Jenis Mikronutien dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Mikronutrien adalah zat gizi (nutrien) yang diperlukan oleh tubuh manusia selama hidupnya dalam jumlah kecil untuk melaksanakan fungsi-fungsi fisiologis, tetapi tidak dapat dihasilkan sendiri oleh tubuh. Mikronutrien terdiri dari vitamin dan mineral yang tidak dapat dibuat oleh tubuh tetapi dapat diperoleh dari makanan. Mikronutrien diperlukan tubuh terus-menerus dalam jumlah kecil biasanya kurang dari 100 mikrogram per hari. Berbeda dengan makronutrien (seperti karbohidrat, protein, lemak) yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah besar.

Meskipun diperlukan dalam jumlah kecil, namun keberadaanya dalam tubuh sangat esensial. Kekurangan mikronutien tertentu dalam tubuh dapat berakibat ancaman serius bagi kesehatan. Defisiensi atau kekurangan vitamin A misalnya dapat menyebabkan kebutaan dan menghambat pertumbuhan.

Berdasarkan kuantitas yang diperlukan oleh tubuh kita, nutrien dikategorikan dalam dua kelompok besar yaitu mikronutrien dan makronutrien. Mikronutrien adalah nutrien (zat gizi) yang diperlukan oleh tubuh sepanjang hidup dalam jumlah kecil untuk mengatur dan menyelenggarakan fungsi-fungsi fisiologis tubuh. Makronutrien adalah nutrien yang diperlukan dalam jumlah besar yaitu karbohidrat, protein dan lemak. Mikronutrien terdiri dari empat kelompok nutrien yaitu Makromineral, Asam organik, Mineral Kelumit (trace mineral) dan Vitamin

Jenis Mikronutrien

  • Makromineral Makromineral adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah relatif besar. Beberapa makromineral yang penting antara lain kalsium, klor, magnesium, fosfor, potassium (kalium), dan sulfur.
  • Asam Organik Beberapa asam organik yang dipelukan tubuh dan dikategorikan mikronutrien antara lain asam asetat, asam sitrat, asam laktat, asam malat, kolin, dan taurin.
  • Unsur Kelumit (Trace Mineral) Mineral kelumit adalah mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang umumnya kurang dari 100 milligram/hari, yang merupakan kebalikan dari makromineral yang diperlukan dalam jumlah besar.  Beberapa mineral yang termasuk mineral kelumit anatara lain boron, cobalt, kromium, tembaga, fluor, yodium, besi, mangan, molybdenum, selenium, dan seng.
  • Vitamin Vitamin adalah komponen organik yang diperlukan dalam jumlah kecil, namun sangat penting untuk reaksi-reaksi metabolik di dalam sel, serta diperlukan untuk pertumbuhan normal dan pemeliharaan kesehatan. Beberapa vitamin berfungsi sebagai koenzim yang bertanggung jawab terhadap berlangsungnya reaksi-reaksi kimia yang esensial. Sebagian besar koenzim terdapat dalam bentuk apoenzim, yaitu vitamin yang terikat dengan proteinVitamin adalah mikronutrien yang penting bagi tubuh kita. Beberapa mikronutrien yang termasuk kelompok vitamin adalah vitamin A, vitamin B compleks (B1, B2, B3, B5, B6, B7, B8, B9, B12), vitamin C, vitamin D, vitamin E, vitamin K, dan karotenoid (alpha carotene, beta carotene, cryptoxanthin, lutein, lycopene, zeaxanthin).

