada peritoneum parietal akan dirasakan terus-menerus karena berlangsung terus, misalnya pada reaksi radang. Pada saat pemeriksaan penderita peritonitis, ditemukan nyeri tekan setempat. Otot dinding perut menunjukkan defans muskuler secara refleks untuk melindungi bagian yang meradang dan menghindari gerakan atau tekanan setempat.
  • Nyeri kolik Nyeri kolik merupakan nyeri yang hilang timbul  yang menunjukkan suatu obstruksi organ berongga (lumen), organ yang berdinding otot (usus, empedu, duktus biliaris, ureter) Kolik merupakan nyeri viseral akibat spasme otot polos organ berongga dan biasanya disebabkan oleh hambatan pasase dalam organ tersebut (obstruksi usus, batu ureter, batu empedu, peningkatan tekanan intraluminar). Nyeri ini timbul karena hipoksia yang dialami oleh jaringan dinding saluran. Karena kontraksi ini berjeda, kolik dirasakan hilang timbul. Fase awal gangguan perdarahan dinding usus juga berupa kolik. Serangan kolik biasanya disertai perasaan mual, bahkan sampai muntah. Dalam serangan, penderita sangat gelisah, kadang sampai berguling-guling di tempat tidur atau di jalan. Yang khas ialah trias kolik yang terdiri atas serangan nyeri yang kumat-kumatan disertai mual dan muntah dan gerak paksa.
  • Nyeri iskemik Nyeri perut dapat juga berupa nyeri iskemik yang sangat hebat, menetap, dan tidak menyurut. Nyeri ini merupakan tanda adanya jaringan yang terancam nekrosis. Lebih lanjut akan tampak tanda intoksikasi umum, seperti takikardia, keadaan umum yang memburuk, dan syok karena resorbsi toksin dari jaringan nekrosis.
  • Nyeri pindah  Kadang nyeri berubah sesuai perkembangan patologi. Misalnya pada tahap awal appendisitis, sebelum radang mencapai permukaan peritoneum, nyeri viseral dirasakan sekitar pusat disertai rasa mual karena appendiks termasuk usus tengah. Setelah radang terjadi di seluruh dinding termasuk peritoneum viseral, terjadi nyeri akibat rangsangan peritoneum yang merupakan nyeri somatik. Pada saat ini, nyeri dirasakan tepat pada letak peritoneum yang meradang, yaitu diperut kanan bawah. Jika appendiks kemudian mengalami nekrosis dan gangren, nyeri berubah lagi menjadi nyeri iskemik yang hebat, menetap dan tidak menyurut, kemudian penderita dapat jatuh dalam keadaan toksis. Pada perporasi tukak peptik duodenum, isi duodenum yang terdiri atas cairan asam garam dan empedu masuk rongga abdomen yang sangat merangsang peritoneum setempat. Pasien merasakan sangat nyeri di tempat rangsangan itu, yaitu diperut bagian atas. Setelah beberapa waktu, isi cairan lambung mengalir ke kanan bawah, melalui jalandisebelah lateral kolon asendens sampai ke tempat kedua, yaitu rongga perut kanan bawah, sekitar sekum. Nyeri itu kurang tajam dan kurang hebat dibandingkan nyeri pertama karena terjadi pengenceran. Pasien sering mengeluh bahwa nyeri yang mulai di ulu hati pindah ke kanan bawah. Proses ini berbeda sekali dengan proses nyeri pada appendisitis akut. Akan tetapi kedua keadaan ini, appendisitis akut maupun perporasi lambung atau duodenum, akan mengakibatkan peritonitis purulenta umum jika tidak segera ditanggulangi dengan tindakan bedah
  • Nyeri disertai rasa panas biasanya mengindikasikan karena pengaruh asam dan berhubungan dengan lambung, duodenum atau bagian  esofagus bawah
  • Nyeri tajam konstan dangkal karena iritasi peritoneal adalah khas ulkus perforasi atau usus buntu yang pecah, kista ovarium, atau kehamilan ektopik.
  • Rasa sakit, mencengkeram pemasangan obstruksi usus kecil (dan kadang-kadang pankreatitis awal) biasanya terputus-putus, tidak jelas, mendalam, dan puncaknya pada awalnya, tetapi segera menjadi lebih tajam, tak henti-hentinya, dan lebih baik lokal. Tidak seperti sakit menggelisahkan tapi lumayan berhubungan dengan obstruksi usus, nyeri yang disebabkan oleh lesi occluding saluran yang lebih kecil (saluran empedu, tabung rahim, dan ureter) cepat menjadi gangguan yang tidak tertahankan.
  • Kolik jika ada interval bebas nyeri yang mencerminkan kontraksi intermiten otot polos, seperti pada kolik uretra. Dalam arti sempit, yang kolik istilah “empedu” adalah keliru karena sakit empedu tidak mengampuni. Alasannya adalah bahwa kantong empedu dan saluran empedu, kontras dengan ureter dan usus, tidak memiliki gerakan peristaltik. Kolik biasanya segera diatasi dengan analgesik. nyeri iskemik karena usus terjepit atau trombosis mesenterika hanya sedikit diredakan bahkan oleh narkotika.
  • Nyeri disebabkan oleh peritonitis lokal, terutama bila mempengaruhi organ-organ perut bagian atas, cenderung diperburuk oleh gerakan atau bernapas dalam-dala

