Dr Michiaki Tahashi Penemu Vaksin Anti Cacar Air

 

Dr Michiaki Tahashi Penemu Vaksin Anti Cacar Air

Dr Michiaki Tahashi adalah orang yang berhasil mengembangkan vaksin untuk virus cacar air yang sekarang digunakan di seluruh dunia. Penemu vaksin cacar air ini meninggal hari Senin di usia 85 tahun. Dr Takahashi mengembangkan vaksin untuk cacar air ketika putranya, Teruyuki, tertular virus cacar air dari temannya pada tahun 1964. Pada tahun 2011 Dr Takahashi menjelaskan bahwa bercak-bercak kemerahan muncul di tubuh putranya secara cepat. Dia juga mulai demam dan mengalami kesulitan bernapas.

Namun setelah beberapa lama, putranya berhasil sembuh. Saat itu Dr Takahashi menyadari kemampuannya yang bisa digunakan untuk membuat vaksin cacar air. Dia kembali ke Jepang tahun 1965 dan dalam waktu lima tahun, dia berhasil mengembangkan vaksin untuk cacar air. Meski begitu, vaksinnya baru disetujui oleh Food and Drug Administration pada tahun 1995, seperti dilansir oleh NY Times (22/12).

Vaksin yang dibuat oleh Dr Takahashi bekerja dengan cara ‘mengelabui’ sistem kekebalan tubuh agar membentuk antibodi terhadap virus tersebut. Dr Anne A Gershon dari Columbia University Medical Center bahkan mengungkap bahwa vaksin milik Dr Takahashi adalah satu-satunya yang berhasil membunuh virus herpes pada manusia.

Dr Takahashi lahir pada 17 Februari 1928 di Osaka. Berdasarkan sekretarisnya, Maki Fukui, Dr Takahashi meninggal akibat gagal jantung. Meski Dr Takahashi telah menutup usia, namun dunia akan selalu mengenangnya sebagai orang yang telah berjasa menemukan vaksin virus cacar air

Varisela

Cacar air atau Varicella simplex disebabkan virus varicella zoster. Virus varicella ditularkan secara aerogen. Waktu terekspos sampai kena penyakit varicella (cacar air) adalah 2 sampai 3 pekan. Varicella bisa ditandai dengan badan terasa panas. Pada mulanya, penderita varicella akan merasa sedikit demam, pilek, cepat lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus varicella yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan kecil pada kulit, pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung, lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah. Kemerahan varicella pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk secara tak sengaja. Jika lenting varicella dibiarkan, maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak varicella ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi. Lain halnya jika lenting varicella (cacar air) tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. Kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. Setelah mengering, bekas cacar air tadi akan meninggalkan bekas dalam. Terlebih lagi jika penderita varicella adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang. Selama 5 hari setelah ruam varicella mulai muncul dan sampai semua lepuh telah berkeropeng. Selama masa karantina, sebaiknya penderita varicella tetap mandi seperti biasa, karena kuman pada kulit dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air. Untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang, sebaiknya menghindari pecahnya lenting varicella (cacar air). Ketika mengeringkan tubuh sesudah mandi, sebaiknya tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras. Untuk menghindari gatal, sebaiknya diberikan bedak talk yang mengandung menthol, sehingga mengurangi gesekan pada kulit dan kulit tidak banyak teriritasi. Untuk kulit sensitif, dapat juga menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung mentol. Pastikan anda juga selalu mengkonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan varicella itu sendiri. Konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti jambu biji dan tomat merah yang dapat dibuat juice.

Imunisasi

Imunisasi (vaksinasi) varicella tersedia bagi anak-anak berusia lebih dari 12 bulan. Imunisasi varicella diberikan sebanyak 2 kali dengan selang penyuntikan 1-2 bulan. Imunisasi (vaksinasi) varicella dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan. Penyakit varicella erat kaitannya dengan kekebalan tubuh.

 

www.mediaimunisasi.com

Provided By: MEDIAIMUNISASI.COM Supported By: GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation “We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 44466103 – 29614252 email : judarwanto@gmail.com Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC Online” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2014, MEDIA IMUNISASI Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s