Manfaat Mikronutrien bagi Sistem Imun

  • Vitamin A sebagai salah satu mikronutrien yang mempunyai peran penting sebagai regulator sistem imun dan juga sebagai anti infeksi (Charles BS, 2004). Vitamin A juga berfungsi sebagai regulator produksi sitokin. Dalam beberapa tahun terakhir dibuktikan bahwa vitamin A memegang peran vital bagi perkembangan embrio sebagai kunci regulator pertumbuhan dan deferensiasi sel-sel tubuh bagi kehidupan. Vitamin A mempunyai peranan penting pada regulasi hemapoetik sistem, mempunyai efek pada perkembangan dan deferensiasi sel-sel mieloid leukemia telah ditemukan pada hewan. Kekurangan dan kelebihan vitamin A mempengaruhi respons imun normal dari tubuh . Vitamin A merupakan bagian dari senyawa larut dalam lemak yang penting untuk penglihatan normal, ekspresi gen, integritas epitel, pertumbuhan, dan fungsi kekebalan tubuh, terdiri dari retinoid dan pro vitamin A karotenoid (Rose C et al., 2006). Vitamin A merupakan nama generik yang menyatakan semua retinoid dan prekursor/ provitamin A/ karotenoid yang mempunyai aktivitas biologik sebagai retinol. Vitamin A mempunyai peranan penting di dalam pemeliharaan sel epitel oleh karena itu vitamin A sangat berperan dalam imunitas non-spesifik, dimana dalam keadaan kekurangan vitamin A, integritas mukosa epitel terganggu, keadaan ini sebagian besar disebabkan karena hilangnya sel globlet penghasil mukus. Salah satu dampak kekurangan vitamin A adalah meningkatnya kerentanan terhadap kuman patogen di mata dan saluran nafas serta saluran pencernaan. Peranan vitamin A selain pada imunitas non-spesifik juga pada imunitas seluler, seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Villamor dan Fauzi (2005) dimana vitamin A selain mempengaruhi kekebalan alami dengan cara mengganggu pertahanan mukosal, juga dengan cara mengurangi fungsi neutrofil, makrofag, sel NK, dan mempengaruhi perkembangan sel Th dan sel B yang berfungsi sebagai pertahanan humoral dan seluler. Peranan vitamin A di dalam imunitas non spesifik dan spesifik juga telah dibuktikan dimana suplementasi vitamin A memperbaiki kondisi inflamasi seperti gangguan kulit,  bronco pulmonary dysplasia  Penelitian pemberian zat gizi kombinasi vitamin A dan zinc oleh Zeba et al (2008) menunjukkan bahwa anak yang terinfeksi malaria (6-72 bulan) setelah diberi suplemen vitamin A dosis 200.000 IU + zinc elemental 10 mg/hari selama 6 bulan menunjukkan adanya penurunan prevalensi dan keparahan infeksi malaria. Kekurangan vitamin A (KVA) terjadi ketika simpanan tubuh habis terpakai sehingga mengganggu fungsi fisiologis. Kekurangan ini dapat merupakan kekurangan primer yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi vitamin A atau kekurangan sekunder karena adanya gangguan penyerapan dan penggunaannya di dalam tubuh, kebutuhan meningkat, dan karena gangguan pada konversi karoten menjadi vitamin A. Kekurangan vitamin A pada tahap awal, terjadi gangguan pada integritas sel epitel dan kemudian mengganggu sistem imun, selanjutnya diikuti gangguan pada sistem penglihatan. Dalam keadaan kekurangan vitamin A, integritas mukosa epitel terganggu, hal ini sebagian besar disebabkan karena hilangnya sel globlet penghasil mukus. Konsekuensinya adalah meningkatkan kerentanan terhadap kuman patogen di mata dan saluran nafas serta saluran pencernaan. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian dimana anak anak dengan kekurangan vitamin A menderita penyakit saluran nafas.
  • ZINC Zinc merupakan komponen lebih dari 300 enzim yang berpartisipasi dalam sintesa dan degradasi karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat. Zinc juga menstabilkan struktur molekul dari komponen seluler dan membran serta berkontribusi dalam menjaga integritas sel dan organ. Peranan penting lainnya adalah sebagai bagian integral enzim DNA polimerase dan RNA polimerase yang diperlukan dalam sintesis DNA dan RNA, juga sebagai bagian dari enzim kolagen. Zinc berperan pula dalam sintesa dan degradasi kolagen. Oleh karena itu zinc berperan dalam pembentukan kulit, metabolisme jaringan ikat dan penyembuhan luka. Di samping itu zinc diperlukan untuk sintesa Retinol Binding Protein/RBP yaitu protein pengikat retinol di dalam hati. Peranan zinc di dalam fungsi imunitas antara lain di dalam fungsi sel T dan dalam pembentukan antibodi oleh sel B, serta pertahanan non-spesifik. Konsentrasi zinc yang rendah menyebabkan perkembangan abnormal dari sel limfosit T pada manusia. Kerusakan fungsi limfosit bertanggung jawab pada kemampuan proliferasi sel T dan B. Defisiensi zinc dapat menekan sintesis DNA atau devisi sel yang diperlukan untuk perkembangan organ normal karena zinc adalah