Hipersensitif Saluran Cerna

  • Tampaknya 1 di antaranya 3 manusia sehat mengalami hipersensitif saluran cerna. Hal ini akan lebih sering lagi pada anak usia di bawah 5 tahun mungkin sekitar 30-40% anak mengalami hipersensitifitas saluran cerna. Karena sebagian besar pada anak terjadi imaturitas atau ketidak matangan saluran cerna. Biasanya gangguan ini lebih mengganggu pada usia di bawah 5-7 tahun. Meski demikian hal ini juga masih banyak di derita manusia dewasa.
  • Gangguan hipersensitif saluran cerna sering di anggap normal dan sering diistilahkan berbagai hal oleh para dokter seperti Irritable Bowel Syndrome, Gastrooesephageal Refluks (GERD), Dispepsia, Stomach Discomfort, gejala maag, kekurangan enzim, penyerapan tidak bagus, alergi susu, alergi makanan.
  • Gangguan hipersensitif saluran cerna ini sering didiagnosis berlebihan seperti alergi susu sapi, amuba, disentri, penyakit Hisrchprung, usus buntu atau berbagai gangguan lainya
  • Hipersensitif saluran cerna ini biasanya hanya merupakan gangguan fungsional dan selama ini dianggap normal. Tetapi ternyata bila dicermati gangguan ini sering menyebabkan berbagai hal yang sangat mengganggu yang tidak disadari. Gangguan tersebut bisa beruba gangguan pertumbuhan berat badan, gangguan perilaku dan gangguan perkembangan lainnya.
  • Gangguan perilaku dan gangguan psikologis sering menyertai pada penderita hipersensitif dan alergi saluran cerna. Tapi sebagian besar dianggap normal sehingga seringkali dokter menganggap semua gangguan itu karena stress atau pikiran
  • Berbagai penyebab gangguan nyeri perut organik seperti usus buntu, ulkus peptikum, hernia atau invaginasi kadang memerlukan tindakan bedah. Tetapi gangguan ini lebih jarang terjadi di antara berbagai penyebab nyeri perut.
  • Sebagian besar penyebab nyeri perut adalah gangguan fungsi saluran cerna ini bukan gangguan organik. Sehingga bila dilakukan pemeriksaan USG, CT Scan, endoskopi atau pemeriksaan penunjang lainnya pada umumnya normal. Bila gangguan ini yang terjadi maka berbagai dokter seringkali mengatakan hal yang berbeda tentang penyebabnya. Sebagian dokter mengganggap normal, dokter lainnya menganggap karena terlambat makan, masuk angin, stres dan sebagfainya. Bila gangguan tidak diketahui sebabnya atau semua pemeriksaan normal seringkali gangguan nyeri perut tersebut berkaitan dengan gangguan hipersensitif dan alergi saluran cerna.
  • Hipersensitif saluran cerna biasanya terjadi bersamaan dengan sensitif organ tubuh lainnya seperti kulit, hidung (alergi hidung, sinusitis), saluran napas (bronkitis, batuk lama,asma), gangguan emosi atau kecemasan atau gangguan psikologis lainnya. Berbagai gangguan tersebut ditangani dengan berbagai dokter spesialis yang berbeda dan dianggap sebagai penyebab berbeda dan obat yang berbeda. Tetapi saat hipersensitif saluran cerna dan alergi saluran cerna diperbaiki ternyata berbagai gangguan yang menyertai membaik bersamaan.

