Hipersensitifitas Saluran Cerna dan Alergi Pada Bayi

Hipersensitifitas Saluran Cerna dan Alergi Pada Bayi

Berbagai tanda dan gejala gangguan hipersensitifitas saluran cerna pada bayi sangat beragam. Gangguan fungsi saluran cerna tersebut pada umumnya dianggap normal. Meski demikian dalam berbagai hal sering mengakibatkan kepanikan dan kekawatiran pada orangtua terutama ibu muda yang baru mempunyai anak. Tanda dan gejala yang paling sering adalah anak sering terbangun malam, sering kehausan minta minum dan gangguan buang air besar. Gangguan tersebut dapat bersifat ringan hingga sampai berat. Gangguan ini terjadi diakibatkan karena ketidak matangan saluran cerna pada bayi dan anak. Gangguan ini sering terjadi pada bayi dengan gangguan alergi dan hipersensitif makanan

Ketidakmatangan Saluran Cerna (imaturitas Saluran Cerna)

  • Berbagai gangguan  hipersensitifitas pada bayi itu  itu terjadi karena belum sempurnanya saluran cerna. Secara mekanik integritas mukosa usus dan peristaltik merupakan pelindung masuknya alergen ke dalam tubuh. Secara kimiawi asam lambung dan enzim pencernaan menyebabkan denaturasi allergen. Secara imunologik sIgA pada permukaan mukosa dan limfosit pada lamina propia dapat menangkal allergen masuk ke dalam tubuh. Pada usus imatur sistem pertahanan tubuh tersebut masih lemah dan gagal berfungsi sehingga memudahkan alergen, virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Dengan pertambahan usia, ketidakmatangan saluran cerna tersebut semakin membaik.
  • Pada usia setelah 3 bulan biasanaya kebiasaan minum malam, atau terbangun malam hari seringkali akan mmbaik setelah usia 3 bulan. Biasanya setelah 2 tahun saluran cerna tersebut berangsur membaik. Hal ini juga yang mengakibatkan penderita alergi  sering sakit pada usia sebelum 2 tahun. Fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa sewaktu bayi atau usia anak mengalami alergi makanan tetapi dalam pertambahan usia membaik.

Tanda dan gejala hipersensitifitas saluran cerna yang di alami bayi terutama lebih berat di bawah usia 3 bulan tersebut adalah :

  • Sering muntah atau gumoh, dalam keadaan tertentu sering disebut gastrooesephageal refluks 
  • Sering kembung, dan perut berbunyi “keroncongan” saat digendong atau diraba.
  • Sering “cegukan” (hicup) bila sering cegukan biasanya bayi sulit untuk disendawakan.
  • Sering buang angin, kadang  berbau tajam
  • Sering “ngeden” atau “mulet”. Pada penderita dengan ngeden yang berlebihan seringkali disertai gangguan kulit kuning yang berkepanjangan atau kuning yang tinggi saat pulang dari kelahiran ke rumah. Bila ngeden berlebihan tekanan perut akan meningkat sehingga beresiko terjadi Hernia Umbilikalis (pusar menonjol, “pusar bodong”), Scrotalis, inguinalis (benjolan di selangkangan, daerah buah zakar atau pusar atau “turun berok”)  atau terjadi hidrokel atau pem,besaran karena cairtan pada pada kantong buah zakar. Pada beberapa kasus juga gangguan ini mengakibatkan  pusar yang mengeluarkan bercak darah sedikit pada usia di bawah 1-2 bulan. Beberapa kasus yang lain keadaan ini seringkali mengakibatkan pusar masih basah dan sulit kering.
  • Sering REWEL dan  GELISAH atau COLIK
  • Sering buang air besar (> 3 kali perhari)
  • Tidak BAB tiap hari, bahkan kadang sampai 3- 5 hari lebih. Pada keadaan tertentu sering dikelirukan dengan Penyakit Hiscrhprung. Bila terdapat berbagai gangguan hipersensitifitas saluran cerna lainnya sebaiknya bila diagnosis  Penyakit Hiscrhprung meragukan segera mencari “second opinion” ke dokter lainnya.
  • Feses berwarna hijau, kadang berlendir, berbau tajam
  • BERAK DARAH.
  • Lidah sering timbul putih (seperti jamur). Bibir tampak kering atau bibir bagian tengah berwarna lebih gelap (biru).