komponen struktural dari banyak metalloenzymes, termasuk yang terlibat dalam replikasi gen, seperti DNA dan RNA polimerase (Park et al, 2003). Kekurangan zinc dapat terjadi bila seseorang banyak mengonsumsi makanan berupa serealia dan kacang-kacangan, dimana makanan ini mengandung tinggi serat dan fitat yang dapat menghambat penyerapan zinc. Gejala-gejala kekurangan zinc diantaranya menurunnya ketajaman indera perasa, melambatnya penyembuhan luka, gangguan pertumbuhan, menurunnya kematangan seksual, terganggunya sistem imun, terganggunya fungsi kelenjar tiroid, laju metabolisme dan gangguan homeostasis (Almatsier 2006). Kekurangan zinc mengganggu pembentukan IgG (Raqib et al. 2004). Sementara itu, kelebihan zinc dilaporkan dapat mengganggu penyerapan tembaga. Dosis zinc 2 gram atau lebih dapat menyebabkan muntah, diare, demam. Zn juga berperan di dalam perkembangan sel-T, reaksi antigen antibodi dan mempengaruhi fungsi limfosit dan fagositosis. Suplementasi Zn mampu meningkatkan produksi sitokin oleh sel limfosit  T Helper sehingga menyebabkan terjadinya proliferasi dan diferensiasi sel. Sitokin berperan dalam banyak respon imun seperti aktivasi sel T, sel B, monosit  dan makrofag. Zn juga mampu berperan sebagai imunostimulator yaitu mampu meningkatkan sistem kekebalan baik seluler maupun  humoral. Sel T merupakan pengatur utama bagi seluruh fungsi tanggap kebal dengan cara membentuk serangkaian mediator protein yang disebut limfokin. Peningkatan jumlah limfosit pada suplementasi Zn disebabkan karena Zn mampu meningkatkan produksi limfokin menyebabkan sel limfosit mampu berdiferensiasi dan berproliferasi dan Zn dibutuhkan oleh sel untuk dapat tumbuh dan berkembang. Zn juga sebagai kofaktor untuk hormon timulin. Defisiensi hormon ini menyebabkan kegagalan dalam proliferasi dan menurunnya fungsi sel limfosit T. Peran Zn juga dilaporkan terhadap kemampuannya di dalam meningkatnya aktivitas enzim superoksida dismutase (SOD) dan mampu meningkatkan semua jenis sel-T, dengan demikian memungkinkan sel-T berproliferasi dan berdiferensiasi yang pada akhirnya memacu aktivitas enzim selular. Zn dapat menginduksi produksi sitokin oleh sel leukosit, seperti monosit dengan meningkatkan produksi interleukin-1, interleukin-6 dan tumor nekrosis faktor. Zn juga mampu menstimulasi produksi  tumor necrosis factor-alpha (TNF-α) oleh sel monosit, sehingga kemampuan fagositosis meningkat. TNF-α merupakan mediator pada tanggap kebal non-spesifik dan termasuk ke dalam kelompok sitokin. Helge dan Rink (2003) melaporkan bahwa inkubasi sel mononuklear in vitro dalam medium Zn dapat meningkatkan produksi interleukin 1, interleukin 6, tumor necrosis factor (TNF), IL-2R dan interferon.
  • KETERKAITAN VITAMIN A DAN ZINK DALAM SISTEM IMUN Zinc mempengaruhi metabolisme vitamin A karena zinc dibutuhkan pada sintesis protein transport retinol (RBP). Selain itu zinc juga dibutuhkan pada proses oksidatif vitamin A di jaringan perifer yang membutuhkan aktifasi dari zinc dependent retinol dehydrogenase enzyme seperti enzim alkohol dehidrogenase (ADH) dan retinal oksidase. Akibat kadar zinc yang rendah menyebabkan gangguan dalam proses metabolisme vitamin A. Kadar zinc rendah akan berpengaruh pada fungsi zinc sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi imunitas tubuh. Zinc diperlukan dalam aktifitas biologistymulin,  yaitu suatu hormon nonpeptida yang disekresi oleh sel-sel epitelia tymus yang berguna untuk pematangan limfosit T dan produksi interleukin-2. Aktifitas tymulin baik invitro maupun invivo sangat dipengaruhi konsentrasi zinc dalam serum. Defisiensi zinc mengakibatkan terjadinya kerusakan epitel saluran nafas, mengganggu fungsi leukosit PMN, sel natural killer,dan aktivasi komplemen. Defisiensi zinc juga menyebabkan rendahnya kadar vitamin A yang menyebabkan terganggunya peran vitamin A dalam sistem kekebalan tubuh untuk deferensiasi limfosit T dan limfosit B, penghambatan apoptosis, serta mempertahankan integritas dan fungsi permukaan mukosa. Zinc berpengaruh baik secara langsung pada sistem gastrointestinal maupun secara tidak langsung dalam sistem imun. Zinc berperan dalam menjaga integritas mukosa usus melalui fungsinya dalam regenerasi sel dan stabilitas membran sel. Defisiensi zinc merusak epidermis dan mukosa saluran cerna.

www.klinikgizi.com

Provided By: KLINIKGIZI.COM Supported By: GRoW UP CLINIC online Yudhasmara Foundation GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 44466103 – 29614252

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC Online” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2014, KLINIKGIZI.COM Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s