Kenali Tanda dan Gejala Hipersensitif dan Alergi Saluran Cerna

Berbagai tanda dan gfejala Hipersensitif dan Alergi Fungsi Saluran Pencernaan

  • GERD (Gastrooesephageal Refluks Disease), Maag, Dispepsia,
  • IBS (Irritable Bowel Syndrome)
  • Nyeri perut
  • Kembung, mual, sulit berak (konstipasi), sering buang angin (flatus), mulut berbau, kelaparan, haus,
  • saliva (ludah) berlebihan atau meningkat,
  • canker sores, sariawan, metallic taste in mouth (rasa logam dalam mulut, stinging tongue, nyeri gigi,
  • burping (glegekan/sendawa), retasting foods, ulcer symptoms, nyeri ulu hati, indigestion, mual, muntah, perut terasa penuh
  • gangguan mengunyah dan menelan, perut keroncongan
  • Nyeri Perut (spastic colitis, “emotional colitis,” kolik kandung empedu gall bladder colic, cramp)
  • diare (mudah buang air besar cair dan sering)
  • sering buang angin dan besar-besar dan panjang, timbul lendir atau darah dari rektum, anus gatal atau panas.

Tanda dan Gejala Alergi Makanan Pada Dewasa

Tanda dan gejala alergi makanan dan reaksi simpang makanan ternyata sangat luas dan bervariasi. Selama ini hipotesa yang berkembang dan teori yang banyak dianut bahwa alergi makanan hanya terjadi pada usia anak dan jarang terjadi pada orang dewasa harus lebih dicermati lagi. Ternyata alergi atau hipersensitif makanan selain terjadi pada anak juga terjadi pada penderita dengan bentukdan karakteristik yang sedikit berbeda. Hal ini terjadi karena adanya perjalanan alamiah alergi atau allergy march yang menunjukkan bahwa tanda dan gejala alergi berubah pada usia tertentu. Selain itu alergi biasanya diturunkan kepada anak dari salah satu orangtuanya. Halini ternyata bisa dikenali dengan fenotif atau wajah yang sama pada anak atau saudara kandung atau orangtua yang berwajah sama akan memupunyai karakter alergi yang sama. Sehingga bila kita menenali tanda dan gejala alergi pada bayi dan anak akan juga dialami oleh salah satu saudara kandung dan salah satu orangtua dengan wahah yang sama.

Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap makanan. Kriteria tersebut berlaku bila dokter tidak menemukan penyebab atau gangguan penyakit lain yang mengakibatkan gejala tersebut. Adapun manifestasi klinik alergi pada dewasa dapat dilihat pada daftar di bawah. Bila terdapat 3 gejala atau lebih pada beberapa organ, tanpa diketahui penyebab pasti keluhan tersebut maka kecurigaan mengalami reaksi alergi semakin besar.

BIASANYA PENDERITA DAN HIPERSENSITIF SALURAN CERNA JUGA MENGALAMI BEBERAPA GEJALA DAN PERMASALAHAN KESEHATAN SEPERTI BERIKUT

ORGAN DAN SISTEM TUBUH

GEJALA DAN TANDA

Sistem Pernapasan

Batuk, pilek, bersin, sesak(astma), napas pendek, wheezing, banyak lendir di saluran napas atas (mucus bronchial) , rattling dan vibration dada.

Sistem Pembuluh Darah dan jantung

Palpitasi (berdebar-debar), flushing (muka ke merahan), nyeri dada, pingsan, tekanan darah rendah, denyut jantung meningkat, skipped beats, hot flashes, pallor; tangan hangat, kedinginan, kesemutan, redness or blueness of hands; pseudo-heart attack pain (nyeri dada mirip sertangan jantung); nyeri dada depan, tangan kiri, bahu, leher, rahang hingga menjalar di pergelangan tangan. Vaskulitis (sering lebam kebiruan seperti bekas terbentur padahal bukan terbentur pada daerah lengan atas dan lengan bawah)

Kulit

Sering gatal, dermatitis, urticaria, bengkak di bibir, lebam biru (seperti bekas terbentur) bekas hitam seperti digigit nyamuk. Kulit kaki dan tangan kering tapi wajah berminyak. Sering berkeringat.

