Inilah Penyebab Mengapa Intervensi Eliminasi Provokasi Makanan Tidak berhasil

 Inilah Penyebab Mengapa Intervensi Eliminasi Provokasi Makanan Tidak berhasil

Intervensi Diet atau Challenge Tes atau Eliminasi Provokasi adalalah diagnosis pasti untuk mengetahui seseorang mengalami alergi makanan dan hipersensitifitas makanan. Tes alergi dan pemeriksaan lainnya belum memastikan penyebab alergi atau hipersensitifitas makanan. Intervensi Diet/Challenge Tes atau Eliminasi Provokasi hanya dilakukan selama 3 minggu bukan selamanya setelah itu dilakukan provokasi makanan atau maintenance diet. Pada 3 minggu awal dilakukan eliminasi makanan tertentu yang dicurigai penyebab alergi. Setelah dilakukan disiplin dan ketat serta faktor pemicu alergi lain terkendali pada minggu ke empat dilakukan provokasi makanan atau mencoba satu persatu makanan yang dicurigai sambil diamati tanda dan gejala yang terjadi.

Setelah melakukan intervensi eliminasi provokasi makanan tersebut banyak orangtua tidak percaya bahwa selama ini anaknya yang sering muntah dan mnum obat selama bertahun-tahun dalam beberapa minggu muntah membaik tanpa obat. Beberapa orangtau keheranan bahwa selama bertahun-tahun anaknya jarang berat badannya naik, tetapi hanya dalam 3 minggu saja berat bdan anaknya naik drastis hingga 800 sampai 1 kilogram dalam sebulan. Banyak orangtua kagusm ketika melakukan eliminasi provokasi gangguan tidur anaknya membaik drasti, anaknya jarang sakit lagi, anaknya tidak pernah sesak, mimisan, lagi. Bahkan yang membuat tidak percaya anaknya yang selama ini emosinya tinggi, tidak bisa diam, keras kepala, agresif, suka memukul, mencubit, dan gangguan konsentrasi membaik atau berkurang dengan drastis. Secara umum sebagian besar penderita alergi trsebut harus percaya fakta yang baru dialami ternyata alergi makanan tersebut selama ini sangat menganggu dan sangat jahat mengganggu tubuh kita.

Tetapi sebagian lainnya beberapa penderita dan orangtua tidak meyakini kebenaran program intervensi eliminasi provokasi makanan tersebut. Hal ini terjadi terdapat kesalahan dan ketidak displinan dalam melakukan program tersebut. Kadangkala orangtua sudah merasa yakin seratus persen mengikuti program tersebut tetapi setelah dievaluasi secara cermat ternyata ada saja kesalahan yang dilakukan saat eliminasi makanan tersebut

Cari penyebab ketidak berhasilannya, biasanya karena terjadi kesalahan yang tersembunyi:

  • Tidak disiplin dan tidak ketat dalam penghindaran makanan, meski hanya sedikit dan jarang diberikan.
  • Terdapat kesalahan yang tersembunyi yang tidak disadari : ada beberapa jenis makanan yang masih dikonsumsi meski hanya sedikit. Kesalahan tersembunyi ini di antaranya adalah : orang lain (nenek atau orang lain) menyodorkan makanan sedikit ke mulut meski sedikit tetap berpengaruh, makan di sekolah, makan di restoran masakan cina, kandungan dalam makanan yang tidak disadari terdapat jenis yang seharusnya dihindari. Makan ikan yang aman seperti ikan gurami yang beli di restoran , tidak disadari bahwa ikan gurami tersebut dimasak dengan minyak bekas udang atau gorengan lainnya.
  • Kesalahan sering terjadi saat diluar jangkauan orangtua seperti saat orangtua bekerja dirawat nenek, kakek atau pengasuh, anak di sekolah atau saat tinggal dirumah atau yang di lingkungan banyak orang. Saat orangtua sudah berusaha disiplin ketat mengikuti aturan tersebut tetapi dibelakang kita orang llain memmberi atau menyuapi makanan tersebut meski hanya sedikit.
  • Mengalami infeksi virus terkena infeksi seperti demam, atau tidak demam tetapi hanya hangat teraba di tagan atau kepala bila diperiksa suhu niormal, batuk, pilek atau muntah dan infeksi lainnya. Pada orang dewasa gejalanya infeksi virus kadang hanya pegal, linu sering dianggap kecapekan.  (baca : Infeksi Virus Memicu Terjadinya Manifestasi Alergi). Ciri khas yang terjadi bila gangguan alergi tidak ringan seperti : nyeri perut hebat, gangguan maag kambuh berat, asma kambuh, mata bengkak, biduran, mulut bengkak, bintik merah kecil luas, atau gangguan kulit yang luas biasanya penyebabnya dipicu oleh infeksi virus, flu atau infeksi virus  saluran napas lainnya.

Tips dalam mengenali kesalahan

  • Bila sudah melakukan secara disiplin tetapi keluhan masih ada coba diamati 2 keadaan. Apakah anak sedang sakit atau ada makanan lainnya. kadang sakit ringan infeksi virus tidak disadari oleh orangtua ataupun dokter. Bila memang diyakini tidak ada infeksi virus maka harus dicermati ada penyebab makanan beresiko alergi yang dikonsumsi meski hanya sedikit.
  • Jangan terlalu percaya diri dan yakin bahwa tidak ada kesalahan yang diakukan saat melakukan program tersebut. Pengalaman membuktikan saat orangtua sangat yakin dan percaya diri tidak terjadi kesalahan semakin susah mencari kesalahan tersembunyi yang dilakukan. Apalagi bila ada orang lain di rumah. Karena banyak orang yang di rumah termasuk kakek, nenek, tante atau orang lain tidak menyadari, memahami dan mentoleransi program intervensi ini. Sehingga seringkali terjadi tidak setuju dan menolak dan tidak percaya dampak dan bahaya alergi makanan. Sehingga di depan kita setuju tetapi di belakang kita selalu mencoba-coba makanan meski hanya sedikit.
  • Bila masih kesulitan mencari faktor penyebab kegagalan tersebut maka segera konsultasikan ke dokter. Dokter yang cermat akan selalu berhasil menemukan kesalahan dan penyebab ketidak berhasilan program ibtervensi ini

Widodo Judarwanto 2012

The doctor of the future will give no medicine, but will instruct his patient in the care of the human frame, in diet and in the cause and prevention of disease.
Supported by

www.allergycliniconline.com

ALLERGY ONLINE CLINIC FOR CHILDREN, TEEN AND ADULT Yudhasmara Foundation www.allergyclinic.me GROW UP CLINIC I JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat, Jakarta Indonesia 10210 Phone : (021) 5703646 – 44466102 GROW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 44466103 – 97730777 http://growupclinic.com http://www.facebook.com/GrowUpClinic Creating-hashtag-on-twitter@growupclinic Working together support to health of all by clinical practice, research and educations. Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: ***Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***
Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician email : judarwanto@gmail.com Creating-hashtag-on-twitter: @WidoJudarwanto www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O8567805533 PIN BB 25AF7035

Curriculum Vitae Widodo Judarwanto

We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
,
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2013, Allergy Clinic Online Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s