Tanda dan Gejala lain yang sering menyertai

  • Kulit sensitif, sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau.
  • Hiperreaktifitas Bronkus. Napas bunyi  grok-grok, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lama (>7hari) dan dahak berlebihan )
  • Sesak bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB). BILA BERAT SEPERTI PARU-PARU TIDAK MENGEMBANG (LIKE RDS) Bayi usia cukup bulan (9 bulan) secara teori tidak mungkin terjadi paru2 yang belum mengembang. Paru tidak mengembang hanya terjadi pada bayi usia kehamilan < 35 minggu)  Bayi seperti ini menurut penelitian beresiko asthma (sering batuk/bila batuk sering dahak berlebihan )sebelum usia prasekolah.
  • Bersin dan sering buka mulut. Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi karena hidung buntu, atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara. Kepala yang sering miring ke salah satu sisi ini  akan mengakibatkan kepala “peyang” atau mata juling ringan.
  • Mulut sering terbuka. Karena hidung buntu, muluit sering terbuka bernapas dengan mulut waktu minum ASI sering tersedak
  • Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi/kedua sisi.
  • Sering berkeringat (berlebihan)
  • Tanda Haus Palsu atau Bayi sering minta minum berlebihan padahal tidak haus. Bayi sulit dibedakan apakah karena haus atau karena ada yang tiodak nyaman di perutnya. Dalam keadaan ini seringkali ibu tidak percaya diri saat memberi ASI, karena meski sudah diberi minum lama tetapi bayi tetapi menangis terus seperti minta minum. Hal inilah yang sering mengacaukan ASI ekslusif, akhirmnya ibu tidak tega dan memberi minuman botol. Pada bayi dengan gangguan hipersensitifitas saluran cerna ini biasanya mengalami rasa tidak nyaman di perut. Sehingga mengakibatkan sering rewel atau sering seperti minta minum. Mulut sering terbuka dan mencari minum, biasanya bayi sering hanya ingin “ngempeng”. Namun bila diberi ASI sering hanya mau sesaat tapi setelah itu menolak karena memang tidak haus, tetapi saat disodori minum botol langusng minum karena perbedaan bsaat minum botol susu keluar dengan sendirinya sehingga bayi terpakasa menghisap. Tetapi saat diberi ASI bayi tidak mau menyedot karena untuk keluar ASI harus mengeluarkan tenaga hisapan, dan bayi tidak mau menghisap karena memang tidak haus. Karakteristik lainnya biasanya bayi minum sangat lama lebih dari 30 menit hingga 1 jam, krena hanya ngempeng tidak minum. Karena minum yang berlebihan atau sering minta minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur <1tahun). Sebaliknya terjadi berat badan turun setelah usia 4-6 bulan, karena makan dan minum berkurang
  • Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat.
  • Mempengaruhi gangguan hormonal : keputihan/keluar darah dari vagina, timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok, timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih

GANGGUAN PERKEMBANGAN DAN PERILAKU RINGAN YANG SERING MENYERTAI  PENDERITA HIPERSENSITIFITAS SALURAN CERNA PADA BAYI

    • GANGGUAN NEURO ANATOMIS : Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku. Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus). Kejang tanpa disertai ganggguan EEG (EEG normal)
    • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN  Usia < 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan.  Usia < 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, tidak bisa diselimuti (“dibedong”). Kepala sering digerakkan secara kaku ke belakang, sehingga posisi badan bayi “mlengkung” ke luar. Bila digendomg tidak senang dalam posisi tidur, tetapi lebih suka posisi berdiri.  Usia > 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala. Sering kebentur kepala atau jatuh dari tempat tidur.
    • EMOSI MENINGKAT, sering menangis, berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran.
    • GANGGUAN TIDUR  (biasanya MALAM-PAGI) gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila tidur posisi “nungging” atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tba-tiba duduk dan tidur lagi,
    • AGRESIF MENINGKAT, pada usia lebih 6 bulan  sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit putting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut.
    • GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan thd sesuatu aktifitas bermain, bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa lama memperhatikan.
    • GANGGUAN MOTORIK DAN KOORDINASI : Pada POLA PERKEMBANGAN NORMAL adalah BOLAK-BALIK, DUDUK, MERANGKAK, BERDIRI DAN BERJALAN  sesuai usia. Pada gangguan keterlambatan motorik biasanya baru bisa bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 – 8 bulan tidak duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjala

Berbagai tanda dan gejala tersebut seringkali timbul dan berkurangnya secara bersamaan. Gangguan tersebut dapat meningkat atau lebih terganggua karena2 hal utama

  • Bila berbagai gangguan tersebut ringan biasanya penyebabnya karena reaksi akibat makanan (alergi makanan dan hipersensitif makanan) bisa karena susu formula yang dikonsumsi atau makanan ibu yang dapat melalui ASI yang ikut terkonsumsi bayi.
  • Bila berbagai gangguan tersebut tidak ringan biasanya dipicu karena bayi mengalami infeksi virus ringan  atau flu. Gangguan flu atau infeksi saluran napas pada bayi sangat ringan kadang hanya berupa bersin lebih sering, batuk hanya sekali-sekali, napas bunyi grok-grok semakin keras terdengar. Bila ini terjadi biasanya terdapat orang dekat bayi yang mengalami sakit flu ringan. Bisa saja kakak, ayah, ibu, nenek atau pengasuh yang sering menggendong. Flu atau infeksi virus ringan pada orang dewasa kadang hanya berupa badan ngilu, pegal atau sering dikira kecapekan. Biasanya kadang disertai nyeri tenmggorokan, sakit kepala dan hanya berlangsung 1-2 hari saja, atau sering diangga flu tidak jadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s