Telinga Hidung Tenggorokan

Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal, pilek, post nasal drip, epitaksis, tidur mendengkur, mendengus Tenggorok : tenggorokan nyeri/kering/gatal, palatum gatal, suara parau/serak, batuk pendek (berdehem), Telinga : telinga terasa penuh/ bergemuruh / berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan pendengaran hilang timbul, terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan. Pembesaran kelenjar di sekitar leher dan kepala belakang bawah

Sistem Saluran Kemih dan kelamin

Sering kencing, nyeri kencing; tidak bisa mengontrol kandung kemih, bedwetting; vaginal discharge; genitalia gatal/bengkak/kemerahan/nyeri; nyeri bila berhubungan kelamin

Sistem Susunan Saraf Pusat

Sering sakit kepala, migrain, short lost memory (lupa nama orang, barang sesaat), floating (melayang), kepala terasa penuh atau membesar. Perilaku : Therapy terapi: impulsif, sering Marah, buruknya perubahan suasana hati (gangguan mood), kompulsif mengantuk, mengantuk, pusing, bingung, pusing, ketidakseimbangan, jalannya sempoyongan, lambat, lambat, membosankan, kurang konsentrasi, depresi, menangis, tegang, marah, mudah tersinggung, cemas, panik, dirangsang, agresif, overaktif, ketakutan, gelisah, manik, hiperaktif dengan ketidakmampuan belajar, gelisah, kejang, kepala terasa penuh atau membesar, sensasi melayang, gangguan memori jangka pendek (short memory losy), salah membaca atau membaca tanpa pemahaman, variasi ektrim dalam tulisan tangan, halusinasi, delusi, paranoia, Bicara Gagap, claustrophobia, kelumpuhan, negara katatonik, disfungsi persepsi, gejala khas keterbelakangan mental impulsif. Sensitive dan mudah marah, impulsif (bila tertawa atau bicara berlebihan), overaktif, deperesi, terasa kesepian merasa seperti terpisah dari orang lain, kadang lupa nomor, huruf dan nama sesaat, lemas (flu like symtomp)

Sistem Hormonal

Kulit berminyak (atas leher), kulit kering (bawah leher), endometriosis, Premenstrual Syndrome (Nyeri dan gangguan lainnya saat haid, kemampuan sex menurun, Chronic Fatique Symptom (sering lemas), Gampang marah, Mood swing, sering terasa kesepian, rambut rontok. Keputihan, jerawat.

Jaringan otot dan tulang

Nyeri tulang, nyeri otot, nyeri sendi: Fatigue, kelemahan otot, nyeri, bengkak, kemerahan local pada sendi; stiffness, joint deformity; arthritis soreness, nyeri dada, otot bahu tegang, otot leher tegang, spastic umum, , limping gait, gerak terbatas

Gigi dan mulut

Nyeri gigi atau gusi tanpa adanya infeksi pada gigi (biasanya berlangsung dalam 3 atau 7 hari). Gusi sering berdarah. Sering sariawan. Diujung mulut, mulut dan bibir sering kering, sindrom oral dermatitis. Geraham belakang nyeri sering dianggap sebagai Tooth Impacted (tumbuh gigi geraham miring)

Mata

nyeri di dalam atau samping mata, mata berair,sekresi air mata berlebihan, warna tampak lebih terang, kemerahan dan edema palpebra, Kadang mata kabur, diplopia, kadang kehilangan kemampuan visus sementara, hordeolum (bintitan).

BERBAGAI GANGGUAN PADA DEWASA YANG MENYERTAI

  • Mengalami Gizi Ganda : bisa kurus, sulit naik berat badan atau kegemukan. Pada kesulitan kenaikkan erat badan sering disertai kesulitamn makan dan nafsu makan kurang. Sebaliknya pada kegemukan sering mengalami nafsu makan berlebihan
  • Kesulitan Makan dan gangguan Makan : Nafsu makan buruk atau gangguan mengunyah menelan
  • Kepala,telapak kaki atau tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam atau ac). Keringat berbau.
  • FATIQUE atau KELELAHAN : mudah lelah, sering minta gendong, Pada dewasa sering mengeluh “capek”
  • Daya tahan menurun sering sakit demam, batuk, pilek setiap bulan bahkan sebulan 2 kali. (normal sakit seharusnya 2-3 bulan sekali). Karena sering sakit berakibat Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR), atau sinusitis hindari operasi amandel yang tidak perlu atau mengalami Infeksi Telinga Waspadai dan hindari efek samping PEMAKAIAN OBAT ANTIBIOTIKA TERLALU SERING.
  • Mudah mengalami INFEKSI SALURAN KENCING. Kulit di sekitar kelamin sering kemerahan
  • Sering mengalami OVERDIAGNOSIS TBC (MINUM OBAT JANGKA PANJANG PADAHAL BELUM TENTU MENDERITA TBC / ”FLEK ”) KARENA GEJALA ALERGI MIRIP PENYAKIT TBC. BATUK LAMA BUKAN GEJALA TBC PADA ANAKBILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN DOKTER LAINNYA
  • OVERDIAGNOSIS GANGGUAN LAINNYA Seringkali gangguan hipersensitif saluran cerna ringan dianggap penyakit lainnya seperti usus buntu, batu, batu empedu padahal belum dilakukan pemeriksaan lengkap atau pemeriksaan yang dilakukan tidak didapatkan kelainan. Pada penderiyta nyeri perut berulang sebaiknya bila divonis usus buntu sebaiknya harus segera second opinion dokter lainnya. Karena tidak mudah menetapkan diagnosis usus buntu pada penderita hipersensitif saluran cerna karena ganggguannya mirip. Hal inilah yang menyebabkan bahwa di negara sudah maju dunia kedokteran seperti Amerikapun operasi usus buntu adalah 5 kesalahan paling sering dalam tindakan operasi.
  • INFEKSI JAMUR (HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah, mulut, selangkangan, di leher, perut atau dada, KEPUTIHAN

BERBAGAI PERILAKU DAN GANGGUAN FUNGSI SUSUNAN SARAF PUSAT YANG MENYERTAI

  • SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala, MIGRAIN, vertigo
  • GANGGUAN TIDUR : Sulit untuk memulai tidur malam atau tidur larut malam , Tidur bolak-balik. Berbicara,tertawa,berteriak atau berjalan saat tidur, Mendadak terbangun duduk saat tidur kemudian tidur lagi, Mimpi buruk, “beradu gigi” atau gigi gemeretak atau bruxism
  • AGRESIF MENINGKAT: mudah memukul atau menampar orang lain, berlaku kasar terhadap anak , istri atau suami.
  • GANGGUAN KONSENTRASI: mudah lupa (short mempry lost), sering lupa meletakkan kunci, lupa nama teman tetapi memori lama kuat.
  • EMOSI TINGGI : mudah marah, sering berteriak, mengamuk, keras kepala, negatifisme dan mudah menyangkal (deny) sangat tinggi.
  • DEPRESI DAN MUDAH CEMAS : mudah marah, sedih berlebihan, mudah tersinggung, sering kesepian, mudah menangis meski masalahnya ringan
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK :Jalan terburu-buru mudah tersandung kaki meja atau kaki kursi
  • GANGGUAN SENSORIS : perabaan telapak kaki dan tangan sensitif (mudah geli, mudah jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan binatang berbulu). Rasa perabaan sensoris kaki sangat sensitif (bila lantai kotor sedikit atau berpasir sering geli dan harus pakai sandal), sandal atau sepatu seringkali ausnya tidak rata atau tidak seimbang kiri kanan. Hal ini jangka panjang kadang berdampak pada gangguan tulang punggung (nyeri npunggung, skoliosis)
  • GANGGUAN ORAL MOTOR : bicara terburu-buru, cadel, gagap. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH tapi sangat ringan dianggap normal, pilih-pilih makanan tidak sukan makanan berserat seperti daging empal, sayur tertentu.
  • IMPULSIF : banyak bicara, tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain, bila bicara sangat cepat banyak dan sulit berhenti. Mudah menangis dan tertawa berubah bergantian dengan cepat.

.

.

PENANGANAN

  • Bila dalam pemeriksaan canggih  tidak didapatkan kelainan dan gejala nyeriu perut disertai berbagai gejala organ tubuh lainnya maka sangat mungkin penyebab nyeri perut  tersebut adalah hipersensitifitas saluran cerna atau alergi saluran cerna.
  • Penanganan nyeri perut dan berbagai gangguan saluran cerna yang disebabkan alergi dan hipersensitifitas makanan dan dampak yang menyertainya haruslah dilakukan secara benar, paripurna dan berkesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan gangguan tersebut tetapi yang paling ideal adalah menghindari penyebab yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut khuusunya makanan tertentu.
  • Penyebab utama adalah reaksi makanan tertentu tetapi dampaknya ringan. Namun saat yang ringan tersebut tidak dicermati akan diperberat oleh pemicu paling sering adalah infeksi virus atau flu yang sering tidak terdeteksi dan diabaikan oleh dokter sekalipun. Bila hal itu penyebabnya maka setelah 5 hari akan membaik. Tetapi akan timbul lagi bila terkena infeksi virus lagi bila di rumah ada yang sakit lagi
  • Bila berbagai gangguan bila disertai manifestasi alergi lainnya sangat mungkin alergi makanan berperanan sebagai penyebabnya.
  • Penanganan terbaik pada penderita hipersensitif atau alergi makanan dengan gangguan tersebut adalah adalah dengan menghindari makanan penyebabnya. Pemberian obat anti alergi dan obat untuk saluran cerna penghilang rasa sakit dalam jangka panjang adalah bukti kegagalan dalam mengidentifikasi makanan penyebab alergi.
  • Ikuti langkah-langkah dalam Tes Alergi Makanan : Challenge Tes – Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka
  • Obat-obatan simtomatis seperti anti diare, anti histamine (AH1 dan AH2), ketotifen, ketotofen, kortikosteroid, obat pencernaan  serta inhibitor sintesase prostaglandin hanya dapat mengurangi gejala sementara bahkan dalam keadaan tertentu seringkali tidak bermanfaat, umumnya mempunyai efisiensi rendah. Sedangkan penggunaan imunoterapi dan natrium kromogilat peroral masih menjadi kontroversi hingga sekarang.

Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan-Open Food Elimination Provocation) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan

Intervensi Diet Sebagai Terapi dan Diagnosis Berbagai Gangguan Alergi dan Reaksi Simpang makanan

References:

  • Dean D. Metcalfe. Hugh A. Sampson Ronald A. Simon (Editor) Food Allergy: Adverse Reactions to Foods and Food Additives [NOOK Book]
  • Eseverri JL, Cozzo M, Marin AM, Botey J. Epidemiology and chronology of allergic diseases and their risk factors. Allergol Immunopathol (Madr). 1998;26(3):90-97.
  • King WP. Food hypersensitivity in otolaryngology. Manifestations, diagnosis, and treatment. Otolaryngol Clin North Am. 1992;25(1):163-179.
  • Stubner UP, Gruber D, Berger UE, Toth J, Marks B, Huber J, Horak F.The influence of female sex hormones on nasal reactivity in seasonal allergic rhinitis.
  • Joyce DP, Chapman KR, Balter M, Kesten S. Asthma and allergy avoidance knowledge and behavior in postpartum women. Ann Allergy Asthma Immunol. 1997;79(1):35-42.
  • Rinkel HJ. Food Allergy. J Kansas Med Soc. 1936;37:177.
  • Frederick JK. Food intolerance and food allergy. Scweiz Med Wochenschr. 1999;129(24):9280933.

Baca artikel terkait lainnya

.

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI:Kumpulan Artikel Permasalahan Alergi Anak dan Imunologi, Dr Widodo Judarwanto, pediatrician

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI:Kumpulan Artikel Alergi Pada Bayi, Dr Widodo Judarwanto Pediatrician

.

ARTIKEL FAVORIT:100 Artikel Alergi dan Imunologi Paling Favorit

Current Allergy Immunology by Widodo Judarwanto

Penderita alergi paling sering terkena gangguan justru mudah terserang infeksi virus karena daya tahan tubuhnya menurun. Justru saat terkena infeksi virus inilah banyak tanda dan gejala alergi semakin berat dan meningkat seperti asma, biduran, dermatitis atopi, nyeri perut, GERD (muntah) dsbnya. Jadi lingkaran setan terjadi saat alergi tidak terkendali menyebabkan sering terjadi infeksi virus, saat terjadi infeksi virus memperberat reaksi alergi. Widodo Judarwanto
Supported by

www.allergycliniconline.com

ALLERGY ONLINE CLINIC FOR CHILDREN, TEEN AND ADULT Yudhasmara Foundation www.allergycliniconline.com GROW UP CLINIC I JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat, Jakarta Indonesia 10210 Phone : (021) 5703646 – 44466102 GROW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 44466103 – 29614252 http://growupclinic.com http://www.facebook.com/GrowUpClinic Creating-hashtag-on-twitter@growupclinic Working together support to health of all by clinical practice, research and educations. Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: ***Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***
Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

Curriculum Vitae Widodo Judarwanto
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2014, Allergy Clinic Online Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s